TOPIK UTAMA »

October 5, 2014 – 10:09 pm | 661

Dalam proses pergeseran dari kurikulum 2006 ke pelaksanaan kerikulum 2013 kepala sekolah memegang peran yang sangat penting. Kepala sekolah dapat menentukan bidang perubahan yang perlu segera perlu penanganan.  Dalam menjalankan peran pimpinan perubahan kepala sekolah …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PENGELOLAAN, Uncategorized

Pendidikan Berbasis Lingkungan dan Pembelajaran Saintifik

Submitted by on July 16, 2011 – 4:47 pm6 Comments | 2,140

GP.com-  Kinabalu, Sabah, Malaysia menjadi tempat pelaksanaan Workshop Asean Eco-School pada tanggal 25-28 Juni 2011.  Kinabalu berada di Sabah.  Kota ini semakin ramai terutama dalam dua tahun terakhir, begitu kata penduduk setempat. Wisatawan datang dari berbagai negara. Ada banyak keindahan yang bisa dinikmati, seperti laut, hutan tropis, gunung, sungai, dan kuliner di pinggir pantai. Keindahan kota semakin berkesan karena lingkungannya yang bersih.

Workshop Pendidikan Lingkungan Hidup ASEAN

Kegiatan ASEAN  ini difasilitasi USAID (United States Agency For International Development) yang berlangsung selama tiga hari yaitu hari Minggu hingga hari Selasa dari tanggal 26-28 Juni 2011. Dalam dua hari pertama diisi dengan kegiatan pembahasan materi, sehari berikutnya adalah kunjungan lapangan dan pembahasan akhir draf tentang standardisasi pendidikan lingkungan hidup di ASEAN.

Tema pengembangan sekolah bersih, indah, rindang  serta konservasi lingkungan menjadi fokus perhatian semua anggota delegasi. Program tiap negara hampir sama, namun tiap negara memiliki karakteristik yang disesuaikan dengan kebutuhan khas tiap negera.

 

Beberapa pokok pikiran yang disajikan dalam presentasi delegasi setiap negara seperti yang tercatat dalam uraian di bawah ini.

  • Support and develop environmental curriculum (Brunei)
  • Engage students and the community in environmental clubs and activities (Brunei)
  • Provide safe and healthy learning environment with effective and high quality teaching and learning, which is in response to children’s needs (Cambodia)
  • Mainstream environmental education into existing school programs and policies (Cambodia)
  • Teacher training including faith based schools and other organizations (Laos)
  • Collaborative Public-Private Partnerships (Laos)
  • Clean and Green Model Schools  (Laos)
  • Collaborative cross-border activities (Laos)
  • Management  (Malysia)
  • Co-curriculum (Malaysia)
  • Greening Activities (Malaysia)
  • Award Evaluation of Eco Schools – Measurable Indicators and Scoring (Malaysia)
  • Participative: School community must be involved in the school management which includes the overall process of planning, implementation and evaluation (Indonesia)
  • Sustainable: All activities must be comprehensively conducted in well planned and continues way (Indonesia)
  • Development of school policies with environmental awareness and culture (Indonesia)
  • Development of environment based curriculum (Indonesia)
  • Presence of environment-related school policy (Philipines)
  • The school’s operation is environment friendly and there exist environment programs (Philipines)
  • Environment related features of the school curriculum (Philipines)
  • Presence of partners and linkages on environment programs/projects (Philipines)
  • Work in partnership with communities, NGOs, and Ministries to achieve the goal (Singapore)
  • Co-Curricular activities and campus green committees (Singapore)
  • Environmental education school hubs (Singapore)
  • Green Ribbon Schools Program (USA):  (1) Conceived in 2010 and launching Fall 2011 (2) A non-monetary recognition award given to schools (3) Partnership between state agencies, NGOs, & federal government.

Agenda yang tidak kalah menarik adalah kunjungan delegasi ke sekolah untuk mendapatkan model best practice dari sekolah inovatif  dalam  mendayagunakan lingkungan hidup sebagai penggerak pembaharuan belajar siswa.

Sekolah menengah Michael Penampang, Sabah yang baru saja pada tahun 2009/2010  Michael mendapat anugrah Sekolah Lestari semacam program Adiwiata di Indonesia.

Visi St Michael’s Secondary School, Penampang “will continue to shine as an Outstanding ’Lestari’ School”.

Kepala sekolah mempresentasikan Strategic planning & Action plan yang  menjadi poros strategi sekolah yaitu

  1. Pendidikan lingkungan hidup  meliputi program penghijauan dan ramah lingkungan yang teritegrasi pada kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler dalam usaha mendorong seluruh warga sekolah untuk mengelola lingkungan secara holistik.
  2. Mengembangkan sekolah bebas sampah.
  3. Bangunan sekolah dan lingkungan sekitarnya bersih, sapih, da indah setiap saat.
  4. Semua warga sekolah melaksanakan kegiatan dan berpartisipasi aktif dalam setiap aktivitas peduli ramah lingkungan.
  5. Meningkatkan diri setiap orang  secara berkelanjutan tentang pentingnya memelihara dan merawat lingkungan.
  6. Meraih penghargaan lingkungan seperti Wira SERASI atau Anugerah Lingkungan Sekolah Berkelanjutan (Lestari).

Implementasi strategi diarahakan pada pengembangan multi kecerdasan seperti yang terlihat pada gambar yang mengintegrasikan seni tradisional dengan misi lingkungan.

Pada banyak sekolah pendidikan lingkungan hidup sebagai kegiatan penunjang. Di sini sebaliknya, pendidikan lingkungan hidup menjadi poros dinamika mutu seluruh mata pelajaran . Pendidikan berbasis lingkungan menggerakan  ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada konteks lingkungan.  Kegiatan belajar terintegrasi dengan pengalaman siswa di sekolah.

Contohnya, kegiatan ekstra kurikuler tidak lepas dari  pengembangan lingkungan dan sebagai ajang mengamalkan ilmu, keterampilan dan sikap.  Pengembangan  sikap,  kepemimpinan, akademik, dan keterapilan terintegrasi pada sistem pengelolaan halaman, tanaman, toilet, kebun, dan lingkungan. Keterampilan siswa dalam mempelajari  IPA, Matematika, dan Ekonomi-Sosial dan seluruh mata pelajaran terintegrasi pada aktivitas pengelolaan yang terintegrasi tema sekolah berbasis lingkungan.

Sistem pembelajaran menghasilkan produk  yang terukur dan realistik. Aktivitas siswa yang terprogram, diintegrasikan pula pada struktur organisasi kesiswan sehingga berdaya dalam mengembangakan praktik  kepemimpinan dan kolaborasi siswa yang realistik dan produktif. Dari pengalaman sehari-hari berkembang  kreasi dan  inovasi pembelajaran. Hasilnya para siswa  menyajikan karya ilmiah tentang segala yang mereka dapatkan dari pengalaman mengelola lingkungan sekolah.

Lebih dari  itu, produktivitas keterampilan berorganisasi menyatu dalam tata kelola perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelestarian lingkungan. Sokolah yang indakh sebagai  tempat siswa belajar  menjadi model mahakarya milik bersama. Seluruh warga sekolah berpartisipasi nyata. Lingkungan hidup menjadi media belajar dan berdaya dalam mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 

Bagaimana Kegiatan Dikembangkan?

Seluruh aktivitas pengembangan berawal dari kebijakan sekolah yang mengembangkan aktivitas belajar sebagai proses yang simultan dengan kegiatan pengembangan lingkungan. Belajar dalam kelas tetap menjadi prioritas. Dari kelas aktivitas di perluas ke lingkungan sekitar.

Keunikan sekolah ini adalah dalam pengorganisasian belajar yang terintegrasi dengan fokus pada peningkatan keserasian hubungan siswa dengan lingkungan sekolah. Bedanya dengan kebanyakan sekolah, di sini pengembangan lingkungan sekolah menjadi bagian dari pelajaran. Tidak menjadi komponen yang terpisah antara mengembangkan proses pembelajaran lingkunan.

Hal praktis yang berbeda misalnya dalam pengembangan organisasi kesiswaan. Pada banyak sekolah Ketua, Sekretaris, Bendahara itu menjadi bagian dari organisasi kesiswaan. Di sini malah terintegrasi pada berbagai divisi kegiatan siswa yang amat pragmatis seperti manajemen toilet, manajemen halaman sekolah, manajemen halaman belakang sekolah, dan manajemen sampah.

Struktur pembelajaran dipandu oleh guru mata pelajaran yang bekerja sama dengan pembimbing organisasi kesiswaaan, misalnya divisi yang menjaga pelestarian sungai sekitar sekolah. Kerja sama antara guru mata pelajaran intra dan ekstra kurikuler terpadu dalam proyek  peningkatan kebersihan sungai.

Hal menarik lain adalah penyajian materi IPA diintegrasikan dengan halama sekolah, sungai, polusi air di got halaman sekolah.  Data yang mereka peroleh dihimpun sebagai produk kegiatan organisasi. Aktivitas lain di antaranya mengangkat sampah dari sungai, mengukur luas sungai yang mereka perlakukan sehingga mereka tahu berapa banyak sampah yang terhimpun dari luas tertentu. Mereka selanjutnya memprediksi berapa banyak sampai yang ada di sungai. Berapa banyak pertambahan sampah tiap tahun. Bagaimana dampak polusi yang ditimbulkannya.

Jika mereka memiliki manajemen sampah dengan konsep yang sama dengan yang lain, yaitu reuse, reduce, dan resicle  keuggulannya adalah sampah menjadi barang bernilai  ekonomi untuk membiayai kegiatan siswa. Lebih dari itu semua produk yang dapat mereka hasilkan dan dapat dijual, maka mereka lakukan itu. Misalnya menjual tanaman pot yang bernilai ekonomi tinggi  menjadi komoditas mereka.

Kewirausahaan dikembangkan dengan kuat pada semua bidang  pengembangan sekolah. Semua sudut sekolah  menjadi lahan produktif. Tempat mengembangkan tanaman hias sebagai tambang pengetahuan, keterampilan, karya ilmiah, dan masa depan siswa yang produktif terlihat seperti pada gambar berikut:

Model kesimpulan dari kegiatan siswa terlihat pada kesimpulan pelaksanaan kegiatan siswa mengelola lingkungan yang terungkap melalui presentasi. siswa.

Yang menjadi pertanyaan di sini adalah bagaimana sekolah membangun partisipasi dan tanggung jawab semua warga sekolah? Bagaimana mereka mengubah visi menjadi aksi  yang direncanakan sesuai dengan visi dan kebijakan sekolah dan dievaluasi?

Kondisi ini terbentuk karena mereka berhasil menanam nilai dan mereka junjung tinggi yang terintegrasi pada komitmen untuk membangun sekolah berkeunggulan. Mereka melakukan semua dengan penuh dedikasi. Semua orang memiliki tugas dan bertanggung jawab atas keberhasilan masing-masing. Mereka tahu tentang apa yang harus mereka kerjakan untuk merealisasikan target yang terbaik. 

Berlanjut ke hal praktis seperti dalam manajemen beg plastik. ” Kurangkan penggunaan beg, sayang dan jagalah bumi kita: Sekolah bebas beg plastik pada setiap hari Jumat. Sebuah seruan yang relevan dalam membangun kebiasaan seluruh warga sekolah. Dampaknya sekolah menjadi tempat belajar siswa yang kondusif. .

 

Seluruh tanaman tumbuh subur menandakan terpelihara dengan baik. karena setiap orang diberi tanggung jawab untuk merawatnya. Hal ini tentu berimbas pada sejuknya sekolah sebagai tempat siswa belajar. Mereka juga dekat dengan matahari.

Aktivitas belajar mandiri mereka lakukan di tempat yang sepantasnya sebagai produk dari kerja kerja mereka sendiri.

Siswa yang asik belajar. Mereka belajar, menulis, dan  membaca. Lebih dari itu pembelajaran ditingkatkan melalui kolaborasi dalam diskusi.


Gambar memperlihatkan siswa yang sedang melaporkan pelakanaan program berbasis data empiris.  Proses pengelolaan manajemen toilet menjadi bagian dari divisi mereka dalam menjaga kebersihan, keindahan, pemeliharan perlengkapan, pemeliharaan tanaman yang harus mereka ganti setiap hari untuk menjaga tanaman tetap hijau. Ide inovasi mereka adalah menjaga menjaga WC tetap kering. Setiap pengguna toilet mengeringkan sendiri bekas pakainya. Jadi, di tiap ruang toilet disediakan alat untuk  alat pel.  Hal yang khas di sini, tiap siswa yang hendak masuk toilet menggunakan sandal saat dia masih bersepatu. Oleh kerena itu ukuran sandal yang dipakai cukup untuk berintegrasi dengan sepatunya agar debu tidak masuk toilet. 

Hasil yang mereka dapat, toilet mereka tidak kalah bersih daripada toilet hotel maupun bandara.

Lain lagi soal pemanfaatan air hujan. Lihat bagaimana merreka menampung air hujan. Ketika delegasi berkunjung, namun air masih menggenang di kolam penampungan dan airnya berwarna hijau. Walaupun demikian, lele tak menjadi mati karenanya.

Siswa di sini medapatkan pengalaman lebih dalam belajar, berorganisasi, berwirausaha, dan berpikir ilmiah. Mereka mendapatkan ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan. Kepemimpinan dan pengalaman menerapkan ilmu mereka amalkan dalam mengelola tugas di sekolah. Mereka belajar dan mendapatkan uang dari kewirausahaannya.

Bagaimana pengelolaan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia?

Di Indonesia juga tentu banyak sekolah yang memiliki keunggulan yang sama. Jika melihat hasil yang ditunjukan dalam sistem pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia, kita memiliki sekolah yang jauh lebih indah daripada yang terbaik di Malaysia. Ambil contoh lingkungan di SMAN 1 Tuban. Penataan lingkungan di sekolah ini sangat indah. Lihat gerbang halamam sekolah yang cantik.

Kecantikan halaman diperindah dengan taman yang tertata sangat rapih. Lingkungan sekolah tidak kalah cantik dengan taman yang ada di depan hotel mewah sekali pun.

Halaman kelas benar-benar dipelihara dengan baik dengan didukung partisipasi seluruh siswa untuk menjaga sekolahnya menjadi tempat yang bersih, sehat dan produktif.Di sini yang masih perlu ditingkatkan adalah menggintegrasikan lingkungan dengan kegiatan belajar.

Lingkungan yang menarik dan kreatif  dapat dilihat misalnya di SMP Negeri 1 Tarakan. Perhatikan gambar berikut;

 Sekolah dapat memanfaatkan air dengan efisien, tempat wudhu siswa menjadi sumber air tanah yang diserap dengan pohon sehingga seluruh areal sekolah menjadi rindang. Lebih dari itu, sekolah sangat peduli dengan pengembangan keterampilan siswa beribadah karena menyediakan keran untuk wudhu sangat banyak. Dalam waktu sangat cepat siswa mperperisiapkan pelaksanaan shalat berjamaah.

 Semoga para siswa yang sedang sholat menjadi anak-anak yang sholeh dan semakin kuat bertakwa dan berilmu.

Admin, Published on: Jul 16, 2011 @ 16:47



6 Comments »

  • lenterak says:

    kapankah wujud keasrian sekolah dapat diterapkan di Indonesia ? mengingat sebagian gedung sekolah di tanah air masih layak disebut “kandang sapi”.

  • admin says:

    Kata politikus di sana tidak ada orang miskin, melainkan ada sebagian yang berlum kaya. Dalam kebaikan bangsa ini ternyata masih banyak sudut gelap yang perlu cahaya terang.

  • ary says:

    kalau kita ingin maju kita harus membuka hati untuk belajar kepada orang lain, walaupun itu terhadap negara yang sebagian orang menganggapnya sebagai musuh. pasti ada kebaikan disana

  • henning says:

    Asslmualiakum wr.wb
    sebelumnya saya sampaikan terima kasih kepada Pak Rahmad, dan mohon doa restunya SMA N 1 Tuban untuk mengikuti pemilihan sekolah Adiwiyata (seleksi Provinsi). awalnya saya memang tertarik untuk membaca artikel tentang pendidikan Lingkungan hidup (Workshop Pendidikan Lingkungan Hidup ASEAN : Studi tentang The Amazing School) tidak taunya ada foto SMA N 1 Tuban disana, oiya Pak Rahmad SMA N 1 Tuban sekarang semakin hijau dan cantik selain itu seluruh warga sekolah juga semakin antusian untuk mewujudkan SMA N 1 Tuban menjadi sekolah adiwiyata. wslm

  • batampokjawas says:

    assalamu alaikum wr wb

    yth PAK DR Rahmat, salam silaturrahmi dari Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama / Madrasah Kemenag Kota batam , insya Allah mau unduh sebahagian Program dalkam guru pembaharu, semoga bermanfaat untuk yang lain2 nya . amin terima kasih

  • admin says:

    Terima kasih atas apresiasinya, silakan, salam untuk teman-teman pengawas Kemenag Kota Batam.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments