Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Dalam Penjaminan Mutu Internal Satuan Pendidikan

Pelaksanaan supervisi pembelajaran, sebagai  bagian dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam penjaminan guru menerapan praktik baik dalam mengajar dalam kelas merupakan komponen sistem yang sangat strategis Setelah Indonesia pada tahun 2017 memberlakukan PP 19 Tahun 2017. Pasal 54 ayat (1) menyatakan bahwa Beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

Selama ini praktik supervisi guru oleh kepala sekolah belum terealisikan secara optimal terutama jika dilihat dari dimensi supervisi sebagai bantuan terhadap guru dalam meningkatkan kualitas profesi guru dalam memperbaki proses kerja pada pelaksanaan tugasnya dalam kelas. Supervisi pembelajaran lebih banyak berfungsi sebagai  proses menilai guru dalam memenuhi standar proses dan penilaian.

Jika memperhatikan fakta hasil pelaksasnaan supervisi oleh kepala sekolah atau pengawas menunjukkan tumpukan dokumen hasil pemantauan yang berisi kolom kriteria pemenuhan standar yang didampingi kolom checklist seperti contoh berkut:

 

Model instrumen supervisi semacam itu digunakan pada banyak sekolah. Pada saat pemantauan supervisor mengisi ceklis pada sejumlah indikator yang sudah ditentukan berdasarkan kriteria pemenuhan standar. Kolom catatan yang tersedia pada instrumen secara umum tak mendapat perhatian supvervisor untuk mencatat fakta pratik baik guru sebagai bukti temuan bahwa guru belum memenuhi kriteria standar, memenuhi kriteria standar, atau berkeunggulan karena melebihi kriteria standar.

Kondisi itu telah menyebabkan siapa pun yang hendak melakukan pengecekan ulang untuk menguji ketepatan pemetaan kompetensi tak mungkin dilakukan. Dengan cara itu pula, maka hasil supervisi yang dapat dipatau hanya berupa posisi skor akhir yang diputuskan supervisor seperti contoh berikut:

 

Hasil supervisi seperti tampak pada gambar memiliki keunggulan karena hasil pemantauan disertai bukti hasil yang tercatat. Model itu dapat mengurangi keterbatasan. Web Universitas Sheffield (2017) menyatakan bahwa aktivitas observasi aktivitas mempengaruhi perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya dan karenanya orang lebi bekonsentrasi pada yang Anda amati. Yang diobservasi khawatir dengan yang sebenarnya Anda evaluasi. Guru lebih memperhatikan kualitas pengajaran daripada  membantu siswa belajar. (https://www.sheffield.ac.uk/lets/strategy/ resources/evaluate/general/methods-collection/observation)

Melengkapi tulisan singkat ini, terlampir model hasil supevisi yang dapat digunakan sebagai acuan.

Model Hasil Supervisi 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments