Mengembangkan Keterampilan Berpikir “Mengevaluasi”

Kemampuan mengevaluasi adalah kemampuan menentukan kualitas suatu  pekerjaan atau hasil. (Prof. Hamid via Telegram). Dalam kegiatan evaluasi terdapat dua akivitas utama, yaitu mengukur dan menilai. Mengukur dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen, sementara menilai adalah kegiatan untuk menentukan keterpenuhan kriteria. Dengan demikian mengevaluasi berarti melakukan pengukuran dan penilaian berdasarkan kriteria tertentu baik terhadap suatu rencana, proses kerja, atau hasil pekerjaan. Kriteria bisa berupa kualitas, efisiensi, efektivitas, atau produktivitas.

Untuk mengembangkan keingintahuan siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir “mengevaluasi”  dapat menggunakan model menanya seperti ini :

Langkah penting yang perlu diperhatikan:

Apa yang sebaiknya saya lakukan untuk menyelesaikan ….?

(Pertanyaan  ini termasuk evaluasi jika jawaban pertanyaan punya sejumlah cara dan mengevaluasi setiap alternatif utk memutuskan mana yang paling cepat, efektif, dapat dilakukan dsb)
Pilihan kegiatan mana sebaiknya saya pilih untuk meminimalkan kegagalan…?

(Jawaban atas pertanyaan ini harus mengandung beberapa kemungkinan sehingga siswa dapat membandingkan berbagai cara sehingga diperoleh cara yang terbaik.)

 Dapatkan saya memperkirakan hasil……?

(Jawaban atas pertanyaan ini harus membuka kemampuan siswa untuk memperkirakan beberapa kemungkinan  dan dilanjutkan dengan memperhitungkan kemungkinan yang terbesar.
Siapa yang bisa mengubah … menjadi lebih baik?

Yang perlu guru pikirkan jika siswa terampil mengembangkan pertanyaan seperti itu, maka pekerjaan selanjutnya adalah merumuskan indikator pencapaian kompetensi.

Bentuk pertanyaan yang rumpang dapat dilengkapi seperti ini:

  • Apa yang sebaiknya saya lakukan dalam merumuskan teks eksposisi?
  • Pilihan kegiatan mana sebaiknya saya pilih untuk meminimalkan kegagalan menulis teks eksposisi?
  • Dapatkan saya memperkirakan teks eksposisi yang akan saya hasilkan.

Jika guru mengharapkan siswa mampu mengevaluasi  “Apa yang sebaiknya saya lakukan dalam merumuskan teks eksposisi?” , maka pada perencanaan pembelajaran sebaiknya guru merumuskan indikator pencapaian kompetensi seperti ini.

  • Memilih gagasan utama tentang masalah yang menjadi bahan perumusan teks ekoposisi.
    Merumuskan pernyataan pendapat (tesis) tentang masalah yang akan diangkat dalam teks yang ditulisnya.
  • Memilih fakta yang paling relevan untuk merumuskan agumentasi yang akan siswa gunakan.
  • Memilih pikiran yang akan ditegaskan ulang sebagai penguatan pendapat penulis untuk meyakinkan pembaca.

Indikator kompetensi yang guru buat dapat diubah ke dalam bentuk tujuan pembelajaran seperti ini.

  • Siswa dapat memilih satu gagasan utama dari tiga pilihan dalam menyelesaikan masalah sebagai bahan perumusan teks eksposisi yang akan dibuatnya.
  • Siswa dapat memilih satu pernyataan pendapat (tesis) yang ringkas dari tiga pilihan yang dibutnay yang sesuai dengan masalah utama yang akan ditulisnya.
  • Siswa memilih tiga fakta dari tabel yang dibacanya sebagai bahan perumusan argument pada teks ekposisi yang akan dirumuskannya.

Untuk membuktikan bahwa setiap indikator pencapaian kompetensi spesifik dan dapat diukur. Mohon diperhatikan oleh para guru, sebagaimana ditegaskan oleh Prof. Hamid, masalah yang diangkat dalam soal hendaknya jangan mengulang masalah yang sudah dibahas dalam kelas. Berikut disajian satu contoh tujuan yang dikembangkan menjadi indikator soal sebagai berikut:

Disajikan teks yang memuat fakta tentang perkembangan kebutuhan bahan bakar minyak bumi dalam lima tahun, siswa dapat memilih tiga argumen yang paling relevan untuk menyelesaikan masalah.

Contoh masalah:

“Bagaimana cara meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih menyadari akan pentingnya menghemat bahan bakar minyak?”

Pada stuktur perancangan ini pada dasarnya siswa didorong untuk mengevaluasi pemenuhan kriteria masalah atau mengevaluasi konsep.  dari banyak pilihan. Proses memilih selalu menggunakan cara berpikir kritis dengan menggunakan kriteria sebagai dasar penentuannya. Pada indikator kedua memilih tesis yang paling sesuai. Pada indikator ketiga siswa mengangkat fakta dari sebuah tabel. Semua langkah tersebut dapat  menjadi poses evaluasi tentang konsep dan fakta.

Semoga bermanfaat.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments