Sandiakala Kurikulum 2013

Ketika Menteri Muh. Nuh memegang tampuk kekuasaan di Kemendikbud, beliau tak kuasa mencegah Mahkamah Konstitusi pada tanggal 8 Januari 2012 nasib RSBI berakhir dengan ketuk palu Mahkamah Konstitusi. Keputusan MK nomor 5/PUU-X/2012 yang dibacakan oleh Ketua MK Moh. Mahfud MD “Menyatakan mengabulkan permohonan para Pemohon untuk seluruhnya …RSBI dibubarkan.

Hingga saat ini keputusan itu disesalkan banyak pihak karena telah menumpas spirit perbaikan mutu pendidikan yang sedang tumbuh di sekolah-sekolah yang terpilih sebagai model pelopor pembaharuan mutu pendidikan di tiap kabupaten kota. Spirit pembaharuan mutu pendidikan yang tumbuh memang belum dapat mendorong perbaikan mutu seperti yang publik harapkan, namun kondisi  ini direspon dengan cara kurang sabar karena di beberapa daerah program ini telah menimbulkan rasa kurang adil akibat RSBI mendapat bantuan yang berbeda daripada sekolah kebanyakan. Di samping itu, beberapa RSBI di daerah tertentu mendapat sokongan publik  dalam bentuk sumbangan dana, sekolah lain tidak. RSBI digagas semasa menteri pendidikan pendahulu Pak Nuh. Kebijakan itu tak teselamatkan di menteri pelanjutnya. 

Pada tanggal 5 Desember 2014 pelaksanaan kurikulum 2013, bernasib sama. Berubah pada masa tampuk kuasa ada di menteri pelanjutnya. Dampak yang ditimbulkan terhadap spirit perbaikan mutu hampir sama. Spirit yang sedang berkembang disurutkan ke belakang. Ibarat pesawat yang telah siap lepas landas disurutkan lagi. Jiwa yang siap terbang harus kembali  lagi ke terminal dengan tiga pernyataan 

1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. B

2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013.

3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek.

Kita mengakui bahwa dalam pelaksanaan kurikulum 2013 masih banyak kendala. Namun diakui oleh para guru konsep pembaharuan mutu pendidikan melalui penerapan kurikulum ini cukup untuk mendorong guru untuk berubah sehingga pelayanan pendidikan akan menjadi lebih baik. Dan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, masih memerlukan waktu dan proses terutama dalam membantu guru untuk menguasai strategi pembelajaran sesuai dengan harapan pada kurikulum.

Dari pengalaman membantu mengawali perubahan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 yang palin banyak dikeluhkan guru adalah beban belajar siswa yang terlalu berat, penilai yang terlalu rumit, dan sumber belajar yang terlambat tersedia. Semoga dengan adanya waktu perbaikan sebagaimana yang direncakan dapat meningkatkan mutu pemodelan yang lebih baik lagi sehingga kelak sekolah-sekolah dapat belajar dari sekolah model dengan cara yang lebih baik pula.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments

1 comments

Kadang pahit harus ditelan, pendidikan jadi mainan para pemangku kepentingan. Seharus menjadi menjadi moment bagus untuk memacu ketertinggalan, yang telah lama terpuruk perekrutan tenaga pendidik. Tetap semangat mencerdaskan anak bangsa.