Mengembangkan Kompetensi Berpikir “Menganalisis”

Menganalisis dalam ranah pragmatis berarti mengurai atau mengenali komponen. Berpikir analisis sama artinya dengan mengurai sesuatu sehingga menjadi komponen, menentukan hubungan antar komponen, membedakan fungsi komponen, mengintegrasikan berbagai komponen menjadi terpadu. Sesuatu itu bisa berupa angka, gambar, orang, informasi, juga benda lain yang kongkrit maupuan abstak. Bisa berupa konsep tantang klasifikasi, katergori, atau generalisasi dalam pemecahan masalah.

Yang dianalisis bisa berupa prosedur atau sejumlah langkah untuk mewujudkan sesuatu. Bisa juga berupa strategi belajar, berpikir, atau memecahkan masalah atau metakognisi. Pendeknya, menganalisis merupakan keterampilan berpikir yang abtrak tenang fakta, konsep, prosedur atau metakognitif.

Keterampilan menganalisis didasari dengan kemampuan menanya seperti pada contoh berikut:

  • Apa yang memberbedakan … dengan …..?
  • Dapatkah saya menuliskan komponen yang membentuk ….?
  • Bagian mana yang penting untuk saya…?
  • Apa yang mendorong saya untuk mengetahui……?
  • Kesimpulan apa yang bisa saya rumuskan dari tabel …?

Dalam melaksanakan tugas sebagai guru, pertanyaan-pertanyaan itu dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan indikator pencapaian kompetensi seperti:

  • Dapatkah saya menuliskan komponen yang membentuk ….?
  • Apa yang membedakan … dengan …..?
  • Bagian mana yang penting untuk saya…?
  • Apa yang mendorong saya untuk mengetahui……?
  • Kesimpulan apa yang bisa saya rumuskan dari tabel …?

Guru perlu melatih siswa terampil bertanya seperti itu. Kemudian mengubah model kemampuan itu ke dalam indikator pencapai kompetensi. Agar contohnya lebih jelas, maka perhatikan kompetensi dasar 3.12 kelas 10 mapel bahasa Indonesia  “Menghubungkan permasalahan/ isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak dan simpulan dari debat untuk menemukan esensi dari debat”. Model kompetensi yang dapat guru rumuskan sebagai berikut:

  • Merumuskan satu masalah utama dari teks debat yang dibacanya.
  • Menunjukkan kesamaan pandang antara pendapat pembicara pertama dengan pendapat pembicara kedua.
  • Menunjukkan perbedaan pandang antara pendapat pembicara pertama dengan pendapat pembicara kedua.
  • Menunjukkan 4 argumen yang mendukung pemecahan msalah.
  • Merumuskan kesimpulan dari pemikiran yang berbeda dalam memecahkan masalah.

Berdasarkan 4 contoh indikator pencapaian kompetensi itu, selanjutnya dapat guru kembangkan indikator soal seperti pada contoh berikut:

Disajikan naskah debat yang mempertentangkan penerapan dua konsep yang berbeda tentang penyelenggaraan ……,  siswa dapat memilih kesimpulan yang paling sesuai dengan naskah yang dibacanya.

Demikian contoh mengembangkan keterampilan berpikir “menganalisis” yang dipadukan dengan pengetahuan mengenai konsep.

Semoga bermanfaat.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments