Masalah sebagai Basis Inspirasi Peningkatan Mutu

masalah

Apakah masalah?

Masalah adalah kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dengan kenyataan. Masalah merupakan penyimpangan dari kondisi yang diinginkan atau  tak sesuai dengan standar. Dalam belajar masalah sangat diperlukan untuk mendorong tumbuhnya keinginan mengetahui sesuatu. Dengan mengenal masalah dapat mengarahkan seseorang untuk menentukan tujuan atau fokus dalam mengerjakan sesuatu kegiatan. Kecerdasan merumuskan masalah mempengaruhi keberhasilan mewujudkan tujuan. Perlu dipahami bahwa dalam mewujudkan sesuatu yang diinginkan dapat muncul banyak masalah, setiap masalah memiliki berbagai solusi. Jadi masalah itu memang bisa sangat kompleks. Namun demikain, kesulitan yang dihadapi akan semakin jelas setelah diuraikan ke dalam bentuk rummusan masalah-masalah. Langkah kegiatan akan menjadi lebih operasional jika kita telah memilih satu masalah yang paling menentukan keberhasilan dan mengambil keputusan untuk memilih solusi  yang terbaik yaitu  resikonya yang paling kecil dampak negatifnya pada  pihak-pihak yang terkait dengan program. Memahami masalah memerlukan kepekaan terhadap gejala dan akar masalah atau kondisi yang senyatanya menyebabkan timbul gejala. Pada kondisi tubuh, misalnya, muncul gejala pusing dan mata berkunang-kunang.  Kondisi tesebut bukan masalah, namun menjadi gejala adanya masalah. Siswa tak pandai bertanya dalam kegiatan belajar adalah gejala. Mengapa siswa sulit bertanya? Perlu dicari akar masalahnya!

Model Kondisi Ideal

Pembelajaran siswa aktif, kreatif, dan inovatif adalah kondisi yang paling guru harapkan. Dalam awal pembelajaran siswa melakukan pengamatan lingkungan sekitar, mengidentifikasi gejala sosial, mempehatikan fenomena dalam kehidupan tentang banyaknya konflik karena sumber daya kehidupan yang terbatas, atau mempehatikan kebutuhan penguasaan kompetensi agar dapat meraih pekerjaan yang didambakan banyak orang. Dari proses pengamatan, siswa menghimpun data, menghubungkan data dengan pengetahuan yang telah dikuasainya,  dan merumuskan pernyataan masalah yang hendak mereka carikan jawabannya. Karena jumlah siswa banyak, maka dapat muncul banyak pernyataan masalah. Siswa selanjutkan menyeleksi dan menentukan masalah yang akan diselesaikan selama proses belajar. Rumusan masalah yang tepat disepakati kelas, Kegiatan berikutnya adalah mengembangkan aktivitas untuk menyelesaikan masalah, mencari informasi, menggunakan sumber belajar, baik secara berkelompok atau individual. Lalu, setelah beraktivitas menghimpun fakta, data, dan informasi, siswa menggunakan semuanya untuk berkarya. Guru mengayuh pembembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah.

 

Kondisi Nyata

Guru memulai pembelajaran dengan memberi salam. Mengabsen siswa. Bertanya tentang kondisi siswa. Melakukan apersepsi dengan cara menanyakan materi pelajaran yang sudah siswa kuasai dengan cara guru bertanya, siswa menjawab. Guru menyampaian kompetensi dasar  yang akan siswa pelajari dan menayangkan bahan yang perlu siswa pelajari. Guru menjelasakan tentang fakta, konsep, dan prosedur kerja yang terdapat dalam bahan tayang, sambil sesekali bertanya mengenai hal-hal yang mungkin akan siswa tanyakan. Satu dua siswa bertanya. Guru puas. Lalu duduk siswa diubah untuk melakukan diskusi kelompok. Guru berkeliling memantau siswa berdiskusi dan menyelesikan lembar kerja. Kegiatan belajar diakhiri dengan presentasi. Setiap kelompok menyajikan hasil kerja kelompok bergantian sehingga guru kekurangan waktu.

 

 

Pernyataan Masalah

Pernyataan masalah adalah uraian singkat yang mendeskripsikan atau merumuskan hasil identifikasi simpangan pada kondisi nyata dari kondisi yang diharapkan. Pada model kondisi yang telah dideskripsikan terdapat beberapa gejala pada kondisi nyata yang berbeda dari kondisi yang diharapkan.

Kondisi yang diharapkan : Siswa aktif menghimpun fakta, data dan informasi dari  geja alam atau gejalan sosial sekitar mereka untuk merumuskan masalah yang akan dipelajarinya. Guru mendorong dengan menggakan pendekatan ilmiah.

 

Kondisi nyata (Gejala) : Guru aktif menyampaikan fakta, data, dan informasi untuk membangun masalah yang akan siswa pelajari.

Guru aktif bertanya.

Masalah : Guru belum terampill menerapkan metode proyek berbasis masalah dalam melaksanakan pembelajaran.

 

Pada model masalah dirumusan dengan pernyataan belum terampil untuk menandai kondisi yang menyimpang dari yang diharapkan. Pernyataan belum masuk dalam kelompok pernyataan negatif. Pernyataan negatif dapat pula dinyatakan dengan dengan kata menunjukkan kondisi yang diharapkan sepeti guru belum menerapkan, guru belum dapat mengevaluasi diri., guru belum merencanakan pembelajaran yang menggunakan pendekatan ilmiah, guru belum dapat mgarahkan siswa menya. Permasalahan itu ada dalam kelompok kompetesi pengetahuan dan keterampilan.

 

Yang menarik di sini, ketika masalah sudah dirumuskan dalam bentuk negatif maka kita dapat mengubahnya ke dalam bentuk pernyataan. Contoh;

  • Bagaimana menerapkan metode proyek berbasis masalah?
  • Bagaimana guru merencanakan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah?
  • Mengapa dengan menggunakan pendekatan ilmiah siswa dapat belajar aktif?
  • Mengapa guru-guru belum menggunakan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran, padahal mereka sudah mengikuti pelatihan?

 

Masalah dan Judul Karya Ilmiah

Menentukan judul karya ilmiah sering tidak mudah dipraktikan. Padahal jika masalah sudah guru kuasai, mereka dapat dengan mudah mengubah masalah dalam bentuk pertanyaan menjadi judul dengan du acara. Pertama menghilangkan kata tanya. Kedua, mengubah kata kerja operasional ke dalam bentuk kata benda.

Contoh :

  • Bagaimana menerapkan pendekatan ilmiah dalam meningkatkan kemampuan siswa aktif menanya?

Kalimat pertanyaan dapat diubah menjadi judul seperti berikut:

  • Penerapan Pendekatan Ilmiah dalam Meningkatkan Siswa Aktif Menanya

Mudah bukan?

 

Masalah dalam Pembelajaran

Kemampuan merumuskan masalah dan memecahkan masalah menjadi kompetensi terpenting yang harus guru kembangkan. Alasannya sederhana, siswa selalu menghadapi masalah dalam hidupnya. Masalah yang datang silih berganti, tak  ada masalah yang datang  sebelumnya datang kembali. Siswa harus dilatih untuk selalu menyelesaikan masalah yang tidak pernah mereka hadapi sebelumnya. Setiap negara kini berlomba untuk menjadikan sumber daya yang unggul dengan menguasai kompetensi menyelesaikan masalah yang paling strategis dengan cara terbaik.

Dalam menerapkan pendekatan ilmiah; baik menggunakan metode inkuiri, pemecahan masalah, proyek; semua berawal dari masalah. Karena itu produk dari kegiatan mengamati, menghimpun data, dilanjut dengan menanya.

Peryataan masalah dalam kegiatan siswa belajar dapat  menggunakan kata tanya apa, kapan, siapa, di mana, mengapa, dan bagaimana tentang fenomena yang dapat mereka pelajari. Jika siswa diharapkan dapat mengebangkan proyek tertentu, maka seperti halnya guru, siswa perlu mendeskripsikan kodisi yang diharapkannya dan menyandingkan dengan kondisi nyata, agar mereka dapat mengembangkan masalah dengan tepat, mencari penyelesaian masalah, dan mengembangkan proyek atas masalah yang mereka selesaikan..

 

Referensi:

 

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments