Sosialisasi RSBI dan RSSN Belum Menggigit

Sosialisasi yang Pemerintah lakukan mengenai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) maupun Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSSN) sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan belum menggigit. Belum seluruh lapisan masyarakat menerima baik kebijakan pemerintah tentang RSBI maupun RSSN. Munculnya pernyataan  tidak setuju terhadap kebijakan tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan program pada tingkat sekolah.

Masih terdapat pandangan bahwa RSBI adalah sekolah dengan pengantar bahasa Inggris. Pandangan kelompok  ini, dengan menggunakan bahasa Indonesia saja masih belepotan. Apalagi menggunakan pengantar bahasa Inggris.

Diberitakan Republika online (14/4) bahwa Komite Perjuangan Guru (KPG) Kabupaten Purwakarta mendesak penghapusan sekolah berlabel Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN). Pasalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan ketentuan Badan Hukum Pendidikan (BHP).

Alasan utama kelompok ini ialah ” “Sekolah dengan label RSBI dan RSSN secara langsung telah mengubah fungsi sosial sekolah ke fungsi ekonomi (bisnis),”

Peristiwa di atas rupanya seharusnya menjadi dorong bagi Pemerintah untuk segera menetapkan standar kebutuhan biaya yang sekolah perlukan untuk tiap siswa per tahun sehingga lulusannya memiliki mutunya bertaraf internasional.

Dengan semakin tranparannya berapa biaya yang dialokasikan pemerintah,  berapa yang sekolah dapatkan dari pemerintah daerah, berapa yang sekolah peroleh dari dukungan orang tua siswa maka akan semakin membuat kelompok yang berkepentingan meragukan kebijakan (Admin)

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments

3 comments

RSBI hanya bentuk dari rendah dirinya bangsa kita yang diperlihatkan secara jenaka oleh dinas pendidikan di depan bangsa maju. padahal jika pendidikan dikelola sesuai lokalitas. sedikit demi sedikit, pendidikan maju dengan sendirinya dan dapat bersaing dengan bangsa luar. kita serba instan.kaya kopi seduh aja

salam dari banda aceh