Mengembangkan Keterampilan Berpikir “Berkreasi”

Puncaknya keterampilan berpikir dalam Taksonomi Bloom (1956) adalah mengevaluasi. Level tertinggi keterampilan belajar adalah menilai kualitas suatu rencana pekerjaan, proses bekerja, dan hasil pekerjaan.   Seiring dengan berkembangnya tantangan kehidupan, keterampilan tersebut dinlai masih kurang, maka dalam edisi revisi yang dirumuskan Anderson and Krathwohl (2001) mengubah kognitif domain menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan berkreasi.

Berkreasi mengadung makna meletakan elemen secara menyeluruh sehingga membentuk keseluruhan  yang selaras dan fungsional, mereorgnisasi eleman menjadi pola atau stuktur baru,  merencanakan, atau menghasilkan sesuatu. Pembuat harus menempatkan instrumen secara bersama-sama dengan cara baru, atau memadukan dengan cara baru dan berbeda dari ciptaan sebelumnya[i]  Elemen yang dipadukan dapat berupa data, fakta, atau informasi; memadukan komponen juga bisa dalam wujud yang kongkrit dalam bentuk barang, atau memadukan sesuatu menjadi konsep, prosedur, atau prosedur. Dengan demikian yang dapat siswa hasilkan pada keterampilan berpikir ini berupa karya yang inovatif.

Untuk membangkitkan daya kreasi siswa perlu diungkit dengan mengembangkan aktvitas menanya dengan mengungkap pertanyaan seperti di bawah  ini:

  • Apakah saya dapat merancang….?
  • Apakah saya dapat menghimpun data sebagai dasar argumentasi dalam memecahkan….?
  • Dapatkah saya menggunakan teori ….. untuk memecahkan masalah ….?
  • Langkah-langah apa yang perlu saya lakukan untuk mengatasi ….?
  • Apakah saya dapat mengubah rencana …. agar menghasilkan …. yang lebih baik?

Untuk mendorong siswa agar dapat berinovasi guru perlu merumuskan indikator pencapaian kompetensi yang mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan target yang hendak dicapai. Contoh:

  • Apakah saya dapat merancang….?
  • Apakah saya dapat menghimpun data sebagai dasar argumentasi dalam memecahkan….?
  • Dapatkah saya menggunakan teori ….. untuk memecahkan masalah ….?
  • Langkah-langah apa yang perlu saya lakukan untuk mengatasi ….?
  • Apakah saya dapat mengubah rencana …. agar menghasilkan …. yang lebih baik?

Kalimat tanya itu dapat guru gunakan untuk mengembangkan rencana pembelajaran dengan KD 4.1 kelas 11 pada matapelajaran Bahasa Indonesia “ Merancang pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur dengan organisasi yang tepat secara lisan dan tulis”. Dalam hal ini siswa diharapkan dapat menyusun teks prosedur kompleks berdasarkan contoh yang sudah ada.

  1. Merancang judul teks prosedur
  2. Merumuskan masalah yang akan dipecahkannya.
  3. Merumuskan tujuan teks prosedur sesua dengan judul berdarkan contoh yang sudah dibacanya.
  4. Mengidentifikasi materi yang mendukung terbentuknya teks prosedur yang akan siswa ciptakan yang meliputi tiga unsur berupa konsep, struktur, dan materi atau alat-alat yang diperlukan.
  5. Mengembangkan teks prosedur sesuai dengan langkah-langkah yang direncanakan.
  6. Mereviu teks prosedur yang sudah dibuatnya menjadi kontekstual yang disajikan dalam struktur bahasa yang baku.

Untuk menilai penguasaan kompetensi siswa, dalam hal ini  dipilih sebagai contoh indikator pencapaian kompeetensi nomor 6 dengan rumusan indikator soal sebagai berikut:

Disajikan fakta  teks prosedur yang belum memenuhi kriteria sebagai teks prosedur kompleks yang kontekstual yang disajikan dalam struktur bahasa yang baku siswa dapat mereviu teks prosedur yang dibacanya agar lebih kontekstual dan disajikan dalam struktur bahasa yang baku.

Contoh stimulis yang dapat digunakan jika seluruh siswa terampil menggunakan laptop dalam aktivitas belajarnnya.

Soal esai (C6/Prosedur)

Bacalah teks berikut:

Dijaman yang serba maju ini, laptop sudah menjadi salah satu barang yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu untuk keperluan kerja, sekolah, ataupun hiburan. Dalam pengoprasian laptop kita memerlukan prosedur dalam penggunaannya. Mulai dari menggunakan laptop sampai dengan mematikannya sendiri. Bagi kalian yang ingin tahu tata cara untuk menggunakan laptop kalian bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan kabel-kabel yang terhubung sudah terpasang dengan tepat dan benar.
  2. Hidupkan stabilizer voltage jika anda memilikinya.
  3. Tekan tombol power yang terdapat pada monitor untuk menghidupkan monitor.
  4. Tekan juga tombol power pada CPU untuk menghidupkan CPU.
  5. Tunggu hingga proses booting OS selesai.
  6. Setelah muncul layar desktop artinya komputer telah siap pakai.

Coba ubah teks yang telah Anda baca agar teks tersebut lebih kontekstual, mengandung materi yang tepat, dan disajikan dengan prosedur yang sistematis dalam  struktur bahasa yang baku.

 Penilaian guru lakukan terhadap empat faktor yaitu (1) ketepatan konteks, (2) katepatan materi, (3)  ketepatan prosedur penyajian, (4) dan stuktur bahasa. Keempat materi itu dapat direkayasa dalam bentuk format acuan penilaian.

 

Semoga bermanfaat.  

 Referensi: 

[1] http://thesecondprinciple.com/teaching-essentials/beyond-bloom-cognitive-taxonomy-revised/

Artikel Terkait:

Mengembangkan Keterampilan Berpikir Mengevaluasi

Mengembangkan Keterampikan Berpikir Menganalisis

 

 

 

 

 

 

 

 

[i] http://thesecondprinciple.com/teaching-essentials/beyond-bloom-cognitive-taxonomy-revised/

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments