Pembelajaran Inovatif dan Kreatif

Istilah kreatif dan inovatif telah menjadi bagian pemahaman dari pengetahuan pendidik. Namun demikian, dalam mengubah pemahaman ke dalam bentuk aksi pembelajaran dalam kelas para pendidikan masih sering mendapatkan kendala dalam memilih tindakan yang tepat agar pelaksanaan pembelajar dpat mendorng siswa lebih inovatif dan kreatif .

Inovasi dalam kamus ekonomi bermakna sebagai proses kerja untuk menghasilkan layanan atau produk baru yang lebih memuaskan pelanggan. Berdasarkan pengertian itu, maka  pembelajaran yang  inovatif merupakan proses pelaksanaan yang lebih baik daripada sebelumnya atau lebih terbarukan sehingga pencapaian kompetensi siswa lebih memuaskan. Dari pernyataan singkat dapat ditegaskan ulang bahwa inovasi itu merupakan proses atau hasil yang lebih baik daripada yang dicapai sebelumnya.

Keatif mengandung makna sebagai kapasitas diri. Orang kreatif memiliki kapasitas diri dalam

Mengamati fakta, merumuskan data, dan menakta, merumuskandan menemukan cara menyelesaikan masalah dengan tepat.
2⃣ mengembangkan ide baru.
3⃣ menemukan atau     menciptakan hal baru.
4⃣ berpikir mandiri atau menguasai metakognisi sehingga dapat menemukan cara belajar dalam memperluas pengetahuan sendiri.
5⃣ menyatakan pikiran dalam proses menemukan cara baru.

Makna baru itu relatif, tidak harus yang paling mutahir, jika siswa mempelajari sesuatu hal baru bagi mereka maka kegiatan itu masuk dalam kategori kreatif.

Berdasarkan uraian singkat tersebut maka contoh pencapaian kompetensi inovatif seperti berikut:

♥ menggunakan cara yang berbeda dengan contoh …
♥mengembangkan gagasan baru untuk memperbaiki sistem layanan ….
♥menciptakan perangkat lunak untuk mempercepat …
♥merumuskan rencana perbaikan ….

Kegiatan kreatif dapat dilihat pada proses berikut:

  • Merumuskan masalah
  • Mengembangkan proyek tertentu dalam bentuk tugas.
  • Merancang proposal untuk melaksanakan kegiatan.
  • Mengevaluasi tingkat keberhasilan dalam mengerjakan tugas.

Modeil-model tersebut dapat dimantapkan dengan cara menilai proses dan hasil belajar siswa dengan kreatif pula. Karena pada akhirnya, tingkat inovasi dan kreativitas siswa dapat dikembangkan dengan didorong untuk mewujudkan tujuan belajar yang tinggi dan dengan penilaian yang sesuai dengan yang hendak diwujudkan.

Berikut bahan panayangan untuk menyiapakan dan mengevaluasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk memandu guru:

[download id=”3308″]

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments