Metode Pemecahan Masalah

Apakah sistem pembelajaran yang diselenggarakan dengan konsentrasi pada latihan pengerjaan soal yang semakin menguat diimbangi dengan pengembangan ketrampilan siswa bertanya? Pertanyaan ini muncul setelah saya melaksanakan tugas mensupervisi  guru mengajar dan mendapatkan fakta bahwa sulit mendapatkan guru yang mengembangkan keterapilan siswa bertanya.

Tentu hal itu merupakan masalah sebab ilmu itu bukan  tumbuh dari kepandaian menjawab pertanyaan, melainkan dari kemampuan merumuskan pertanyaan. Keterampilan menjawab memang penting, namun kemampuan ini bukan pengungkit  inisiatif. Pengetahuan baru datang dari kemampuan bertanya dan kepandaian untuk mencari jawaban.

Dalam tiga minggu terakhir,  saya masuk kelas untuk mendampingi guru mengajar. Dalam semua kesempatan, saya menantikan pernyataan seperti ” Informasi baru apa yang ingin kalian ketahui dalam proses belajar hari ini?” atau ” Masalah apa yang ingin kalian pecahkan?’ atau  ‘ Cobalah kalian membuat pertanyaan, apa yang hedak kalian mempelajari,. Yang selalu muncul adalah guru memulai pelajaran dengan bartanya.

Strategi pembelajaran yang guru gunakan pada umumnya menggunakan model pemecahan masalah dengan soal yang telah guru siapkan. Strategi ini tentu saja tidak buruk, namun kreativitas belajar siswa tidak cukup dengan meningkatkan keterampilan siswa menjawab. Ilmu pengetahuan datang dari  cara berpikir kreatif melalui proses perumusan pertanyaan.

Oleh karena itu  karakter siswa pada umumnya bukan mengembang inisatif, melainkan perespon yang sabar dan cerdas. Mrumuskan masalah dan membuat pertanyaan adalah karakter struktur kognitif manusaia[1]. Di Indonesia kondisinya kurang terlatih.

Merumuskan dan memcahkan masalah merupakan proses mental yang meliputi tiga aspek besar yaitu menemukan, merumuskan, menerapkkan solusi masalah. Pemecahana masalah merupakan fungsi intelektual paling kompleks dari semua fungsi intelektual tinggi manusia atau proses kognitif yang memerlukan kontrol dan keterampilan fundamental[2].

Merumuskan Masalah

Yang penting dalam mengasah keterampilan berpikir memecahkan masalah adalah siswa dapat merumuskan masalah. Masalah pada umumnya dapat dikelompokkan dalam tiga jenis yaitu adanya kondisi yang muncul tiba-tiba sehingga muncul keadaan yang tidak diharapkan. Masalah seperti dikategorikan sebagai krisis. Misalnya, tiba-tiba terjadi sesuatu peristiwa yang tidak diduga. Dari kondisi ini muncul pernyataan masalah, seperti:

  • Apa….?
  • Siapa ………?
  • Di mana …………….?
  • Kapan….?
  • Mengapa……?
  • Bagaimana…….?

Klasifikasi masalah berikut adalah kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi yang diharapkan. Dari sini mucul masalah yang dapat dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Misalnya:

  • Kondisi ……. belum sesuai dengan ….
  • Mengapa ……..belum sesuai dengan……?
  • Apa yang menyebabkan ……tidak sesuai dengan…….?
  • Bagaimana membuat ……..agar……?

Masalah berikut adalah ketidaktahuan, mengetahui bukan masalah, namun karena tahu menjadi selalu ingin tahu lebih banya,  dan selalu ingin tahu.

Masalah  dapat pula dinyatakan dengan contoh berikut:

  • Mengapa ….?
  • Bagaimana …….bisa jadi ……..?
  • Apa yang menyebabkan …..?
  • Apa yang anda ketahui ….?
  • Apa yang ingin anda ketahui?..?

Lain lagi masalah ilmiah. Dalam merumuskan masalah ilmiah karakternya sedikit berbeda. Dasarnya adalah kemampuan bertanya. Untuk membangun masalah dengan mudah adalah mengubah tujuan menjadi pertanyaan. Contoh;

Tujuan;

  • Siswa dapat merumuskan pertanyaan yang meliputi W’s +H.
  • Siswa dapat menerapkan metode berpikir memecahkan masalah.

Pernyataan tersebut dapat diubah menjadi

  • Bagaimana meningkatkan keterampilan siswa merumuskan pertanyaan?
  • Bagaimana meningkatkan keterampilan siswa menerapkan metode berpikir memecahkan masalah?

Langkah-langkah penerapan Metode Pemecahan Masalah

Kompleksitas  pemecahan masalah bergantung pada pada jenis masalah dan kerumitan masalah yang akan dipecahkan. Semakin luas permasalahan yang dibahas semakin banyak informasi yang diperlukan. Semakin banyak waktu yang siswa gunakan. Oleh karena itu, batasilah masalah sesuai dengan informasi yang mungkin dapat siswa peroleh selama pelaksanaan belajar dan waktu yang tersedia.

Langkah pemecahan masalah terdiri atas enam langkah berikut:

  • Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.
  • Menganalisis masalah.
  • Merumuskan alternatif solusi pemecahan masalah.
  • Menganalisis solusi yang paling potensial.
  • Memilih Solusi terbaik dan menyusun rencana tindakan
  • Mengevaluasi Solusi[3]

Rangkaian proses ini dapat menjadi panduan guru dalam mentukan kegiatan siswa yang dapat dijabarkan lebih lanjut dalam langkah-langkah opersional di bawah ini.

1. Mengidentifikasi dan mendefinisikan  Masalah
Proses memecahkan masalah sebaiknya diawali dengan mendefinisikan masalah yang ingin Anda pecahkan. Anda perlu memutuskan apa yang ingin Anda capai dan menuliskannya. Langkah menuliskan masalah  memaksa Anda untuk berpikir tentang apa yang sebenarnya Anda juga menuliskan cara untuk memecahkan merumuskan apa sesungguhnya yang ingin Anda capai.

2. Menganalisis Masalah
Langkah berikutnya dalam proses menganalisis,  di mana Anda sesungguhnya sekarang? Apa yang ingin Anda capai? Apa sesungguhnya yang menyebabkan Anda punya masalah? Memahami “dari mana masalah itu datang?” Apakah masalah itu relevan dengan perkembangan kehidupan  saat ini?. Apakah Anda memiliki perangkat kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi solusi?  atau Tahukah Anda  bahwa ide itu dapat dikerjakan? Apakah Anda dapat memprediksi waktu yang dihabiskan untuk memecahkan masalah itu? Berapa lama?.

3. Merumuskan Alternatif Solusi Pemecahan Masalah

Bila Anda telah menemukan masalah yang sebenarnya ingin Anda pecahkan, maka langkah selanjutnya pikirkan apa yang harus “ Anda lakukan?” Berpa banyak kemungkinannya?   Pada tahap ini Anda harus berkonsentrasi untuk menghasilkan banyak solusi. Semakin banyak pilihan semakin banyak informasi yang Anda dapatkan.  Di sini harus memperlakukan setiap ide untuk dipertimbangkan.

4. Menganalisis Solusi yang Paling Potensial
Bagian dari proses pemecahan masalah adalah mengamati, menyelidiki, mempertimbangkan  berbagai faktor tentang tiap berbagai solusi pilihan yang potensial. Mengapa Anda pilih solusi itu? Atas dasar pemikiran apa? Apakah kekuatan argumentasi yang digunakan untuk menentukan solusi potensial itu? Apakah informasi yang diganakan sebagai dasar menentukan alternatif solusi itu valid? Tuliskan beberapa alternatif yang paling potensial dan tuliskan argumentasi pendukungnya.

5. Memilih Solusi terbaik dan menyusun rencana tindakan
Ini adalah bagian dari proses pemecahan masalah yang paling penting, memutuskan solusi terbaik.  Anda telah melihat alterntif yang dipilih  secara cermat dan dengan  penilaian yang hati-hati.  Tulislah, YA pada gagasan yang Anda tetapkan. Ingat selain mempertimbangkan secara rasional belajarlah menggunakan intuisi. Pengalaman hidup  juga akan membantu Anda menilai memilih alternatif solusil. Laksanakan solusi itu dengan merumuskan recana kegiatan selanjutnya

6.Melaksanakan kegiatan atau menerapkan solusi
Bagian dari proses yang tidak kalah penting adalah menuliskan apa yang akan Anda lakukan selanjutnya. Sekarang bahwa Anda memiliki solusi yang potensial, kini kerjakan apa yang seharusnya Anda kerjakan. Pastikan bahwa masalah satu masalah selesai,

7. Mengevaluasi Solusi

Anda perlu melihat kembali apa sesungguhnya tujuan Anda? Atau, apakah sesungguhnya yang ingin anda capai? Apakah tujuan tercapai? Jika belum,  Apa sesungguhnya penghambatnya?  Apakah Anda menentukan berbagai langkah untuk mengatasinya? Silakan selesaikan masalah berikutnya.

Semua langkah dalam peningkatan keterampilan bertanya dikembangkan secara bertahap dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi disesuaikan dengan kapasitas belajar siswa.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments

1 comments

Terima kasih GP atas dimuatnya artikel ini, dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan saya tentang metode mengajar. Tp lagi2 sekarang masalahnya masih dillit permasalahan menghadapi UN sehingga banyak guru bidang study UN ingin mengejar agar anak bisa menyelesaikan soal UN. Karena masih ada kekhawatiran mendapat niali kecil. Makanya ketika KBM dan mengadakan BIMBEL selalu membahas soal dan soal.