Pencapaian Kompetensi Berkreasi: Menyelesaikan Masalah

Pernecahan Masalah

Menyelesaikan masalah adalah kompetensi yang diperlukan oleh setiap orang. Masalah itu sendiri datang dari keinginan yang terus tumbuh bersamaan perkembangan kehidupan. Kondisi nyata selalu tak sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Masalah datang silih berganti. Setiap tumbuh harapan baru, datang pula masalah yang baru yang tidak dikenali sebelumnya. Kerena itu setiap orang perlu terus belajar mengenali dan memiliah masalah yang paling penting untuk diselesaikannya.

Pada konteks itu pembelajaran perlu meningkatkan kemampuan siswa untuk mengamati fakta dengan seksama, merumuskan masalah yang dinyatakan dalam pertanyaan sebagai awal dari proses belajar yang sesungguhnya. Belajar sebagai proses merumuskan masalah dan menyelesaikan masalah dan menghasilkan karya. Belajar merupakan porses untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan dan menggunakan pengetahuan untuk menghasilkan karya yang berguna pada kehidupan.

Dengan demikian, merumuskan masalah dalam proses belajar merupakan kreasi atau mencipta. Apalagi jika siswa dapat belajar menaruh perhatian terhadap lingkungannya, merumuskan masalah karena rasa ingin tahunya, mencari informasi sendiri, dan membuat karya dengan berbasis penyelesaian masalah.

Namun demikian, kompetensi perumusan masalah dan pemecahan masalah dilihat dari pelaksanaan pendidikan saat ini belum tampak diujikan. Karena itu saya sajikan model indikator kompetensi perumusan masalah  sebagai bagian dari HOTS.

Model Analisis Kompetensi Berkreasi dalam Perumusan Masalah

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments