Mengenal Lebih Teknis KTSP Sistem Kredit Semester SMA

Menurut informasi dari Kemendikbud sampai tahun 2016 terdapat 30 SMA yang menerapkan SKS dalam pelakanaan K13. Namun demikian masih banyak sekolah yang berkehendak memerapkannya dengan pertimbangan sistem tersebut lebih ramah terhadap siswa meliki potensi belajar yang kuat dan memberi tempat yang layak bagi siswa yang memerlukan waktu belajar lebih banyak daripada siswa pada umumnya. Sekolah yang sampai sekarang masih menyelenggarakan program akselerasi dianjutkan untuk hijrah ke SKS.

Teman-teman yang hendak memdalami lebih lanjut kurikulum SKS silakan unduh

Belajar tuntas (Mastery Learning)

Sistem SKS menerapkan pendekatan pembelajaran berdasar pandangan filosofis bahwa seluruh peserta didik dapat belajar tuntas jika mereka mendapat dukungan kondisi yang tepat. Dalam pelaksanaannya mulai belajar dari topik yang sama dan pada waktu yang sama pula. Siswa yang tidak dapat menguasai seluruh materi pada topik yang dipelajarinya mendapat pelajaran tambahan sehingga mencapai hasil yang sama dengan kelompoknya. Siswa yang telah tuntas mendapat pengayaan sehingga mereka pun memulai mempelajari topik baru lebih cepat dari siswa lain. (http://en.wikipedia. org/wiki/ Mastery_ learning: 2008 )

Konsep dasar yang perlu mendapat perhatian pendidik ialah peta sebaran potensi sebelum siswa mendapat perlakuan belajar. Secara empirik data potensi tersebar normal (John B.Carol, http://www.humboldt.edu/~tha1/ mastery.html:1987. Berrdasarkan konsep ini maka siswa dikelompokan dalam 3 kelompok yaitu atas, tengah dan bawah. Kelompok atas berarti siswa yang dapat belajar dengan cepat, kelompok tengah siswa rata-rata, dan kelompok bawah adalah siswa yang berkarakter belajar lambat. (Disso95, http://www.youtube.com)

Menurut hasil penelitian di beberapa negara, jika siswa berada pada kondisi yang tepat, mendapat perlakuan belajar yang sesuai seta mendapat waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas belajar, maka  90% siswa dapat mencapai target belajar secara normal (Huitt, W. http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/instruct/mastery.html, 1996).

Terdapat dua faktor utama yang menentukan kecepatan siswa mencapai ketuntasan belajar. Pertama adalah kecerdasan dan kedua motivasi. Istilah kecerdasan mewakili makna yang berhubungan dengan membentuk berbagai kemampuan, kemampuan berargumentasi, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, mengembangkan ide secara utuh dan menyeluruh, serta yang  tidak  kalah penting kemampuan belajar. Kecerdasan juga mencakup pengertian kreativitas, kepribadian, karakter, ilmu pengetahuan atau kebijakan (http://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_(trait).

Sistem SKS yang terkeloa dengan baik berpengaruh baik pada pertumbuhan motivasi siswa. Motivasi dapat diumpamakan sebagai mesin penggerak. Kalau pada sepeda motor besarnya motivasi itu bergantung pada besar CC mesin. Jadi semakin  besar motivasi siswa, maka semakin besar pula kemungkinan kecerdasannya  berkembang. Dan, semakin besar kemungkinannya siswa itu masuk dalam kelompok atas.

Atas alasan-alasan itu, maka sistem kredit semester itu diperlukan sebagai solusi agar kecepatan belajar siswa dapat berkembang menurut potensi dirinya. Dengan pelayanan sistem kredit semester (1) seluruh individu dapat belajar sesuai dengan potensinya (2) seluruh individu belajar dengan caranya masing-masing pada tingkat kecepatan yang berbeda (3) dengan pelayanan belajar yang kondusif maka potensi perbedaan karakter tiap individu akan lebih jelas terlihat (4) bias yang tidak terkoreksi akan lebih mudah dipertanggung-jawabkan pada hampir seluruh bentuk kesulitan belajar. (http://www.perry-lake.k12.oh.us/402_LearnFacil/Index_links/what_is_mastery_learning.htm)

Penerapan SKS

Prinsip dasar penerapan SKS adalah bagaimana sistem pelayanan sekolah dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan siswa dalam mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Memberikan pelayanan belajar kepada siswa melalui penciptaan kondisi sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan belajar secara individual sehingga tiap individu menampakan potensinya secara optimal.

Dalam pelaksanaannya. pelayanan diberikan kepada tiga kelompok siswa yaitu;

  • Pelayanan standar untuk siswa rata-rata.
  • Pelayanan akselerasi kepada siwa kelompok atas.
  • Pelayanan remedial kepada siswa kelompok bawah.

Pelayanan terhadap siswa rata-rata jika melihat jumlah sebaran secara empirik memerlukan bentuk pelayanan terbesar karena sebagian besar siswa mendapat pelayanan dalam kelompok ini. Oleh karena itu pada kelompok ini sesungguhnya tidak diperlukan sarana yang berbeda jauh daripada sistem penyelenggaraan paket semester. Sistem pengelolaan kelas pun tidak mutlak harus menggunakan sistem moving class. Jumlah ruang kelas dan jam belajar pada pelayanan kelompok rata-rata dapat berjalan seperti dalam penyelenggaraan paket semester sebagaimana sekolah telah melaksanakannya pada saat ini.

Dalam melaksanakan model pelayanan ini sekolah memerlukan kesiapan pada :

  • Tim pendidik yang melayani program percepatan;
  • Membentuk pembimbing akademik yang akan membantu dan memutuskan siapa-siapa saja yang boleh mengambil kredit pada sejumlah tertentu;
  • Menyediakan kartu kredit untuk dibawa siswa dalam tiap kegiatan tatap muka;
  • Menggantikan sistem rapot ke dalam sistem Kartu Hasil Studi (KHS) yang dapat diisi tiap siswa menyelesaikan kreditnya;
  • Ruangan tempat memberikan pelayanan percepatan kepada siswa;
  • Tambahan waktu ekstra dalam memberikan pelayanan belajar kepada rombongan kelompok atas dan bawah sehingga bentuk penjadwalan belajar berbeda dari pola sistem paket semester.
  • Modul yang dilengkapi dengan materi pelajaran, perangkat latihan kerja siswa, latihan kerja mandiri, perangkat evaluasi ulangan, sampai pada perangkat ulangan umum untuk tiap mata pelajaran;
  • Memberikan peluang belajar kepada siswa yang berakselerasi untuk mengikuti kegiatan tatap muka dengan siswa angkatan di atasnya pada mata pelajaran yang sama (misalnya,siswa dari rombongan belajar kelas 10 bergabung belajar dengan rombongan belajar kelas 11);
  • Memberikan peluang kepada siswa yang telah menyelesaikan seluruh kreditnya untuk mengikuti ujian akhir.

Kesimpulan

Sistem SKS merupakan strategi melaksanakan sistem pelayanan belajar yang memberikan peluang dan tantangan kepada siswa untuk mengembangkan potensi individunya secara optimal dan mengembangkan motivasi siswa untuk berprestasi dalam penguasaan dan penerapan ilmu serta menyelesaikan studinya dengan waktu yang lebih cepat.

Artikel Terkait :  KTSP Paket Semester

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments