Menentukan Kompetensi Yang Harus Siswa Capai dan Yang Guru Nilai

Indikator kompetensi yang guru pilih untuk siswa raih merupakan unsur penting yang akan menjadi penentuk keunggulan mutu satuan pendidikan. Proses penentuan memerlukan keahlian khusus karena demikian banyak pilihan yang guru hadapi. Dalam perkembangan terkini, kompetensi dikelompokan dalam kompetensi sikap spiritual dan sosial; pengetahuan yang berupa fakta, konsep, prosedur, dan metakognitif. Keempatnya beririsan dengan level berpikir dari mulai mengingat hingga mencipta. Kemampuan metakognisi memberi tekanan pada pentingnya siswa belajar  mengenai cara belajar sehingga meningkatkan kemandiriannya dalam menguatkan kompetensinya.

Keterampilan yang siswa kuasai pun makin kompleks. Dari mulai terampil mematuhi perintah agama yang menjadi anutan siswa, terampil menampatkan diri dalam kehidupan sosial seperti terampil menjadi orang jujur, disiplin, dan tanggung jawab; tak kalah penting terampil menerapkan pengetahuan dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang tak boleh terserabut dari konteks kehidupan.

Sungguh pekerjaan ini memerlukan ketelatenan dan kesungguhan karena setiap indikator pencapaian yang guru tentukan harus dapat guru nilai sekaligus menjadi penanda keberhasilan siswa belajar. Dalam pengalaman menunaikan tugas ini masih banyak guru yang terkedala karena keterbatasan pemahaman tentang cara menentukan kompetensi yang harus siswa capai dan menentukan sebarannya.

Dalam usaha meningkatkan kesadaran pentingnya menentukan sebaran kompetensi, terutama dalam meningkatkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan menerapkannya, pada kegiatan pendampingan guru-guru pada awal semester penulis menggunakan lembar kerja seperti terlampir. Penggunaan lembar kerja tersebut terbukti dapat meningkatkan kesadaran dan pemahan guru tentang pentingnya matrik sebagai alat bantu untuk mengetahui besarnya tantang yang harus siswa realisasikan.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments