Sitem Penjaminan Mutu Pengajaran Perlu Peningkatan

Penjaminan mutu pembelajaran di sekolah belum memenuhi standar. Program besar di masa lalu yang cukup masif adalah PKG (Pelatihan Kerja Guru) yang dibiayai Bank Dunia. Dalam laporan laporan tahun 1992 menyatakan bahwa program PKG telah meningakatkan kompetensi guru dalam berbahasa, matematika, dan sains. Pada lembar lain dinyatakan pula bahwa kebaikan yang diraih guru itu berlum berdampak pada perbaikan kompetensi siswa. Salah sumber masalahnya adalah dari sistem pengelolaan sekolah, pimpinan sekolah belum melaksanakan supervisi sebagaimana yang diharapkan.

Dampak guru pembelajar

Sikap antusias guru menyambut kegiatan guru pembelajar yang melibatkan banyak instruktur nasional dari guru sungguh menggembirakan. Konsep pembinaan guru oleh guru yang memiliki latar belajar yang sama dan mengampu mata pelajaran yang sama merupakan kegaitan yang mudah dipertanggungjawabkan secara akademis. Pembinaan guru berbasis profesionalisme. Hanya saja pengawas sekolah sebagai salah satu pilar penjamin mutu pendidikan tak boleh ditinggalkan. Benar, pengawas tak cukup untk menegakan  prinsip pembinaan berbasis profesional karena pengawas tak bisa sesuai seluruhnya dengan kebutuhan guru pada tiap mapel. Namun ketika sistem tak melibatkan pengawas, maka peningkatan mutu guru akan jatuh pada prioritas peningkatan kompetensi guru, bukan peningkatan  prestasi guru dalam kelas.

Karena itu, kekhawatiran peningkatan guru melalui guru pembelajar bisa kurang bermakna apabila pengaruhnya terhadap pelaksanaan belajar dalam kelas tak dilakukan. Hingga kini data tentang bagaimana guru bekerja dalam kelas, belum tersedia cukup untuk menjadi dasar untuk membangun kebijakan. Itu artinya dampak kegiatan pembinaan profesi guru perlu ditangani dengan cermat sampai pada kegiatan guru dalam kelas.

Memantau Guru Mengajar

Memantau guru mengajar adalah tugas utama kepala sekolah dan pengawas sekolah. Hingga kini proses kerja kedua pilar pendidikan itu belum sesuai dengan yang diharapkan dalam berbagai peraturan yang berlaku untuk menjamin terpenuhinya standar mutu pendidikan. Kondisi ini masih sama dengan yang digambarkan dalam laporan Bank Dunia tahun 1992. Jika masalah lemahnya sistem perbaikan proses kerja guru melalui supervisi tak berjalan dengan baik, maka proses pebaikan mutu tak akan berubah. Sungguh memilukan jika setiap program peningaktan profesi guru dan tenaga kependidikan lain selalu berakhir dengan kegagalan karena kita gagal dalam menegakan kontrol  proses yang autentik.

Menarik jika kita perhatikan bahwa kegundahan tak berjalannya proses supervisi atau memantau pelaksanaan kegiatan dalam kelas  disinyalir sebagai kelemahan pengawas dan kepala sekolah. Mengherankan data seperti ini tidak dilihat sebagai gejala dari bangsa ini belum dapat menegakkan disiplin mengontrol  pembelajaran di sekolah. Selama ini yang menjadi poros perhatian barus sampai  pada bagaimana program peningkatan mutu bukan pada sistem penjaminan mutu.

Tantangan Perubahan

Proyek besar perubahan kurikulum, pengembangan keprofesian guru, program pengembangan daya literasi, penilaian prestasi kerja guru, dan kegiatan lain sebanyak apa pun hanya akan membuat guru dan sekolah makin sibuk mengikuti kegiatan. Tampa pembenahan sistem penjaminan  mutu melalui peningkatan penjaminan mutu pembelajaran dalam kelas, hanya akan mengulang pilu lama. Program membuat guru makin pintar, namun belum memintarkan siswa.

 

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments