Industri Kreatif Kian Menggeliat, Akademisi Semakin Dibutuhkan

Saat ini jumlah perusahaan di sektor kreatif mencapai sekitar 2 juta perusahaan. Maka, dengan melebarkan antisipasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, sedikitnya Indonesia membutuhkan 200.000 creative entrepreneuers dan creative leaders untuk memimpin perusahaan-perusahaan berbasis kreatif.

Berdasarkan data Kementrian Perdagangan dan Industri, industri kreatif telah terbukti mampu memberikan kontribusinya terhadap PDB Indonesia senilai Rp 104,6 triliun. Bahkan, data Admob Mobile Metrics pada Februari 2010 memaparkan, Indonesia menempati urutan keempat setelah AS, India, dan Inggris, berdasarkan permintaan advertising melalui mobile advertising dengan total permintaan sebesar 520.476.525 dan share 3,7 persen dibandingkan negara lain di seluruh dunia.

“Fenomena ini menunjukkan betapa tingginya kebutuhan sumber daya manusia untuk terus meningkatkan industri kreatif kita melalui institusi pendidikan. Selama ini, porsi terbesar pekerja industri kreatif kita masih dari jalur portofolio, bukan akademis,” ujar Deputy Director International Design School (IDS) Surya Sang dalam jumpa pers dan diskusi IDS Creative Festival 2010 di kampus IDS, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/4/2010).

Di sisi lain, kata Surya, dengan berkembangnya industri kreatif dan pergeseran media konvensional menjadi media digital, banyak pelaku bisnis yang perlu mendifinisikan ulang ekosistem bisnis mereka. Untuk itu, dari jalur akademis pekerja-pekerja kreatif harus terus dilahirkan.

Hal tersebut diamini oleh Edi Taslim, General Manajer Kompas.com, sebagai narasumber diskusi. Edi mengatakan, pada dasarnya multimedia adalah suatu kewajiban karena saat ini orang dapat mengonsumsi media dengan berbagai cara, mulai mengaksesnya dari komputer, Blackberry, atau Ipad.

Tidak bisa dimungkiri, lanjut Edi, surat kabar pun kini mengalami transformasi perkembangan menuju multimedia, seperti yang terjadi pada Harian Kompas. Jika awalnya berangkat dari traditional newspaper, Harian Kompas kini mempunyai Kompas.com.

Sumber : Kompas.com (http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/14/17224339/Kian.Menggeliat..Akademisi.Semakin.Dibutuhkan-14).

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Comments

comments