MKKS sebagai Pilar Pengembangan Profesi Kepala Sekolah

Konsep Efektivitas Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah penentu visi, misi dan tujuan satuan pendidikan yang dikelolanya. Untuk mencapai tujuan, menurut  hasil riset yang dilakukan Leithwood dan Jantzi  hingga tahun 2005 pada buku Linda Darling dan kawan-kawan menyataan bahwa tantangan utama bagi kepala sekolah adalah (1) bekerja sama secara langsung dengan guru dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas melalui evaluasi, supervisi pemodelan, dan dukungan nyata. (2)  Meningkatkan sumber daya dan pembinaan profesi untuk meningkatkan mutu pembelajaran (3) Melakukan koordinasi dan evaluasi implementasi kurikulum (3) memonitor pembelajaran dan hasil penilaian. (4) memonitor secara berkala perkembangan kegiatan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar. (5) Mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai dan membangun harapan siswa, staf, dan orang tua siswa.

Dalam menghadapi tantangan tersebut memerlukan ketangguhan daya kepemimpinan kepala sekolah yang ditunjukkan dengan kemampuan menentukan tujuan, mengarahkan, Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dapat mengelola serangkaian proses dalam menentukan tujuan, mempengaruhi, menggerakan, membimbing, memberdayakan untuk mencapai tujuan. Efektivitasnya diawali dengan kemampuan merumuskan masalah dengan tepat dan menggunakan strategi tebaik untuk memecahkannya. Menggerakan komuntas warga sekelah untuk mendukung dalam membuat dan merealisasikan keputusan. Menyatukan pikiran  dan menggerakan warga sekolah membangun tanggung jawab. Serta mampu mendelegasikan tugas dan wewenang kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi stafnya.

Yang perlu kepala sekolah perhatikan secara khusus adalah keberdayaannya dalam fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran berbeda dengan perannya sebagai administrator manupun manajer. Fokus kepemimpinan pembelajaran mencurahkan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap usaha meningkatkan efektivitas guru mengajar dan siswa belajar. Masalah utama kepemimpinannya terpokus pada “Bagaimana kepala sekolah mengarahkan tindakan-tindakannya yang logis dan terukur sehingga berpengaruh terhadap peningkatan efektivitas pencapaian kompetensi siswa?” dan “Bagaimana memfasilitasi guru agar mampu memperbaiki proses pelaksanaan tugasnya secara bertahap dan berkelanjutan?”

Kolaborasi antarsekolah dalam satu wilayah merupakan strategi untuk mempercepat proses pembelajaran. Menurut James Scott (1987) yang dikuatkan dengan hasil studi Dawn Andersen- Butcher dan yang lainnya (2008) menyatakan bahwa kolaborasi, kemitraan dapat meningkatkan keamanan sekolah dan menunjang pencapaian bidang akademik.Kerja sama dapat mengurangi berbagai hambatan nonakademik sepeterti munculnya berbagai kerenggangan akibat pergesekan sosial. Kerja sama yang baik antar sekolah dapat meningkatkan citra sekolah dalam satu komunitas Kerja sama yang baik antar sekolah menurut James Scott (1987) dapat diisi dengan berbagai kegiatan perbaikan pelaksanaan permbelajaran.

Merespon  perkembangan meningkatnya kegiatan kolaborasi guru melalui kegiatan MGMP, perhatian kepala sekolah yang bisa lepar dari pengembangan program peningkatan keprofesian guru melalui MGMP. Seperti yang diungkap Roger bahwa sampai saat ini, menguatkan pendapat Evans-Stout (1998). kita masih belum memiliki banyak bukti bahwa kolaborasi guru dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan dan keterampillan melaksanakan mengajarnya sehingga berpengaruh terhadap peningkatan efektivitas belajar siswa. Hal menegaskan puila bahwa kepsek perlu menghimpun data tentang pemanfatan hasil guru  belajar di MGMP

Dari berbagai sumber tersebut dapat diperoleh informasi bahwa keunggulan kepala sekolah   ditandai dengan  tujuh karakteristik, yaitu

  1. Mensosialiasikan  visi-misi sekolah secara berkelanjutan.
  2. Memotivasi guru dan siswa dengan melakukan kunjungan kelas yang bermakna dalam memperbaiki proses guru mengajar dan siswa belajar melalui kegiatan supervisi.
  3. Menunjukkan harapan yang tinggi karena kepala sekolah yakin bahwa guru dan siswa di sekolahnya dapat berprestasi.
  4. Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berkolaborasi dengan guru-guru dalam satu sekolah maupun antar sekolah dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran.
  5. Menaruh perhatian besar kepada guru-guru dalam mendiagnosis masalah pembelajaran.
  6. Menciptakan  iklim sekolah yang kondusif sehngga menunjang proses pembelajaran yang efektif melalui kerja sama antar sekolah untuk mengurangi ketegangan akibat kerenggangan sosial dalam suatu komunitas
  7. Memfasilitasi guru-guru berkolaborasi karena hasil penelitian membutikan jika guru semakin kuat  berkolaborasi maka makin berdaya mereka dalam  meningkatkan mutu pembelajaran.

Landasan Yuridis

Kepemimpinan pembelajaran pada dasarnya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas guru. Ada pun tugas profesional dinyatakan dengan jelas pada  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 bahwa guru merupakan tenaga pendidik profesional yang bertugas (1) merencanakan pembelajaran, (2) melaksanakan proses pembelajaran,(3) menilai hasil pembelajaran,(4) melakukan bimbingan dan pelatihan,dan (5) melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tantangan Pragmatis

 Penyelenggaraan sekolah saat ini terdapat tantangan kritis yang perlu mendapat perhatian kepala sekolah. Proses mengayuh perubahan dalam menentukan tujuan, mempengaruhi, menggerakan, membimbing, memberdayakan guru memerlukan kapasitas kepemimpinan yang perlu ditingkatkan secara terus menerus agar efektif dalam menghadapi tantangan berikut:

  1. Meningkatkan kompetensi guru dengan prioritas pada penguatan pengetahuan pedagogik dan profesional, di antaranya, beraktivitas dalam program guru pembelajar.
  2. Meningkatkan keterampilan mempraktikan kompetensi yang telah dikuasainya pada praktik perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian dalam mendukung keberhasilan implementasi K13.
  3. Meningkatkan keterampilan mengembangkan kaya tulis ilmiah sebagai tindak lanjut memperbaiki proses perja melalui pemecahan masalah yang muncul dari pelaksanaan tugas dalam kelas.
  4. Meningkatkan keterampilan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam menunjang peningkatan daya literasi sekaligus melek teknologi.
  5. Meningkatkan efektivitas sasaran kerja pegawai dan menilai prestasi kerja agar kesungguhan dalam melaksanakan tugasnya berdampak terhadap peningkatan karier.
  6. Mengembangkan kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah yang dapat mengembangkan kapasitas diri kepala sekolah dan memfasilitas kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran.

Merujuk pada konsep yang sudah tersajikan, maka kapasitas kepemimpinan kepala sekolah sebagaimana yang diperlukan untuk menyelesaikan berbagai tantang tersebut, maka kerja sama kepala sekolah dalam forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  perlu dikembangkan bersama. Pada forum ini kepala sekolah dapat meningkatkan perhatian tidak hanya dalam meningkatkan kapasitasnya sebagai pemimpinnya dalam mengarahkan kegiatan para guru melalui forum MGMP.

Hambatan

Berdasarkan pengalaman melaksanakan pendampingan para kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya, dapat teridentifikasi beberapa kendala yang perlu ditangani melalui peningkatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran;

  1. Kepala sekolah keterlaksanaan program implementasi kurikulum, namun belum memberikan perhatian pada  pengukuran pencapaian pogram seperti dalam menghadapi perbaikan kompetensi guru.
  2. Keterbatasan data tentang pelaksanaan pembelajaran dalam kelas terkait pada rendahnya efektivitas pelaksanaan supervisi akademik untuk mendapatkan data perbaikan proses belajar dan hasil belajar siswa.
  3. Forum MKKS belum banyak digunakanan sebagai forum komunitas kepala sekolah pembelajar, menurut beberapa sumber, MKKS lebih banyak digunakan sebagai perangkat birokrasi daripada membahas tentang substansi  efektivitas pelasanaan tugasnya.

Alternatif Solusi

Dalam menghadapi berbagai tantangan kritis, maka peran MKKS sebagai wadah komunitas kepala sekolah pembelajar perlu perlu dikembangkan secara bertahap untuk menyelesaikan berbagai masalah, alternatif solusi yang perlu diperhatikan bersama adalah:

  • Mengidentifikasi masalah dan mereviu program sesuai dengan kebutuhan beradaptasi pada perubahan.
  • Mengembangkan peran MKKS sebagai pilar kerja sama dalam mengembangkan kompetensi dan kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.
  • Mendorong  kegiatan MGMP agar dapat mendorong perbaikan kompetensi guru yang berdampak pada perbaikan proses pelaksanaan pembelajaran dalam kelas .
  • Meningkatkan melek teknologi informasi dan komunikasi warga sekolah dalam memperceat proses perubahan.
  • Mengembangkan lingkungan belajar yang kondusif melalui kolaborasi antar sekolah.

Demikian materi ini dikembangkan sebagai bahan pengarahan dan pendampingan kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah untuk menjadi bahan pemikiran lebih lanjut.

Referensi:

Alma Harris and Linda Lambert, 2003. Buliding Leadership Capacity for School Improvement, Open University Pres Maidenhead – Philadelphia.

Linda Darling-Hammond Debra Meyerson Michelle LaPointe Margaret Terry Orr (et all),  2010. Preparing Principals for a Changing World, Lessons from Effective School Leadership Programs, John Wiley & Sons, Inc. All rights reserved. Published by Jossey-Bass A Wiley Imprint 989 Market Street, San Francisco, CA 94103-1741

Dawn Anderson-Butcher, 2008. Hal A. Lawson, Jerry Bean, Paul Flaspohler, Barbara Boone, and Amber Kwiatkouski, Community Collaboration to Improve School: Introducing  a New Model from Ohio. Pro Quest Sociology

Ramat, http://gurupembaharu.com/ikhtisar-modul-kepemimpinan-kepala-sekolah/

Salimudin, M Pd, http://wacana.siap.web.id/2014/07/peranan-kepala-sekolah-sebagai-pemimpin-pembelajaran.html#.V_TVi_l97rc

Scott, James J. – Smith, Stuart C.; http://www.ericdigests.org/pre-927/schools.htm

Yvonne L. Goddard Roger D. Goddard . A Theoretical and Empirical Investigation of Teacher Collaboration for School Improvement and Student Achievement in Public Elementary Schools, University of Michigan Megan, Teachers College Record Volume 109, Number 4, April 2007, pp. 877–896 Copyright © by Teachers College, Columbia University 0161-4681.

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments