Membangun Komunitas Belajar

favicoMenyambut  perkembangan diskusi melalui jejaring sosial seperti melalui WA, Telegram, Line, atau fb telah populer sebelumnya maka sebenarnya telah  membuka peluang baru untuk membangun komunitas belajar di tanah air dalam dunia pendidikan. Relevan dengan kebutuhan ini, salah satu buku yang dapat dibaca yang dapat diperoleh dari perpustakaan USA dari jendela sebagai anggota perpustakaan nasional

Building Learning Communities;Tips, Tools, and Intelligence For Trainers, Deborah Voosen, 2002, ASTD Press, Reprinted  2005, USA

Pada buku ini kita dapat memperoleh informasi tentang gambaran situasi yang semakin kompleks sehingga mendorng  pelatihan yang semula lebih fokus pada performa tugas individu, kini berkembang dengan menggunakan strategi lain yang dapat digunakan yaitukonsep membangun komunitas belajar.

Apakah komunitas belajar?

Komunitas belajar adalah jejaring anggota group  yang terbentuk dalam multi fungsi, multi level, atau multi wilayah.  Komunitas belajar sangat berguna bagi anggotanya untu memanfaatkan informasi, bertukur dan merumuskan pikiran, menyebarluaskan ide dan mengembangkan kerang berpikir, merumuskan ilmu pengetahuan, berinteraksi  yang produktif, dan meningkatkan kapasitas setiap anggota untuk menjadi manusia produktif. Lebih jauh lagi komunitas belajar dapat mendorong setiap anggota untuk mengarahkan diri, fleksibel, dinamis, dan inklusif.

Pembangunan komunitas belajar memfasilitasi anggota untuk saling menyumbang , mengembangkan aktivitas yang bernilai dalam multi presfektif karena kita tahu bahwa konsep dasar belajar hasil dari interaksi sosial, dan pada konteks sosial menjadi tempat pertubuhan kebutuhan perubahan .

Jering kerja sama melalui komunitas sosial dapat mendatangkan  berikut:

  • Membuka peluang  baru karena tumbuhnya pertukaran informasi yang membuka presfektif  dalam mengarungi perlubahan.
  • Menjadi sumber untuk membuka solusi baru dengan tumbuhnya ide-ide baru dalam organisasi.
  • Membangun dukung berkelanjutan; komunitas belajar membantu anggota meningkatkan stabilitas diri dalam menghadapi perubahan.
  • Memperkuat dukungan terhadap peran setiap oang dalam menghadapi dinamika pasar bahkan organisasi melalaui pengembangan kapasitas individu, tim, dan keseluruhan organisasi;
  • Mengembangkan keterampilan berpikir kritis;
  • Meningkatkan dukungan struktural dalam menghadapi resiko dan perubahan tempat kerja yang lebih memuaskan serta produktif;
  • Menerapkan cara belajar yang baru;
  • Menunjang secara langsung belajar berkelanjutan; dan
  • Menghubungkan orang-orang , gagasan, aksi yang bermakna serta dapat direalisasikan.

Peran Komunitas belajar

Dalam komunitas belajar diperlukan perang partisipan, pimpinan senior, fasilitator, tim pekerja, dan pengendali aktivitas yang diatur sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan.

Peran Tim Fasilitator

Untuk mengembangkan interaksi yang produktif, diperlukan fasilitator yang memiliki keterampilan berikut:

  • Membangun dialog yang bijaksana
  • Menggali atau mengeksplorasi berbagai alternatif.
  • Menguatkan  proses untuk menemukan hal baru (inquiry) yang lebih dari sekedar kegiatan advokasi
  • Bersikap toleran terhadap berbedaan
  • Menjembatani perbedaan antar partisipan.

Materi pokok yang saya angkat dari buku (seperti yang telah saya tulis judulnya) teriring harapan semoga makin menguatkan kerja sama kita dalam jejaring sosial sebagai tempat belajar sekaligus mendorong teman-teman untuk menjadi anggota perpustakaan nasional agar dapat memanfaatkan e-resurces  dunia yang sangat bermanfaat.

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments