Learning Agility Pendukung Penguatan Peminatan

Learning agility menjadi pembahasan yang menarik yang  diangkat dari  dialog Prof Hamid,  UPI Bandung dengan Saudara Budi dari Lombok  yang diperkaya dengan beberapa  kompentar Dr Cecep melalui media WA Inspirasi Pendidikan. Isi dialog bisa jadi bermanfaat untuk para penyelenggara pendidikan. Diskusi seputar pentingnya memperhatikan peminatan dalam mengembangkan learning agility  atau kecepatan dan kelincahan belajar siswa.

Kecepatan dan kelincahan siswa mempelajari sesuatu yang beda dari yang dipelajari sebelumnya. Hal tersebut terkait dengan cognitive strategy (Piaget) atau metacognitive (Andersen). Learning agility seharusnya terlatih atau dilatihkan kepada peserta didik melalui pembelajaran dengan mengembangkan cara berpikir kritis. Semakin tinggi kemampuan belajar semakin “mudah” siswa belajar. Kelincahan juga diperlukan jika siswa  melakukan pergantian materi pelajaran, misalnya,  mereka memulai belajar matematika,  kemudian berganti dengan pelajaran  biologi dan fisika atau kimia.

Pada peristiwa lain, misalnya, siswa mempelajari IPS dan bahasa.Lintas minat akan sangat terbantu kalau pesdik punya kemampuan learning agility tinggi. Akan tetapi kembali perlu dikemukakan learning agility diperlukan dalam belajar di kelompok peminatan (ipa, ips, bahasa). Strategy mengembangkan learning agility beragam dan semuanya berkenaan dengan kemampuan berpikir HOTS.

Memperhatikan materi tersebut, kita melihat pentingnya mengembangkan keterampian berpikir akademik sampai pada level metakognitif dengan melatih siswa mengembangakan kemampuan berpikir tinggi. Kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta menjadi bagian penting dari kecakapan berpikir tinggi.

Pada hasil perbaikan K13, melatih siswa untuk mencapai learning agility atau kecepatan dan kelincahan mempelajari sesuatu menjadi bagian penting tidak hanya perlu dikembangkan di tingkat sekolah menengah, akan tetapi harus telah dikembangkan sejak sekolah dasar yang disesuaikan dengan kapasitas daya dukung kedewasaan berpikir siswa.

Kondisi yang diharapkan tentu saja, sejak dalam penyusunan KTSP, kepala sekolah sebagai pemangku kewenangan pada tingkat satuan pendidikan perlu menetepkan kompetensi tingkat satuan pendidikan yang diharapkan. Para guru mengidentifikasi dan menentukan kompetensi keterampilan berpikir akademik yang perlu siswa miliki untuk meningkatkan penguasaan materi yang telah ditentukan dalam setiap KD.

Pemikiran diperluas oleh Dr. Cecep dari UNJ bahwa berpikir lincah merupakan repertoar para pemimpin. Repertoar merupakan  kompetensi yang telah disiapkan sebelumnya sehingga menjadi modal membangun kemampuan belajar. Pengalaman bepikir mempengaruhi tidak hanya sejauh mana kita tumbuh sebagai individu, tetapi juga bagaimana kita dirasakan oleh orang lain. 

 Pada akhirnya, kemampuan kita untuk terus belajar dan beradaptasi akan menentukan sejauh mana kita berkembang di hari ini. Kemudian kita berusaha untuk memiliki learning agility. Selanjutnya kita dapat mengambil lebih banyak risiko dan menantang status quo, sambil memastikan berada pada momen dan reflektif berdasarkan fakta.
Kita perlu mencoba untuk melakukan semua ini sementara menolak godaan untuk menjadi defensif dalam menghadapi kritik atau tantangan lainnya. Sejauh mana kita mampu melakukan hal ini akan berdampak tidak hanya pada siapa kita hari ini, tetapi juga pada siapa kita  besok atau menjadi apa besok. Kita akan selalu menghadapi tantangan, masalah, dan isu baru. Apa yang membedakan keberhasilan kali ini dari sukses sebelumnya adalah kemampuan untuk memenuhi  atau menghadapi berbagai tantangan yang terjadi dan mengambil pelajaran tersebut untuk ke pentingang  masa depan.
Salam pendidikan

About Dr. Rahmat

Dr. Rahmat adalah pengawas sekolah, narasumber, pelatih, dan konsultan pengembangan sumber daya insani sekolah.

Related posts

Comments

comments

9 comments

Tolong dong download di Pengukuran Keterampilan Berpikir Kritis linknya diperbaiki. Artiel ini sangat membantu saya dalam mengumpulkan informasi yang saya cari. teria kasih.

saya sangat senang ada artikel yang menarik seperti ini dan sangat membantu saya untuk mencari dan mengembangkan instrumen untuk pengukuran berpikir kritis, bila ada yang lain boleh juga dikirim, dan teori teori yang mendukungnya, salam hormat,arief

tlong dong pak cara penyusunan instrumen tes kemampuan berpikir kritis khususnya mapel ips kelas v sd…mohon bantuannya

apa indikator yang digunakan untuk menyusun soalnya pak?
saya sedang meneliti tentang berpikir kritis, tetapi tidak dapat menentukan indikator dalam menuliskan soalnya?

Semua kata kerja operasional dalam Taksonomi Bloom pada level kecakapan berpikir kritis mengingat sampai berkreasi dapat digunakan. Contoh pernyataan : membandingkan kekuatan argumen, menentukan argumen yang lebih lemah, menentukan data yang lebih kuat untuk menunajang argumentasi, mengelompokan data yang sejenis, merumuskan konsep baru berdasarkan model yang telah dipelajari sebelumnya, dsb merupakan indikator kemampuan berpikir kritis.