Pengembangan Kurikulum: Struktur Indikator Belajar Berpikir Kritis

Ada banyak model tujuan berpikir kritis yang dapat guru kembangkan dalam kegiatan pembelajaran, di antaranya,   klarifikasi, akurasi, ketepatan, relevansi, keluasan, logika, kedalaman, signifikansi, dan objektivitas.  Tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan berbagai teknik atau metode. Sasaran utamanya ialah siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan melalui pengalaman berpikir dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Berpikir kritis berarti :

  • Mendapatkan Tujuan
  • Menimbulkan pertanyaan
  • Menggunakan informasi
  • Memanfaatkan konsep
  • Menyusun kesimpulan
  • Merumuskan asumsi
  • Memperhitungkan implikasi
  • Menegaskan sudut pandang.

Di bawah ini GP sajikan contoh langkah praktis untuk mengklarifikasi kebenaran kesimpulan dari hasil belajar yang telah siswa lain susun sebelumnya. Secara umum klarifikasi di sini sama maknanya dengan mengkonfirmasi kebenaran suatu pernyataan. Berikut langkah yang dapat guru lakukan.

  1. Nyatakan, mengapa hal itu perlu dipikirkan atau dipelajari, apa tujuan mempelajari hal itu?
  2. Pertanyaan seperti apa yang perlu saya jawab sebelum mempelajari hal itu? Apakah pertanyaan itu dapat saya jawab?
  3. Informasi dalam bentuk data, fakta, observasi, pengalaman sepoerti apa yang saya perlukan untuk menjawab permasalah itu?
  4. Dugaan kesimpulan seperti apa yang akan saya dapatkan? Bagaimana saya agar sampai pada kesimpulan? Bagaimana cara menafsirkan data yang saya peroleh?
  5. Teori tentang apa saya yang saya perlukan, adakah di buku paket, perlu tambahankah?
  6. Apa yang sesungguhnya saya ingin dapatkan? Hanya untuk menguji kebenaran informasi? Ketepatan kesimpulan yang orang buat? Ketepatan cara yang orang gunakan? Relevansi jawaban yang diberikan? Apakah sudah mencakup seluruh bidang yang seharusnya sehingga cukup keuasannya, cukup kedalaman analisisnya? Apakah akan menguji besarnya pengaruh sesuatu penyebab, seperti banjir? Atau, ingin membuktikan bahwa yang diungkpakan orang lain itu tidak bohong?
  7. Apa konsekuensinya jika semua itu ditempuh? Mudahkah? bisakah?

Berdasarkan berbagai kaidah di atas selanjutnya dapat dikembangkan model struktur indikator kompetensi belajar siswa yang mungkin pendidik susun jika hasil belajar yang diharapkan adalah siswa dapat membuktikan bahwa informasi yang diterimanya benar,  maka disusun indikator dapat dikemas sebagai berikut:

  • Menyebutkan tujuan mempelajari……
  • Merumuskan pertanyaan yang hedak dipelajari.
  • Mengindentifikasi data yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan
  • Menghimpun data yang berguna untuk memecahkan masalah…
  • Menggunakan teori hasil eksplorasi dari  sumber informasi dari internet tentang….
  • Menafsirkan hasil  elaborasi dan konfirmasi kebenaran informas….
  • Menuliskan kesimpulan hasil belajar dalam bentuk teks.
  • Mempublikasikan hasil belajar melalui internet.

Susunan indikator pembelajaran seperti yang disajikan di atas dapat menjadi alternatif mengembangkan model pembelajaran inquiry, atau problem solving atau apa pun yang guru suka dan dapat dimasukkan sebagai bahan perbaikan RPP. Selamat mencoba.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Related posts

Comments

comments

9 comments

Tolong dong download di Pengukuran Keterampilan Berpikir Kritis linknya diperbaiki. Artiel ini sangat membantu saya dalam mengumpulkan informasi yang saya cari. teria kasih.

saya sangat senang ada artikel yang menarik seperti ini dan sangat membantu saya untuk mencari dan mengembangkan instrumen untuk pengukuran berpikir kritis, bila ada yang lain boleh juga dikirim, dan teori teori yang mendukungnya, salam hormat,arief

tlong dong pak cara penyusunan instrumen tes kemampuan berpikir kritis khususnya mapel ips kelas v sd…mohon bantuannya

apa indikator yang digunakan untuk menyusun soalnya pak?
saya sedang meneliti tentang berpikir kritis, tetapi tidak dapat menentukan indikator dalam menuliskan soalnya?

Semua kata kerja operasional dalam Taksonomi Bloom pada level kecakapan berpikir kritis mengingat sampai berkreasi dapat digunakan. Contoh pernyataan : membandingkan kekuatan argumen, menentukan argumen yang lebih lemah, menentukan data yang lebih kuat untuk menunajang argumentasi, mengelompokan data yang sejenis, merumuskan konsep baru berdasarkan model yang telah dipelajari sebelumnya, dsb merupakan indikator kemampuan berpikir kritis.