Program Tahunan Sekolah Yang Lebih Fungsional dan Efektif

Beberapa sekolah baru mulai menerapkan kurikulum 2013, yang sudah lebih dulu menerapkan sedang beradaptasi pula menguatkan pendidikan karakter dan lebih mendorong penguatan program literasi. Berlakunya permendikbud tentang SKL, isi, proses, dan penilaian; serta berubahnya instrumen akreditasi talah menggeser beberapa sasaran pemenuhan standar dengan taget yang berbeda. Karena itu, program jangka menengah sekolah maupun program tahunan serta merta harus direviu.

Karena adanya beberapa pergeseran itu, maka pelaksanaan tugas pengawas pada awal tahun pelajaran ini disibukkan dengan memfasilitasi sekolah menyelaraskan bebagai program yang dipelurkan sekolah. Di antara yang menjadi prioritas adalah penyelesaian KTSP dan program jangka menengah dan program tahunan sekolah. Tiga program ini didorong untuk diselesaikan terlebih dahulu karena semuanya menduduki posisi strategis dalam mengarahkan satuan pendidikan untuk merumuskan dan mengarahkan kegiatannya agar mencapai tujuan pendidikan yang diharapkannya.

Yang menjadi pertimbangan dalam menyusun programĀ  tersebut ialah beberapa pengalaman penting yang sudah dilalui sebelumnya. Dalam proses penyusunan program jangka menengah dan program tahunan sebelumnya sekolah menerapakan pendekatan analisis SWOT. Penerapan pendekatan ini memerlukan data input yang diolah dari internal dan eksternal sekolah. Teknik berpikir tim pengembang seperti tim sepak bola yang telah setahun penuh menghadapi lawan tanding. Kalah menang sudah dilalui. Di awal tahun target baru harus ditetapkan. Untuk mencapai targetĀ  tim harus menghitung kekuatan, kelemahan secara internal, dan peluang serta ancaman dari luar. Analisis ini merlukan ruang dalam program yang banyak, di samping pemikiran yang lebih luas.

Penyederhanaan dapat dilakukan dengan memangkas analis kondisi ekternal secara tersendiri jika pengembangan program menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Dalam penerapan langkah ini, memelukan tiga langkah strategis yaitu;

  • Menganalisis pencapaian program tahun sebelumnya.
  • Mengidentifikasi masalah sebagai kesenjangan antara yang dicapai dengan yang diharapkan.
  • Menentukan kegiatan untuk memecahakan masalah dalam setiap standar.

Melalui penyederhanaan ini, semoga sekolah dapat menyusun program lebih yang lebih ringkas dan lebih efektif. Berikut contoh kerangkan program tahunan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Model Templet Program Tahunan Sekolah 2017

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments