Penilaian Autentik Penggerak Efektivitas Belajar Siswa

Apakah Penilaian Autentik?

Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna  atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah tersebut bersinonim dengan kata asli, nyata, valid, atau reliabel. Pelaksanaannya cenderung memusatkan pengukurannya pada tugas-tugas kompleks yang kontekstual, yang memungkinkan peserta didik menunjukkan kompetensi mereka dalam perilaku yang mencerminkan realitas kehidupan nyata. Karena itu, penilaian tersebut sangat relevan dengan pendekatan tematik  terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar dalam pengembangan tugas-tugas yang relan dengan kehidupan siswa.

Penilaian hasil belajar autentik dapat mendorong siswa untuk mengeksplorasi, berdiskusi, dan  membangun konsep dan hubungan dengan konteks dalam merumuskan masalah yang diangkat dari kehidupan. Penilaian diarahkan pada mengukur perkembangan kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas-tugas agar siswa tertarik  pada materi yang mereka pelajari.

Penilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian yang menggunakan standar tes berbasis norma, pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, atau membuat jawaban singkat dalam penilaian yang biasa digunakan sebelum pelaksanaan K13. Namun demikian penilaian seperti lazimnya tetap dapat digunakan sebagai cara menilai perkembangan hasil belajar siswa.

Penilaian Autentik Lanjutan Pembelajaran Autentik

Penilaian autentik sesungguhnya merupakan tindak lanjut dari pembelajaran autentik yang mengembangkan pengetahuan siswa, meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, mengembangkan keterampilan sosial dalam menyikapi dunia nyata.

Penilaian yang direncanakan mendorong siswa siswa berkreasi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang bermakna dan menarik saat proses pembelajaran.  Mereka mendapat mendapat inspirasi dari konteks kehidupan yang kaya, berkreasi dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyelesaikan tugas dalam situasi baru dan berlatih menghadapi kompleksitas menyelesaikan tugas seperti tenaga professional dalam kehidupan seperti yang dijalankan para pegawai yang senyatanya.

Apa Yang Mesti Guru Persiapkan?

Sebelum pembelajaran di rancang, guru hendknya memiliki cita-cita bahwa proses pembelajaran yang diampunya selama jangka waktu tertentu akan menghasilkan pencapaian kompetensi tertentu yang terukur. Kompetensi itu dirumuskan dalam rencana pembelajaran. Kemampuan merumuskan indikator pencapaian kompetensi  yang  terukur.

Agar penilaian autentik dapat mencerminkan hasil belajar belajar siswa secara terpadu, maka setelah memetakan kompetensi  guru menentukan strategi pelaksanaan pembelajaran yang dapat menguatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan dinilainya. Contoh yang cocok  sebagai bahan penilaian seperti mengukur daya respon mereka dalam  aktivitas sehari-hari seperti menjalankan fungsi sebagai pengendar speda motor. Dalam melaksanakan perannya  ia mengerjakan berbagai aktivitas yang dikerjakan pada waktu yang bersamaan.

Beberapa komponen yang dapat dinilai dari pekerjaa siswa di antarnya dapat

  • mengendalikan stang,
  • mengatur penggunaan rem,
  • mengatur posisi duduk dalam belokan,
  • berkonsentrasi atau memperhatikan jalan
  • mengatur kecepatan
  • mengontrol ke belakang.
  • Menunjukkan kesabaran
  • Menunjukkan kehati-hatian.
  • Mematuhi rambu lanlintas.

Semua aktivitas yang akan diukur pada dasarnya lahir dari cita-cita guru yang dituangkan ke dalam perencanaan target kompetensi dan menentukan cara penilaiannya Perilaku  yang memenuhi kriteria dapat mereka  lakukan apabila telah terlatih dan terbiasa. Daya akurasinya meningkat karena pengalaman mengulang-ngulang. Jika guru hendak menilai kompetensi seperti ini, maka pada proses ini guru perlu memperhatikan secara bersamaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang siswa tunjukkan. Guru tentu harus berada dalam mobil yang siswa kendarai.

Dalam pembelajaran dalam kelas langkah kegitan yang harus guru siapkan dapat dilihat seperti pada contoh berkut ini

  • Guru dan siswa menyepakati tujuan pembelajaran
  • Siswa, dalam bibingan guru, mengobservasi peristiwa yang ada di sekitar kehidupan mereka  dan menentukan masalah
  • Siswa membentuk kelompok kecil untuk memecahkan masalah dan menentukan target yang haru dicapai dalam diskusi.
  • Siswa mencari informasi untuk memecahkan masalah Siswa menentukan cara untuk menyelesaikan masalah.
  • Siswa menuliskan hasil dan melaporkan diskusi dalam bentuk essay
  • Siswa meminta pendapat pihak lain untuk menguji kebenaran karyanya.
  • Guru menilai karya siswa.

Model kegiatan seperti ini siswa perlu didorong untuk mendapatkan masalah yang belum dikenal sebelunya, mendapatkan informasi baru, dan menciptakan sesuatu  yang baru bagi mereka.

Ciri Penilaian Autentik 

Ciri penilaian autentik memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Mengukur seluruh kompetensi yang meliputi kinerja dan produk belajar.
  2. Melaksanakan penilalan selam proses pembelajaran dan sesudah pembelajaran berlangsung.
  3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai data yang menggambarkan perkembangan penguasaan kompetensi.
  4. Tes hanya merupakan sebagaian dari data penilaian.
  5. Tugas-tugas yang siswa kerjakan merupakan bagian dari kehidpan.
  6. Penilaian menekankan pada pendalaman dan keluasan kompetensi.

Unsur yang Dinilai

Seluruh kinerja dan produk hasil belajar siswa yang terkait dengan kehidupan nyata dapat guru nilai berupa

  1. Penampilan peserta didik dalam mendemonstrasikan aktivitas tertentu yang sesuai dengan target pencapaian kompetensi yang diharapkan dalam RPP.
  2. Karya tulis sebagai hasil laporan kegiatan kelompok
  3. Karya siswa dari tugas-tugas yang guru berikan.
  4. Hasil tes tertulis.
  5. Laporan pengerjaan proyek dalam rangka melihat perkembangan kompetensi dalam menguasai dan menerapkan pengetahuan.
  6. Jurnal, catatan
  7. Kumpulan tugas selama periode tertetentu (misalnya: satu semester)
  8. Laporan hasil percobaan atau hasil disskusi
  9. Karya inovatif siswa.
  10. Laparan hasil observasi.

Dengan demikian, penilaian autentik dapat dilaksanakan secara optimal jika guru mengarahkan siswa belajar secara autentik pula.

Referensi:

  • http://www.unpak.ac.id/plpg/Bahan_Penilaian_Autentik_plpg_2015.pdf
  • http://digilib.uin-suka.ac.id/15957/1/BAB%20I,%20V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments