Model Program dan Instrumen Supervisi Satuan Pendidikan

Tulisan ini disiapkan sebagai bahan pembinaan kepala sekolah dan memfasilitasinya untuk menghadapi akreditasi yang sedang dihadapi sekolah dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pada bagian akhir tulisan saya lengkapi dengan perangkat  dokumen yang sekolah perlukan.

Kita mengetahui bahwa salah satu komponen sistem yang sangat penting dalam sistem penjaminan mutu pendidikan adalah supervisi pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan. Pada saat ini supervisi menjadi bagian dari tugas utama kepala sekolah yang sangat penting, namun  sering terabaikan. Sekali pun begitu, saat akreditasi sekolah dokumen akreditasi menjadi salah satu tagian yang membuktikan  tugas tersebut ditunaikan.

Dalam kondisi sulit, sebagaian sekolah tetap membuat dokumen pelaksanaan supervisi. Dokumen itu biasanya dibuat seolah-oleh merupakan produk dari keterlaksanaan kegiatan, Kasus ketidakjujuran seperti itu sangat mudah dilihat dari ketiadaan bukti pendukung yang menjadi dasar argumentasi untuk menyusun refleksi dan kesimpulan.

Menurut PP 19 tahun 2017 Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 Tengang Guru pasal 54 menyatakan  beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan. Karena itu, fungsi kepala sekolah sebagai supervisor menjadi semakin strategis.

Pengalaman selama ini menunjukkan pula bahwa kegiatan supervisi tak terpogram dengan baik. Hal itu tampak pada struktur program dan keterlaksanaannya tak terkontrol dengan seksama. Program yang dibuat sekolah  biasanya kurang disinergikan dengan program pengawas, padahal dua personal itu memiliki tugas yang banyak beririsan.

Dalam memperingan tugas pengawas dan meningkatkan sinergi antara kepala sekolah, pengawas, dan pihak-pihak yang  turut bertanggung jawab dalam melaksanaan tugas  tersebut selanjutnya dituangkan dalam model program berikut:

Semoga bermanfaat.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments