School Buzz Marketing

Dalam kegiatan ekonomi Buzzmarketing  dikenal luas sebagai salah satu strategi pemasaran paling nge-tren saat ini. Strategi yang menghindari persaingan dengan cara mendorong sesuatu yang dipasarkan menjadi bahan perbincangan luas. Buku yang berjudul Buzzmarketing ditulis Mark Hughes, 2005,  terbitan Elex Media Komputindo Jakarta, mengupas secara mendalam tentang strategi marketing  dengan menggunakan kiat pemberitaan agar sebanyak-banyaknya orang angkat bicara. Ada baiknya para pengelola lembaga pendidikan meningkatkan pemahaman mengenai cara menerapkan strategi ini. Mark Hughes telah membuktikan bahwa strategi efektif dengan menghasilkan keuntungan besar dari alokasi biaya murah. Masalah utama  dalam penerapan strategi ini adalah bagaimana lembaga menjadi magnet sehingga menjadi bahan perbincangan media.

Mengimplementasikan strategi bussmarketing untuk kempentingan promosi sekolah dapat jadi terobosan baru. Selama ini pemikiran tentang bagaimana memasarkan lembaga pendidikan agar menjadi pencitraan pasar semakin penting. Mengembangkan sekolah dari siswa sekolah sebagai industri pelayanan jasa semakin mengental karena persaingan semakin ketat. Menarik minat calon siswa dari orang tua yang berkecukupan secara nyata semakin banyak dipikirkan pengelola lembaga pendidikan. Dengan keberdayaan modal yang semakin kuat banyak peluang sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada orang yang kurang mampu dalam rangka mengembangkan tanggung jawab sosial.

Buzzmarketing dalam pengalaman Mark Hughes secara terencana menggunakan enam kiat pemberitaan agar agar menjadi bahan pembicaraan luas, yaitu;

  1. membicarakan hal tabu.
  2. mempublikasikan hal yang luar biasa.
  3. menyampaikan hal yang menyakitkan atau memalukan.
  4. menyampaikan hal yang menggembirakan.
  5. mempublikasikan hal yang mudah diingat.
  6. mempublikasikan rahasia.
Beberapa sekolah terkemuka menerapkan berbagai kiat itu untuk membangun citranya. SMA Negeri 3 Semarang secara empirik menerapkan strategi buzzmarketing untuk membangun pencitraan sekolahnya. Dalam tahun pelajaran ini dipubliksaikan keberhasilan siswa dalam meraih prestasi taraf internasional seperti melalui Kompas atau media lain. Setelah media besar memuatnya, sekolah menyebarkan informasi itu melalui milis. Di samping itu, melalui relasinya mengirim SMS bahwa media besar memuat info berharga tentang sekolahnya. Iformasi berharga menyebar dan menjadi bahan perbincangan.
Model buzzmarketing pernah dilakukan SMA BPK Penabur Banten pada saat siswanya meraih juara dalam olimpiade Fisika berberapa tahun lalu. Foto pemenang dipasang indah di ucapan selamat dari sekolah dalam baliho yang dipajang di jalan tol Jakarta Cikampek. Besarnya layar baliho sama dengan iklan calon gubernur yang tidak menang pilkada. Penyampaian ucapan selamat  sekolah di jalan raya telah mendongkrak citra sekolah melalui buzzmarketing karena setiap orang lewat paling tidak membacanya…atau memperbincangkannya.
GP

dalam menentukan hal yang memungkinkan menjadi bahan perbincangan luas.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments