Peran Guru BK dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013

Dalam berbagai pergeseran paradigma pembelajaran maupun pendidikan secara lebih luas, peran guru Bimbingan dan Konseling makin penting. Hal tersebut sejalan dengan masalah yang siswa hadapi semakin kompleks sehingga semakin banyak siswa yang memerlukan pendampingan agar dapat membantu mengenal dirinya dan lingkungannya agar ia dapat menempatkan diri di tengah lingkungan yang dinamis.

Dalam pelaksanaan pekerjaannya di sekolah guru Bimbingan dan Konseling dipengaruhi oleh persepsi kepala sekolah dan rekan sejawatnya terhadap pekerjaannya. Sebagian sekolah memandang bahwa pekerjaan bimbingan dan konseling adalah menyelesaikan masalah yang muncul pada siswa. Jika siswa berkelahi,¬† meninggalkan pelajaran tertentu karena hubngan baik dengan gurunya terkendala, sering tidak masuk sekolah, ada persoalan di rumah sehingga menggangu semangat belajarnya, penyalah gunaan narkoba, pernyimpangan seksual….dan banyak lagi masalah yang sering muncul di sekolah. Masalah seperti itu, menjadi menu sehari-hari guru pembimbing.

Permasalah itu muncul karena sebagian pengelola sekolah sering memandang bahwa yang menjadi urusan bimbingan konseling jika siswa berperilaku meleset dari yang diharapkan. Sementara itu, siswa yang berperilaku baik dipandang tidak memerlukan bimbingan khusus, mereka dapat menentukan cara mengembangkan dirinya secara mandiri. Padahal tantangan sesungguhnya bagi sekolah adalah bagaimana meningkatkan daya juang kelompok bawah agar memiliki motivasi memperbaiki diri, kelompok siswa kebanyakan atau kelompok tengah dapat menyelesaikan studinya sesuai target, dan membantu kelompok yang memiliki bakat dan kecerdasan tinggi dapat berprestasi.

Apa yang siswa perlukan dalam pelaksanaan kurikulum 2013?

Pada pundak pendidik terletak tanggung jawab meningkatkan penjaminan lulusan  sekolahnya beretika, jujur, disipling, berkecerdasan sosial, cerdas spiritual, berahlak, berkepemimpinan, serta meiliki motivasi tinggi untuk menjadi manusia yang mendapatkan posisi yang tinggi dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Siswa aktif mencari tahu, aktif mengemukakan pendapat, aktif menjawab pertanyaan, aktif mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan sehingga pelaksanaan belajar adalah beraktivitas dan berkarya.

Ynag tidak kalah penting, siswa pun harus terampil belajar, terampil berpikir, terampil berkreatasi dengan menerapkan pengetahuan yang dimiliknya menjadi buah karya yang berguna untuk kehidupan.

Ketiga dimensi kompetensi sebagaimana yang diharapkan kurikulum merupoakan mengandung nilai kebaikan yang tidak mudah diwujudkan. Pada setiap kompetensi yang diharapkan setiap siswa berpelung untuk mencapai target yang diinginkan dan berpeluang juga menyimpang dari yang diharapkan. Peran bimbingan dan konseling sangat diharapkan dapat meningkatkan penjaminan bahwa siswa yang dibimbingnya mengarah pada target yang diinginkan.

Untuk menjamin itu, maka layan bimbingan koseling diharapkan dapat diberikan kepada semua siswa, dan semua siswa mendapat penjaminan untuk mencapai kompetensi yang sekolah harapkan.

  • [download id=”3248″]
  • [download id=”3249″]

 

Artikel Terkait:

Peran Guru TIK dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments