Membantu Kepsek Mensupervisi Fakta Praktik Baik Guru Membelajarkan Aktif

Tugas  kepala sekolah  paling strategi  yaitu memfasilitasi  guru menerapkan  praktik baik pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan potensi dirinya dalam memecahkan masalah belajarnya. Tugas itu dipahami benar oleh kepala sekolah. Pada prosesnya kepala sekolah perlu memahami terlebih dahulu penjabaran visi-misi dan tujuan sekolahnya ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Fokus utamanya ada pada fakta kompetensi siswa guru mencanakan,  fakta praktik baik siswa belajar yang guru  harapkan, dan fakta keberhasilan siswa dalam meraih ketuntasan belajar.

Dalam  memantau pelaksanaan pembelajaran kepala sekolah mecatat fakta yang terpantau dari menit ke menit selama proses pembelajaran dan penilaian. Pertanyaan untuk memandu pelaksanaan tugas seperti contoh berikut:

Apakah guru …?

  • memulai pembelajaran tepat waktu
  • menyampaikan tujuan sehingga siswa memotivasi diri untuk meraih tujuan yang disampaikannya
  • menyentuh siswa mengembangkan minat belajarnya karena dapat menyebutkan manfaat belajarnya.

Bagaimana guru ….?

  • menyemangati siswa melaksanakan aktivitas belajar sesuai dengan yang direncanakan
  • memicu siswa untuk mengembangkan pengalaman merumuskan masalah sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapainya
  • menerapkan praktik baik sehingga siswa bekerja sama menghimpun informasi untuk memecahkan masalah
  • menerapkan praktik baik sehingga siswa mengomunkasikan  hasil pemikirannya dalam kelas secara tertulis atau lisan

Pada pelaksanaan pemantauan kepala sekolah mencatat fakta praktik baik seorang guru matematika menyajikan masalah seperti  berikut:

Seekor kerbau beratnya 12 kali berat badan kambing. Jika berat badan seekor kambing 40 kg, berapakah berat badan kerbau tersebut?

 

Kepala sekolah mencatat beberapa fakta siswa menunjukkan praktif baik untuk menjawab masalah itu.

  • Kelompok siswa A menyampaikan hasil perhitunganya bahwa berat  berat kerbau ad alah 12 x 40 kg = 480 kg.
  • Kelompok B  bertanya kepada kelompok A dengan pettanyaan ” Apakah benar semua kambing memiliki berat yang sama?”
  • Kelompok C menjawab ” Bisa, tak semua kambing memiliki berat yang sasma!

Dalam aktivitas belajar tersebut siswa menunjukkan praktik baik

  • memecahkan masalah yang guru berikan.
  • kelompok B menganalisis kebenaran jawaban kelompok A
  • kelompok B menilai kebenaran jawaban  kelompok A
  • menemukan masalah baru ” Apakah  40 ekor kambing memiliki berat yang sama?

Bukannya contoh seperti itu jauh lebih bermakna daripada menderetkan ceklis-ceklis pada instrumen sebagai hasil pemantauan? Benar yang sebenarnya diharapkan dari proses pemantauan adalah sejumlah fakta yang tercatat realitanya belum seperti itu.

Dalam beberapa hari belakangan  tantang untuk membantu kepala sekolah melaksanakan supervisi sebagai penjaminan mutu pembelajaran internal  bermunculan. Kondisi ini terdorong dengan adanya kemungkinan asesor dalam akreditasi sekolah akan mengobservasi pembelajaran. Masalah yang muncul dari kepala sekolah adalah

  • Apakah yang akan asesor catat pada pelaksanaan pembelajaran?
  • Apakah guru-guru sudah siap untuk menyajikan pelaksanaan pembelajaran yang ditaburi dengan fakta yang diharapkan asesor?

Untuk menjawab dua masalah itu saya siapkan proposal  pelatihan guru secara singkat tentang Fakta Praktik Baik Guru Dalam Pembelajaran Aktif. Setelah itu akan disusul dengan latihan tim penjaminan mutu internal guru dalam melakukan supervisi pembelajaran. Progrm tersebut dapat diunduh pada sajian berkut.

Model Program Penjaminan Mutu Melalui Supervisi Praktik Baik Belajar Aktif

Semoga bermanfaat.

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments