Supervisi Implementasi Metode Project Based Learning

Pembelajaran Berbasis Proyek

Project Based Learning 

Project Based Learning telah penulis uraikan pada  tulisan terdahulu.  Sebagai langkah kegiatan pembelajaran saintifik,  guru harus dapat mendorong siswa untuk merumuskan masalah yang akan diselesaikan dalam bentuk proyek, contohnya, siswa membuat laporan percobaan, laporan hasil survei, laporan hasil telaah kepustakaan, atau membuat model jembatan, model surat dinas dan banyak contoh lain.

Berangkat dari Masalah 

Project Based Learning  dikembangkan untuk mengembangkan solusi atas permasalahan yang siswa kembangkan setelah melakukan pengamatan dalam menerapkan ilmu yang dipelajarinya dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka dapat bermain peran menjadi tenaga profesional dan mereka berhadapan dengan masalah dalam pekerjaaannya. Dalam merumuskan masalah siswa dapat melakukan langkah kegiatan berikut.

  1. Mendeskripsikan kondisi yang nyata dan kondisi yang diharapkan mengenai fonemena tertentu yang diangkat dari pengalaman dalam melaksanakan tugas.
  2. Menentukan kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi yang diharapkan.
  3. Merumuskan pernyataan masalah dalam bentuk kalimat tanya sebagai pemandu pengembangan program MGMP yang dikomunikasikan pada telegram.
  4. Mengeksplorasi informasi secara kolaboratif untuk menjawab pertanyaan dengan cara menghimpun informasi yang diperlukan.

Penerapan Project Based Learning   dilakukan dengan cepat karena merumuskan masalah yang esensial untuk memicu siswa mengembangkan pengalaman belajar dan menyelesaikan masalah dengan cara mempraktikkan pengetahuan yang diperolehnya menjadi karya yang berguna untuk hidupnya.

Prosedur Kegiatan belajar

Kegiatan PBL dapat guru lakukan melalui langkah penting sebagai berikut:

  1. Mengarahkan kegiatan pembelajaran dengan pertanyaan atau masalah. Contoh “ Apakah peran MGMP telah sesuai dengan kebutuhan peningkatan mutu pembelajaran?”  Proyek ini diarahkan dengan pertanyaan agar kegiatan fokus pada fokus kajian.
  2. Masalah dipilih dari hasil pemikiran bersama dalam kelompok serta sebelum dijadikan acuan kerja dipublikasikan terlebih dahulu.
  3. Proses pemecahan masalah membantu peserta pelatihan mencari informasi, berkolaborasi, berpikir kritis, dan menentukan jawaban terbaik dalam bentuk rencana kegiatan.
  4. Diskusi dan kerja sama peserta didik berkembang sebagai proses mencari tahu, menyingkapkan hal yang belum diketahuinya, dan berkreasi sebagai hasil dari kegiatan penyingkapan, berinovasi, dan berkarya. Menentukan tugas dalam kelompok menyelesaikan tugas atau proyek.
  5. Peserta pelatihan mengomunikasikan hasil karya, menimbang pendapat pihak lain, dan memperbaiki untuk dikomikasikan kembali dalam forum pertemuan lanjutan.
  6. Mengomunikasikan hasil belajar kepada publik, teman sejawat, bahkan jika memungkinkan  kepada khalayak melalui media seperti internet.

Langkah kegiatan itu  harus diarahkan guru pada peningkatan kompetensi berpikir taraf tinggi melalui pengalaman berpikir analisis, evaluasi dan berkreasi. Oleh karena itu,  para pemangku kewenangan di sekolah harus memastikan bahwa  pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran dapat mengantarkan pengalaman siswa bergelut dengan pemikiran kritis taraf tinggi dalam mengelola fakta, konsep, prosedur, dan metakognitif.

Untuk memastikan bahwa prosedur pembelajaran memenuhi kriteria yang diharapkan  maka harus dipastikan kepala sekolah dan pengawas melakukan observasi dari pelaksanaan pembelajaran dalam kelas. Data yang dihimpun menjadi bukti bahwa penerapan PBL telah terlaksana sesuai dengan kriteria yang ditentukan atau belum. Untuk menghimpun data dapat digunakan instrumen berikut:

Mengkomunikasikan untuk Mendapat Penilaian Orang Lain

Proses penting dalam kegiatan PBL adalah siswa mengembangkan masalah, siswa berdialog untuk menghimpun pengetahuan baru, siswa berkerja untuk menyelesaikan tugas atau proyek, dan menyajikan hasil kerja kepada teman-teman di kelas untuk mendapat tanggapan. Alasan yang terakhir sangat sederhana, baiknya pekerjaan apa pun tak boleh dinilai baik oleh diri sendiri, karya selalu dinyatakan baik apabila dinilai baik oleh orang lain.

Instrumen Pemantauan Keterlaksanaan PBL

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.