TOPIK UTAMA »

October 28, 2014 – 12:51 am | 1,650

Proses penilaian prestasi kerja guru maupun kepala sekolah seharusnya sudah  dimulai pada bulan Januari  bersamaan dengan menetapkan SKP. Pelaksanaan penilaian kuantitas, kualitas, waktu dan biaya seharusnya tuntas pada bulan Desember 2014. Namun demikian, kita dapat …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » SUPERVISI, TOPIK UTAMA

Program Pengawas Untuk Supervisi Kurikulum 2013 dan KTSP

Submitted by on August 16, 2013 – 5:30 pm10 Comments | 5,668

Pelaksanaan kurikulum 2013 yang berdampingan dengan pelaksanaan kurikulum 2006 di sekolah menjadi tantangan yang menarik terutama jika dilihat dari dimensi penjaminan mutu oleh pengawas. Pengawas perlu mengawal pemenuhan standar kompetensi sebagai penjabaran dari SKL, KI dan KD pada kurikulum 2013. Sementara itu, konsep pada KTSP perlum mendapatkan perhatian proporsional sehinga memenuhi SKL  standar isi, proses dan penilaian. Kecukupan, kedalaman, dan keluasan materi ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat kebutuhan belajar siswa guru tuangkan dalam RPP.

Menyangkut standar isi, dalam kurikulum 2013,  karena silabus, buku guru, dan buku siswa telah tersedia, maka yang perlu menjadi perhatian pengawas adalah menyelaraskan semua komponen itu dengan kebutuhan belajar peserta didik pada tiap satuan pendidikan yang ujungnya disinergikan pada RPP dan penilaian. Pendekatan pembelajaran yang menyeibangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan dapat diintegrasikan dalam kedua kurikulum. Demikain juga dengan pendekatan saintifik, metode inkuiri, metode proyek, dan pemecahan masalah dapat menunjang kedua jenis kurikulum dengan demikian strategi pembelajaran dapat menggunakan model yang sama.

Yang  perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pernyusunan rencana pembelajaran meliputi sejumlah aspek perubahan seperti yang terurai secara singkat di bawah ini.

  1. Menetapkan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan secara seimbang sehingga pendidikan tidak hanya diarahkan untuk memantapkan pengetahuan. Yang perlu mendapat perhatian di sini sikap tidak diajarkan secara verbal. Pekerjaan yang timbul dari penyeimbangan ini adalah mendeskripsikan dengan jelas tahapan dan aktivitas yang harus dilakukan untuk menganalisis keterkaitan SKL, KI, KD
  2. Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi. Pernyataan tersebut  mengandung makna bahwa gambaran mutu lulusan menjadi penentu materi yang diberikan.
  3. Pembelajaran di SD menggunakan pendekatan Tematik Integratif. Istilah integratif mengadung makna bahwa pembelajaran tidak lagi dipisah per mata pelajaran. Di SMP mata pelajaran IPA maupun IPS masing-masing diajarkan terpadu. Dengan demikian dalam pelajaran IPA tidak dipilah dalam biologi, kimia, fisika.  Hal ini akan berdampak pada penyusunan jadwal pembelajaran di SD berbeda jauh dari model penjadwalan per mata pelajaran pada tiap semester menjadi jadwal per tema.
  4.  Kurikulum holistik, fokus alam, sosial, dan budaya. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa penyusunan kurikulum haruslah kontekstual. Karena kurikulum kontekstual, maka pembelajaran pun perlu menerapkan pendekatan kontekstual pula.
  5. Pendekatan pembelajaran sains digambarkan dalam keterampilan berpikir yang logis dan sistematis.
  6. Jam pelajaran 6 dari 10 (SD) & 10 dari 12 (SMP)
  7. EEK diperkaya mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyaji, menyimpulkan, dan mencipta
  8. Jumlah jam belajar bertambah 4 SD – 6 jam SMP
  9. Belajar dalam kelas dan di luar kelas hal ini akan menyebabkan waktu pembelajaran bertambah karena selain tatap muka dalam kelas juga perlu diatur kegiatan di luar kelas.
  10. Guru bukan satu-satunya sumber, sumber belajar di luar guru pun siswa perlukan. Bahkan, siswa dapat mengeksplorasi informasi dari sumber lain seperti internet.
  11. Memanfaatkan portofolio sebagai dasar penilaian kemajuan belajar siswa.
  12. Penilaian basis kompetensi,  menggunakan model penilaian otentik, menggunakan patokan acuan penilaian (PAP), menggunakan portofiolio yang meliputi SKL, KI, dan KD.
  13. Menggunakan TIK sebagai media pembelajaran

Tugas utama pengawas adalah meningkatkan penjaminan bahwa prinsip-prinsip dasar perumusan kurikulum 2013 benar-benar sekolah terapkan dalam menyusun rencana pembelajaran. Penjaminan dilanjutkan dengan melakukan pendampingan dalam proses pembelajaran dalam kelas. Obserasi kelas menjadi bagian terpenting dalam tugas pengawas untuk memastikan bahwa guru melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada pemenuhan SKL, menguasai materi pelajaran, menggunakan pendekatan sains, pembelajaran konteks tual, tematik integratif (di SD), pembelajaran dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas, memperlakukan guru bukan satu-satunya sumber dan lain sebagainya.

Sistem pemantauan untuk memastikan semuanya, mungkin tidak dapat dilakukan secara serentak pada semua komponen perubahan. Pengawas perlu merencanakan pentahan kegiatan yang sistematis, terencana, dan berkelanjutan yang terintegrasi dalam kegaiatan tugas rutin pengawas untuk membantu guru memperbaiki kinerjanya secara berkelanjutan. Di sini terdapat tugas utama pengawas yaitu membantu guru meningkatkan efektivitas merencanakan pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang efektif.

Yang tidak kalah penting kepala sekolah perlu memastikan melakukan observasi agar menjamin guru-guru melakukan penilaian proses dengan menggunakan model otentik. Dengan demikian guru perlu mengelola portofolio siswa sebagai acuan utama menentukan pengukuran keberhasilan belajar siswa. Dengan demikian tes hanya merupakan satu bagian yang perlu bukan satu-satunya alat ukur keberhasilan siswa.

Elemen Perubahan Bidang Manajerial

Kepala sekolah adalah penentu utama keberhasilan sekolah dalam menerapkan kurikulum. Keberhasilannya ditentukan dengan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Menjadi pemimpin yang inspiratif  dan inovatif merupakan poros pergerankannya. Memfasilitasi warga sekolah kreatif dan inovatif menjadi buah dari kepemimpan transformasional. Model kepemimpinan transaksional dalam menentukan target terbaik yang dapat warga sekolah bersama sehingga dapat mendorong semangat juang dalam mencapai tujuan.

Untuk menunjang peran kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional maupun transaksional diperlukan pengakuan dari seluruh warga sekolah bahwa kempimpinannya memang benar dan diperlukan. Karena itu, kepala sekolah perlu mebangun pengakuan moral bahwa kepemiminannya mendapat dukungan karena ia dapat menjadi teladan dalam berdisiplin, bekerja keras, komunikasi dan kolaborasi untuk mewujudkan keunggulan sekolah.

Di samping memastikan kepemimpinan pembelajaran, pengawas juga perlu menjamin bahwa kepala sekolah dalam memenuhi standar pengelolaan, mengelola perubahan secara efektif. Menentukan ruang lingkup perubahan, tujuan, indikator keberhasilan. Yang tidak kalah penting adalah menentukan strategi yang lebih unggul karena merupakan hasil perbaikan dari strategi yang sudah pernah ada sebelumnya. Menerapkan strategi baru menjadi kunci utamanya.

Masalahnya di sini sebenarnya sederhana. Kepala sekolah tidak mungkin mengharapkan adanya peningkatan mutu pada waktu berikutnya jika dalam pelaksanaan kegiatannya masih menerapkan strategi yang lama.

Perubahan sehingga menghasilkan yang lebih baik akan terwujud jika budaya belajar berkembang. Kepala sekolah belajar, guru belajar, murid belajar, mereka semua belajar untuk memperoleh hasil kerja yang lebih baik. Untuk menujang proses ini diperlukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembaharuan kultur sekolah. Menyepakati kegiatan baik yang akan dibiasakan, seperti pembiasaan membaca, menulis, meneliti, mencipta, akan berhasil jika didukung dengan disiplin untuk mengulang-ngulang sehingga mendapatkan tingkat akurasi pencapaian tujuan yang lebih baik.

Dengan demikian pengawas perlu melalukan pemantauan, pengumpulan data, mengolah dan menasirkan data, menyimpulkan, dan mencipta strategi baru untuk mengenal lebih baik  masalah berikut:

  1. Bagaimana kepala sekolah memimpin dalam mengawal perubahan sekolah?
  2. Apa yang telah kepala sekolah rencanakan, laksanakan, dan evaluasi dalam bidangn pengelolaan dan pembelajaran?
  3. Apa yang telah kepala sekolah supervisi?
  4. Apakah kepala sekolah berhasil atau tidak berhasil dalam mengelola program?
  5. Mengapa berhasil dan mengapa tidak berhasil?
  6. Tindakan lanjut apa yang  kepala sekolah rencanakan untuk memperbaiki proses dan pencapaian program?
  7. Bagimana strateginya?

Tujuh  pertanyaan itu dapat pengawas gunakan dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi tindakan kepala sekolah dalam memerankan dirinya sebagai pemimpin pembelajaran, manajer perubahan, dan pembaharu kultur sekolah.

Akan lebih efektif lagi jika pengawas mencatat data, melaksanakan pendampingan dan memantau pekerjaan itu disusun secara sistematis dalam pendekatan sains sehingga hasilnya menjadi bahan laporan penelitian tindakan sekolah (PTS).

Dari sisi kepengawasan program tahun ini tentu berbeda dari sebelumnya. Oleh karena itu, revisi program sebelumnya perlu dilakukan. Berikut model program pengawas tahun 2013-2014

 

 

10 Comments »

  • sri wahyuni says:

    Alhamdulilah sudah ada gambaran untuk tugas di lapangan berkaitan dengan kurikulum 2013
    Terima kasih

  • euis noor baenny says:

    terima kasih tulisannya pak, semoga pengawas dapat menunaikan tugas,melaksanakan pemantauan dan pendampingan, kerjasama yg baik dengan sekolah lebih ditingkatkan ya pak. aamin.

  • Prajitno says:

    Thank atas segalanya.

  • ratnasarianty says:

    Terimakasih pak,telah memberikan gambaran tentang program pengawas untuk supervisi kurikulum 2013

  • admin says:

    Semoga Ibu dan teman-teman di Pangkep dalam keadaan sehat

  • ratnasarianty says:

    Semoga bpk pun ttp dalam keadaan sehat Wal afiat,bsk baru kami membahas ttg program tahunan pengawas yg berhubungan dgn supervisi kurikulum 2013

  • TOTO says:

    tulisan bapak sangat membantu kami calon pengawas! Terima kasih banyak Pak.

  • ST SAODAH says:

    salam..smoga Bp sehat selalu . ketika pelatihan sy bertemu Bp., dan memberitahukan untuk membuka GURU PEMBAHARU,Alhamdulillah Terima kasih Bp dg smua tulisannya yg telah memberi pencerahan, bagi saya pengawas pemula.

  • admin says:

    Terima kasih Ibu St Saodah….berkenan mengunjungi guru pembaharu.

  • ULIL AZMI BAGINDO says:

    TERIMAKASIH, SANGAT MEMBANTU SAYA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments