Keterampilan Abstrak “Berpikir Analisis”

belajar-bersama, berpikir analisis

Banyak orang berpikir bahwa seorang siswa telah memiliki kemampuan berpikir analisis pada ranah kognitif. Jika siswa mampu mengurai suatu realita yang kompleks diurai dalam bagian-bagian maka hal itu sering dipandang cukup berketempilan. Yang peting siswa medeskripsikan yang kompleks menjadi satuan komponen-komponen.  Metode berpikir yang digunakan siswa adalah bepikir deduktif. Siswa mengenali yang umum lalu bergerak ke yang khusus.  Pemahaman seperti ini tentu tidak salah, Cuma ketika guru hendak menguji kompetensi siswa dalam berpikir kritis analisis  semacam ini pemahaman masih belum cukup.

Apakah keterampilan berpikir analisis?

Keterampilan  berpikir analisis adalah kemampuan untuk mendeskripsikan atau memvisualisasikan , mengartikulasikan  atau menggambarkan pemecahan masalah yang kompleks dan rumit dengan cara yang logis dengan menggunakan informasi yang tersedia. Keterampilan tersebut terlihat pada kemampuan mendemonstrasikan menerapkan pemikiran logis untuk memecahkan masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian komponennya dengan kata-kata, data, diagram, tabel sehingga dapat diterima pikiran.

Mengapa harus berpikir analisis?

Kemampuan berpikir analisis sangat penting untuk memecahkan masalah. Misalnya siswa diajak berjalan. Di sebuah persimpangan mereka diminta untuk menentukan apakah akan mengikuti jalan besar yang agak jauh, atau belok ke jalan pintas yang  dengan medan yang tidak mudah tetapi lebih dekat. Contoh semacam ini memunculkan masalah.  Jalan mana yang harus dipilih?

Pemasalah semacam ini akan banyak siswa hadapi. Siswa dilatih untuk menentukan yang terbaik dengan menggunakan informasi yang tersedia.

Bagaimana menguji kopetensi berpikir analisis?

Tes kompetensi berpikir analis sangat bergantung pada kata kerja operasional yang guru tentukan. Misalnya, disajikan sebuah kasus, seorang siswa berhasil menjadi lulus dari SD dengan nilai terbaik di sekolahnya. Lulus dari SMP pun ia meraih nilai terbaik. Ia  juga dikenal sebagai anak yang santun dan periang, Tentu saja ia rajin belajar dan mengerjakan tugas-tugas dari gurunya. Yang disukai orang guru-guru dan teman-temannya, ia juga rajin beribadah. Jika informasi tersebut Anda gunakan sebagai pembanding dengan diri Anda, adakah masalah yang Anda hadapi agar menjadi siswa terbaik di sekolahmu.

Kasus tersebut mendorong siswa untuk menganalisis karakter dirinya dengan karakter siswa terbaik dan merumuskan masalah berdasarkan informasi yang tersedia. Soal dapat dirumuskan dalam bentuk uraian atau pilihan ganda.

Semoga bermanfaat.

 

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments