Prilaku Belajar yang Menyimpang di Sekolah

Selama di sekolah dapat belajar, tetapi dapat pula tidak belajar. Siswa dapat mempelajari yagn sekolah ajarkan, namun dapat belajar tentang yang tidak sekolah ajarkan. Pernyataan ini mengingatkan saya  ketika bertemu dengan rombongan guru-guru dari Spanyol. Persoalan utama mereka adalah sebagian siswa yang berada di sekolah tidak belajar, siswa berada di sekolah hanya bermain. Persoalaan di sekitar kita berbeda. Selama saya menjadi guru menghadapi hampir seluruh siswa datang ke sekolah tepat waktu. Selama  di sekolah hanya satu dua siswa saja syang memiliki penyimpangan prilaku belajarnya. Di antaranya kalau di SMA menghindari pertemuan dengan beberapa guru. Saat guru tertentu mengajar, siswa mengindar dengan cara meninggalkan kelas. Biasanya setelah  guru bertemu dan berkomunikasi masalah selesai.

Harapan guru adalah murid mempelajari yang guru ajarkan. Jadi ada keselarasan antara aktivitas guru dengan siswa. Namuan kenyataan tidak selalu seperti yang guru harapkan. Guru sering mendapatkan kondisi saat guru mengajar murid mempelajari yang guru ajarkan. Ada kalanya saat guru mengajar, siswa main catur di bawah kolong meja. Persoalaan dapat menjadi runyam jika ketahuan oleh guru, emosi guru akan lebih berkobar dibandingkan dengan saat mendaatkan fakta guru mengajar, murid tidak belajar, alias tidur..

Belakangan fenomena berkembang sejalan dengan perluasan fungsi Handphone yang semakin pintar di tangan siswa. Di beberapa sekolah persoalan siswa mempelajari hal yang bukan guru ajarkan semakin sering dilakukan dan semakin banyak guru yang tidak mengetahuinya. Siswa sering berselancar mengeksplorasi berbagai informasi di luar yang guru harapkan. Pada saat perkembangan  internet yang belum meluas, video porno menjadi masalah besar bagi sekolah. Pada sebagian sekolah ketika dilakukan razia terbukti pada banyak HP siswa yang menyimpan gambar atau video porno.

Kini rajia sekolah tidak banyak lagi dilakukan karena sepertinya nilai yang dianut para guru pun sudah berubah. Kepedulian untuk mencebah pernyebaran gambar atau video yang diharapkan dulu sekolah bendung dengan cara melarang siswa menggunakan HP. Kini, sekolah menyerah karena orang tua siswa pun melengkapi anak-anaknya dengan HP dengan alasan keperluan. Dan, pembatasan pun buyarlah sudah, karena HP siswa pun terintegrasi pada jaringan internet.

Pada saat perangkat teknologi komunikasi dan informasi berkembang menjadi kebutuhan siswa, antisipasi sekolah tidak secepat perkembangan penggunaan teknologi. Hal ini dapat dilihat dari lemahnya strategi pembelajaran untuk memanfaatkan teknologi. Perkembangan inisistif sekolah untuk memanfaat teknologi di tangan siswa terlalu sedikit sehingga siswa memiliki peluang lebih banyak mengembangkan inisiatifnya sendiri.

Yang cukup mengagetkan ketika anak SMP di Jakarta menggunakan perangkat video untuk merekam prilakunya yang menyimpang. Disinyalir bahwa penggunaan teknologi untuk mereka prilaku menyimpang pada kalangan siswa sekarang sedang berkembang jauh lebih cepat daripada yang para pendidik dan orang tua duga. Fenomena kolaborasi siswa untuk merekam kelakuan yang aneh-aneh terjadi di sekolah.

Perubahan tata nilai tersebut terjadi tidak hanya karena dukungan tenologi yang semakin meluas, tetapi di antaranya karena penyikapan lembaga pendidikan yang terlambar mengikuti perkembangan. Hal yang menarik, sejalan dengan  kecendrungan sekolah dibangun dengan cara semakin banyak ruangan dan semakin bertingkat-tingkat tidak diikuti dengan tingkat pengawasan yang meningkat. Sekali pun cctv berkembang luas penggunaan di sekolah, senyatanya belum cukup digunakan untuk memantau prilaku siswa pasca belajar di  siang hari. Banyak sekolah yang membiarkan siswa melaksanakan aktivitas tanpa pengawasan di luar jam pelajaran. Karena itu, sekolah kini berkembang menjadi tempat belajar yang lain.

Kondisi ini tentu harus diantisipasi dengan baik. Sekolah wajib melakukan pengawasan lebih intensif terhadap aktivitas siswa di luar jam pelajaran. Hanya dengan cara ini kita akan dapat membatasi penyimpangan prilaku belajar siswa di sekolah.

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments

1 comments

Memang sangat memprihatinkan … apalagi apabila meihat kasus yang sedang marak saat ini, jadi khawatir dengan anak sendiri, takut terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.