Pelatihan Mengembangkan Pembelajaran Aktif

Hasil pengamatan terhadap guru-guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  dan pelaksanaan tugas profesinya dalam kelas telah dilakukan dalam satu minggu pada akhir bulan Septermber 2017. Penentuan fokus utama pengamatan berdasarkan  pertanyaan  “Bagaimana guru merumuskan tujuan pembelajaran? dan Bagaimana mereka merumuskan penilaian?”p

Dari hasil kegiatan pengamatan telah terhimpun fakta praktik baik guru menentukan tujuan pembelajaran yang belum spesifik.  Analisis selanjutnya menggunakna model  SMART
Specific : Indikator yang dibuat haruslah berfokus pada
satu perilaku .
Measurable : Indikator harus dapat diukur.
Achievable : Indikator harus bisa siswa capai
Reality : Indikator harus nyata atau realistik.
Time : Penetapan indikator memperhitungkan waktu yang tersedia.

Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar rumusan tujuan atau indikator pencapaian kompetensi belum spesifik. Sekali pun di sekolah telah banyak tersebar daftar kata kerja operasional dan dapat diperoleh pula dengan mudah melalui internet, namun daftar kata kerja itu belum membantu mempermudah guru. Selain tak menggunakan kata kerja operasional, sebagiannya dirumuskan dengan menggunakan kata kerja ganda. Contoh yang ada seperti “siswa memahami dan dapat menjelaskan definisi…..” adalah fakta yang sering muncul.

Fakta lain menunjukkan bahwa  indikator pencapaian kompetensi telah guru tetapkan, maka tantangan guru adalah menentukan penilaian. Sebagian besar kesalahan yang muncul adalah penilaian tak relevan dengan indikator yang harus diukur atau tak mengukur yang seharusnya diukur. Fakta ini menunjukkan bahwa guru banyak yang belum fokus pada dua sisi penting yang mestinya menjadi perhatian yaitu setelah siswa belajar mereka harus menguasai kompetensi apa saja dan bagaimana cara mengukurnya.

Ketika RPP dibawa ke kelas dalam proses pembelajaran, maka yang terjadi pada sebagian kelas yang sy amati memunculkan fakta lain lagi. Kompetensi guru dalam mengarahkan pembelajaran untuk mencapai tujuan, mengendalikan kegaitan sesuai sintak yang sistematis, penerapan pendekatan saintifik, model pembelajaran inquiri atau problem solving, belajar dengan mengembangkan pengalaman beraktivitas dan berkarya masih memerlukan sentuhan sistem pembinaan keprofesian yang lebih berdaya. Fakta yang diharapkan terjadi masih belum terlihat sebagai praktik nyata dalam kelas.

Belajar dari realita itu, sebaiknya sistem penjaminan mutu sekolah lebih diberdayakan dengan fokus meningkatkan kompetensi guru dalam menjawab pertanyaan berikut:

Setelah pembelajaran selesai siswa harus menguasai kompetensi apa?
Bagaimana menilainya?
Bagaimana cara mengajarkannya agar siswa memperoleh pengalaman nyata sehingga kompetensi yang guru harapkan terwujud?

Permasalah itu tampaknya tak hanya dihadapi oleh guru-guru yang teramati, namun dihadapi juga oleh guru yang lain. Oleh karena  itu, hari ini saya akan mencoba meningkatkan kemampuan guru melalui kegiatan MGMP dengan menggunakan model program pengembangan belajar siswa aktif seperti ini.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments