Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kompetensi

imagesKemajuan ekonomi saat ini ditentukan oleh kekuatan  ilmu pengetahuan, teknologi, dan daya inovasi. Kondisi itu  mengingatkan penyelenggara pendidikan untuk lebih serius meningkatkan kemampuan siswa Indonesia dalam penguasaan sains (lihat tabel) dan matematika

Implikasi dari itu, tiap bangsa memfokuskan daya inisiatifnya pada penguatan posisi daya kompetitifnya dalam ekonomi global melalui pengembangan daya inovasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan telah mendorong percepatan inovasi dalam melahirkan jenis-jenis keperjaan baru dan meniadakan jenis-jenis pekerjaan lama.

Hasil penelitian di Amerika menunjukkan bahwa pada awal tahun 1900-an dengan adanya berbagai peralatan baru berdampak pada pertumbuhan tenaga kerja yang bergerak dalam bindang perkayuan dan perkebunan. Mesin yang diintegrasikan tenaga manusia telah meningkatkan daya kerja manusia sehingga produktivitasnya meningkat cepat. Tenaga kerja belajar menggunakan traktor, backhoes, forklifts, cranes, metal stampers dan peralatan lainnya sehingga telah mengemat waktu dan energy.

Pada akhir tahun 1900-an peralatan yang digunakan semakin modern dan telah membabat dengan cepat pula hutan Indonesia. Produktivitas yang tinggi dengan penghematan waktu dan energy telah membuat hasil produk kayu Indonesia dapat dipasarkan dengan murah. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya daya serap tenaga kerja yang tinggi, namun tidak lama kemudian penggundulan hutan bergerak cepat untuk menghabiskan sumber daya hutan sehingga daya dukung alam untuk lahan kehidupan yang harmonis merosot tajam.

Kemajuan bidang computer dan teknologi lainnya telah menurunkan dengan cepat pekerjaan klerek. Operator pembuatan surat, membuat memo, menghitung, mengolah data menurun tajam. Contoh penurunan pekerja terlihat pada data pada tahun 1920 di Amerika  2.1 juta orang yang bekerja pada bidang perkeretaapian, pada tahun 2008 menurun menjadi 230.000 orang.

Pada bidang lain perkembangan bergerak tidak searah. Industri iPod yang bergerak dalam bidang disain yang semula pekerjaan ini belum ada kini berkembang dalam 41.000 jenis pekerjaan baru pada tahun 2006. Sebanyak 14.000 jenis pekerjaan dikembangka di Amerika, sedangkan 27.000 yang lainnya melibatkan pekerja di luar Amerika dalam berbagai posisi di bawah kendali Amerika.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh sejalan dengan daya inovasi. Inovasi telah meruntuhkan jenis pekerjaan baru dan meningkatkan jumlah pekerjaan baru yang lebih banyak. Berkaitan dengan itu, daya kompetisi bangsa-bangsa ditentukan dalam uapaya meningkatkan  mutu sekolah terutama dalam membangun kemampuannya mengembangkan siswa untuk melatih siswa menguasai ilmu pengetahuan dan menerapkan ilmu pengetahuan harus dikembangkan secara simultan. Belajar adalah menguasai ilmu dan menerapkan ilmu pengetahuan dalam penampilan keterampilan terbaik.

Di bawah ini penulis lampirkan jenis-jenis pekerjaan yang dapat dikembangkan secara simultan dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Informasi di bawah ini diharapkan dapat memperluas  pemahaman bahwa hasil belajar itu bukan hanya pada nilai hasil dari penyelesaian soal, namun komponen penting itu diperluas dengan hasil belajar yang dapat siswa tunjukan sehingga menjadi basis bagi pengembangan kompetensi bekal berkarya di masa depan.

Jenis-jenis pekerjaan ini dikutip dari Pusat Pendidikan Australia.

  • [download id=”65″]
  • [download id=”66″]
  • [download id=”67″]
  • [download id=”68″]
  • [download id=”69″]
  • [download id=”70″]
  • [download id=”71″]
  • [download id=”72″]
  • [download id=”73″]
  • [download id=”74″]
  • [download id=”75″]
  • [download id=”76″]
  • [download id=”77″]

Bidang pekerjaan yang berbasis pengetahuan terus berkembang sejalan dengan penemuan-penemuan baru  yang semakin lama semakin sfesifik. Inovasi itu semakin membuka peluang baru bagi tumbuhnya jenis-jenis pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya sekaligus mengganti pekerjaan lama.

Kondisi ini idealnya dapat menggugah kesadaran pendidik untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan menyampaikan ilmu pengethuan yang selalu terbarukan serta  menguatkan keterampilan menerapkannya dengan rujukan mutu produk belajar yang dapat ditunjukkan oleh siswa berbagai  bangsa.

Artikel terkait:

Taksonomi Bloom: Mengembangkan Strategi Berpikir Berbasis TIK

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments

1 comments

I’d be inclined to pass on with you here. Which is not something I typically do! I enjoy reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to speak my mind!