Menyikapi Informasi Yang Baik dengan Sikap Tabayyun

Mendapat Pencerahan

Mendapat kesempatan bertemu dengan orang sukses dan mendapat penghormatan menjadi pemerhati motivator sungguh menjadi pengalaman yang menyenangkan, apalagi acara dikemas khusus untuk penguatan sikap mental pesertanya. Pelajaran berharga terpapar dan terungkap dapat proses komunikasi yang hangat. Catatan butir-butir hikmah dalam bentuk kalimat bijak yang bermanfaat untuk diamalkan dalam kehidupan nyata.

Pada awal pertemuan disarankan agar setiap diri mengerjakan segala sesuatu dengan niat mendapat ridho Allah. Contoh yang diberikan adalah berbuat baik kepada Ibu. Menurut pengalaman penceramah, doa Ibu sungguh berarti dalam menentukan sukses kehidupan seseorang. Tentu itu bukan satu-satunya pendukung sukses, kesungguhan bekerja pun merupakan bagian yang menentukan. Kesungguhan itu ditandai dengan  mentukan aktivitas yang sederhana dan nyata. Bersikaplah terbuka dan berpikir positif terhadap tantangan pekerjaan. Sikap terbuka bararti membuka pikiran terhadap peluang yang mungkin yang datang dari perpikir optimis bahwa kita pasti bisa.

Butir hikmah yang tak kalah penting adalah kehidupan tak boleh terkendala dengan pikiran yang membelenggu. Ikatan harus dikendurkan oleh dirinya sendiri. Pernyataan yang sering muncul pada dii tiap orang pekerjaan ini pasti sulit, pasti berat, tak mungkin saya selesaikan,  pasti tak akan bisa.  Pikiran semacam itu mengerangkeng diri karenanya harus dijauhkan. Berubahlah, ganti dengan pikiran ’pasti bisa”!.

Motivasi diri perlu terus kembangkan. Motivasi adalah fungsi  cita-cita dan daya juang yang tinggi. Makin tinggi motivasi tumbuh dari tujuan yang tinggi dan daya juang yang tinggi. Harapan menjadi sesuatu, meningkatkan daya juang untuk sesuatu, jangan dikalahkan dengan harapan untuk mendapat imbalah sesuatu. Berkerjalah dengan baik, biar orang menentukan imbalannya.

Bolehkah Kita Mencotohkan Kebaikan Sendiri Kepada Audienc?

Contoh baik pasti perlu. Seperti halnya kita berada pada level berpikir menerapkan. Taraf piker ini ditandari dengan kemampuan menampilkan contoh. Akan tetapi, bolehkan kita mencari contoh dengan menggali  kebaikan diri sendiri. Dalam hala ini, kita perlu bertabayyun atau berhati-hati. Berhati dalam memilih dan menerima informasi. Jangan tergesa untuk menyambut kagum dengan model yang ini. Menceritakan kebaikan diri, keberhasilan dalam memfasilitasi orang memerlukan kehati-hatian. Mengapa begitu?

Mari kita lihat acuan yang satu ini. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang seperti itu bagaikan batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 264).

Panduan perilaku itu jelas. Menyebut-nyebut kabaikan yang telah kita lakukan akan menghilangkan pahala. Jika kita punya pengalaman manis berbuat kepada Ibu, maka biarkan pengalaman itu berlalu.  Lupakan kebaikan itu. Tak usah diceritakan lagi kepada orang lain. Bahkan, setiap sesudah melakukan kebajikan, kita serahkan saja kepada Allah untuk menilainya. Itu sebabnya

Jika pada suatu ketika harus menyebutnya juga maka mari kita pegang tuntunan Rosulullah  seperti yang tertera dalam hadist “Barang siapa yang terpaksa harus memuji saudaranya, maka katakanlah: ‘Aku kira si fulan demikian dan demikian, tetapi Allah-lah yang menilai (keadaan sebenarnya). Aku tidak mau menilai atas nama Allah (kepada seseorang) demikian dan demikian, jika memang kelebihan itu ada pada dirinya.” [Hadits shahih, riwayat Bukhari (III/158) dan Muslim (IV/2297)]

Dalam presentasi di depan halayak sebaiknya dilakukan  di awal kegiatan. Beritahukan sesuatu yang orang lain perlu ketahui. Di samping menyapa dengan hangat, maka pilihlah informasi tentang di mana kita bertugas, menangani pekerjaan apa saja, tujuan yang ingin Anda raih, tentang hobi, tetang impian ke depan. Teori menyatakan bahwa janganlah Anda membicarakan tentang keberhasilan Anda[1].

Bersikap tabayyun  lebih baik untuk menyampaikan informasi diri memang lebbih baik. Dalam Sekali pun demikian, kita mengakui bahwa setiap orang memiliki kebanggaan diri dan kadang itu muncul ingin kita ungkap kepada halayak. Refleksi atas kesertaan pada kegiatan ini sebagai  pengingat-ingat agar ke depan belajar menjauhi hal yang tak seharusnya dilakukan.

[1] https://www.presentationmagazine.com/how-to-do-a-presentation-about-yourself

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments