Panduan Penilaian Versi 2017

Dalam usaha meningkatkan efektivitas penerapan kurikulum di satuan pendidikan, Direktorat PSMA mengeluarkan panduan penilaian yang terbaru yaitu panduan versi tahun 2017. Kecuali ringkas pada berapa hal, terdapat kandungan yang lebih sederhana dibandingkan dengan standar lainnya pada K13. Di antaranya, kompetensi K13  yang menjadi target pemenuhan standar adalah pada penguasaan menguasai pengetahuan

Panduan versi tahun 2017, kecuali ringkas pada berapa hal, terdapat kandungan yang lebih sederhana dibandingkan dengan standar yang diharapkan K13. Di antaranya, target kompetensi K13  yang menjadi primadona yaitu  pemenuhan standar kompetensi menguasai pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan  metakognitif. Hal ini telah menjadi standar dalam SKL.

Rupanya hal tersebut tak menjadi target khusus dalam panduan. Coba perhatikan model kisi-kisi sebagai materi panduan, perhatikan format seperti berikut:

Pada matrik kisi-kisi tak tampak kolom konitif untuk mengkategorikan fakta, konsep, prosedur, dan metakogtif. Jika ditelusuru pada K13, setahu saya, tak muncul penggunaan istilah penalaran, sekali pun kita pahami dalam mengembangkan softskill berpikir mengingat, memahami dst terkandung penalaran.

Masalahnya bolehkah kita menyisipkan kolom kognitif (fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi)?  Untuk menyelesaikan masalah ini, agaknya tak terlalu sulit. Kita gunakan kaidah standar. Standar adalah batas minimal. Jika mau ditambah dan itu lebih baik dan ada dasarnya, maka itu kita nyatakan boleh!

Namun tidak demikian untuk menjawab masalah; mengapa menggunakan penalaran? Jika itu yang dimaksud penalaran adalah menghubungkan berbagai data untuk mendapat kesimpulan, maka penalaran sejalan dengan kecakapan berpikir. Di sini titik temunya.

Hal yang lain yang cukup menarik adalah tentang panduan pengolahan hasil penilaian pasca remedial. Selama ini ada beda paham pada guru-guru, nilai yang diperoleh pasca remedial oleh sebagian guru diyakini hanya diakui sampai batas KKM. Lebih dari itu? Tidak karena ditimbang tak adil terhadap siswa sudah memeroleh nilai tanpa melalui remedial.

Kini panduan menegaskan bahwa “Peserta didik diberi nilai sesuai capaian yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti remedial pembelajaran. Misalnya, matapelajaran (Fisika) memiliki KKM 70. Iwan memperoleh nilai harian-1 (KD 3.1) sebesar 50 karena ada beberapa butir soal yang tidak dapat dijawanb dengan benar. Iwan belum mencapai KKM, maka Iwan mengikuti remedial untuk KD 3.1. Setelah Iwan mengikuti remedial dan diakhiri dengan penilaian, Iwan memperoleh hasil penilaian 80. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka nilai harian-1 (KD 3.1) yang diperoleh Iwan adalah 80.”. Dengan demikian panduan menegaskan berikan nilai sesuai dengan yang siswa peroleh.

Kami lampirkan

Artikel terkait

Program dan Instrumen Supervisi Satuan Pendidikan

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments