Sepuluh Fungsi Utama Internet dalam Pembelajaran

Bersamaan dengan pesatnya perkembangan penggunaan internet oleh generasi muda berpengaruh kuat pada perkembangan penggunaan intenet dalam dunia sekolah. Guru-guru muda dengan cepat menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa yang semakin terintergasi pada fungsi internet.

Guru-guru yang mengikuti pendidikan sebelum gembyar internet seperti sekarang tidak punya pilihan lain selain meningkatkan kompetensinya dalam pemanfaatan intenet untuk pembelajaran.

Dinas Pendidikan Kota Bogor dalam dua hari berturut-turut pada minggu ini melakukan upaya pelatihan dalam meningakatkan  kompetensi guru menggunakan internet dalam pembelajaran. Pelatihan ini menentukan sasaran guru semua mata pelajaran tingkat SMA dan SMK yang keseluruhan diikuti oleh 100 orang yang dibagi dalam dua angkatan.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru untuk meningkatkatkan efektivitas perencanaan belajar, proses belajar, dan penilaian. Sasaran khusus pelatihan ini adalah untuk guru-guru yang memiliki kamahiran dasar menggunakan komputer dan internet dengan materi peningakatan pengetahuan tentang penggunaan komputer dan internet dalam pemelajaran, pengembangan aplikasi power point untuk menunjang perencanaan pembelajaran, dan peningkatan kompetensi mengajar dengan memberdayakan internet.

Pemberdayaan diarahkan pada sepuluh fungsi utama internet, yaitu sebagai media

  1. Research
  2. Communication
  3. News
  4. Social Networking
  5. Shopping
  6. Education
  7. Official Sites
  8. Lesson Plans
  9. Download
  10. Online Games

Sebagian materi yang disajikan terlampir dalam power point yang diadopsi dan diadaptasi dari berbagai sumber dari internet seperti  di bawah ini.

[download id=”2923″]

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments

12 comments

internet sangat penting dalam membantu pembelajaran di kelas dan luar kelas, cuma jangan dipergunakan untuk hal-hal yang negatif ketika pembelajaran berlangsung.

Bagaimana kita memberdayakan BB siswa agar lebih bermanfaat dalam pembelajaran…., perlukan siswa dilarang membawa BB ke sekolah .? Mohon saran-sarannya. terima kasih

Di negara maju, di sekolah berkeunggulan, siswa dilarang menggunakan HP di sekolah. Masalahnya guru sulit mengarahkan siswa menggunakan atau tidak menggunakan HP. Bisa terjadi saat guru mengajar sesuatu, murid belajar atau mengerjakan yang lain bermedia HP. Jika hal itu tidak dapat dicegah, maka guru perlu meningkatkan perhatian terhadap penggunaan HP selama siswa belajar. Guru hendaknya menyadari bahwa HP dapat diintegrasikan sebagai media belajar. Jika tidak, siswa akan mengatur menurut kepentingannya sendiri. Salam

Pemberdayaan guru thd teknologi komputer sangat penting untuk mengupdate penrkembangan pendidikan regional dan global sehingga mutu pendidikan kita bisa mensiasati lompatan setara dengan pendidikan di negara negara maju. Ayo kawan semangat untuk memajukan kualitas pendidikan anak anak kita dan selamat hari ultah Guru sukses untuk kita semua

Assalamu’alaikum Wr Wb
Pak Rahmat yang terhormat terima kasih motivasinya,saya masih perlu banyak belajar dari rekan rekan guru yang lain untuk meningkatkan kualitas mengajar demi masa depan anak cucu kita

aslm. pak yang terbaik mengijinkan siswa bawa hp atau tidak? teknologi memang canggih tetapi norma etika tetap dipertahankan. saya resah dengan siswa/siswi yang menggunakan hp secara negatif. pak bagaimana solusi terbaik dalam menyadarkan mereka tentang teknologi yang positif, khusus siswa smk? terima kasih pak. salam dari ps s2 ciangsana.

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Pak Toto PHd, berkali-kali menyatakan bahwa salah satu sekolah tekemuka di Amerika tidak memperkenankan siswa menggunakan HP di sekolah. Karena sekolah memiliki sarana yang canggih untuk mengacak gelombang HP di lokasi sekolah, maka HP tidak dapat siswa gunakan. Di Indonesia HP bebas digunakan, namun pendidikan belum mengintegrasikan fungsi HP sebagai sumber daya pendidikan. Penggunaannya ada dalam otonomi siswa. Dengan demikian, jika HP masih tetap akan digunakan, maka yang perlu adalah mengurangi aspek penggunaan yang negatif dengan yang positif melalui internpensi peran guru yang menggunakan HP sebagai sarana belajar, mendidik, yang diintegrasikan oleh jejaring TIK termasuk HP.