Perbedaan Prinsip Antara Finlandia dengan Korea Selatan dalam Membangun Keunggulan Pendidikan

Laporan singkat hasil tes tahun 2014, siswa Singapura dan Korea mendapat nilai tertinggi di dunia dalam tes PISA-OECD dalam pemecahan masalah secara kreatif. Mereka menjadi pembelajar tercepat, penemu tercepat, dan  dapat memecahkan masalah terstruktur dalam konteks yang belum dikenalnya.

 

Hasil ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikkan Korea Selatan memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan Finlandia. Kedua Negara ini sama-sama unggul dengan menerapkan prinsip yang berbeda.

Finandia menganut faham bahwa pendidikan itu mesti mengintegrasikan keketatan atau disiplin tinggi dan suasana yang santai sehingga suasana belajar mesti penyenangkan. Setiap jangka waktu 45 menit siswa didorong berkonsentrasi, maka 15 menit berikutya siswa bermain. Finlandia yakin bahwa belajar harus menyenangkan, tidak terlalu banyak tes karena akan mengurangi peluang siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keatif.

Untuk mendukung itu, maka tak perlu ada persaingan, siswa yang diranking, setiap individu tumbuh dalam kolaborasi sehingga jauh dari kompetisi. Perbaikan atas hasil yang belum sesuai harapan dipecahkan dalam kelompok. Oleh karena itu kerja sama kelopok telah menjadi  media amat penting, setiap individu berkembang dalam kerja sama kelompok.

 

Korea Selatan sukses dalam mengembangkan pendidikan dengan menerapkan prinsip yang berbeda. Korea Selatan mencapai sukses luar biasa, mengantarkan warganya 100% melek huruf, semua belajar dengan keras. Cara menaikan derajat keilmuan, melanjutkan sekolah, dan mendapat kerja harus dengan tes yang ketat.

Persaingan, belajar dengan tekun, bekerja keras untuk menjadi yang terbaik adalah tertanam dalam jiwa mahasiswa Korea; seluruh lingkungan sekitar anak  termuasuk dukungan (orang tua, keluarga, dan guru) secara aktif terlibat dan diarahkan pada tujuan yang sama: siap dan berhasil mengikuti tes. Siswa diarahkan pada jalur dan tujuan yang jelas yaitu memenangkan persaingan.

Dengan belajar sungguh-sungguh dan kerja keras diyakini Korea Selatan, siswa akan berhasil mencapai target yang diharapkannya. Demikian pula dengan Finlandia dengan model perlakuan terhadap siswa yang lembut dan guru yang mendapat kebebasan berinovasi dalam memberikan pelayanan yang mendidik telah terbukti menangguk sukses menghasilkan pendidikan yang sangat unggul kebermaknaannya sehingga menjadi pelajaran bagi bangsa-bangsa yang lain.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments