Sister School Sebagai Unjuk Kinerja Pendidikan Bertaraf Internasional
Sukses menjalin kerja sama dengan sekolah lain dari berbagai negara memperluas ruang berpikir, tingkat keyakinan, dan bertambahnya pengetahuan baru yang diperoleh melalui proses belajar. Patterson, Purkey, and Parker (1986) menyatakan bahwa keyakinan, kebiasaan-kebiasaan, kolaborasi orang-orang atau pun iklim sekolah berpengaruh terhadap pengembangan ilmu pengetahuan siswa. Menurut mereka, kultur sekolah :
- mempengaruhi perilaku dan prestasi siswa;
- bukan sesuatu yang datang dari langit melainkan hasil kreasi warga sekolah;
- unik, seperti apa pun hasilnya merupakan perpaduan dari kreasi komunitas;
- memperluas dan memperdalam fokus tujuan sekolah;
- menjadi perekat seluruh warga untuk mengarahkan seluruh dayanya dalam mewujudkan visi-misi (http://www.sedl.org/change/school/culture.html).
Fenomana yang tampak dari kehidupan nyata bahwa tiap sekolah dalam satu wilayah bisa memiliki kurikulum, sumber daya guru, bangunan, sumber biaya, dan teknologi yang sama. Namun uniknya hampir tidak ada sekolah yang sekali pun memiliki sumber daya yang sama akan selalu menghasilkan mutu lulusan yang berbeda.
Salah satu yang menyebabkan perbedaan itu adalah konteks sekolah. Kultur berpengaruh pada cara berpikir dan cara bertindak, bahkan berpengaruh pada keyakinan untuk mendapatkan prestasi yang terbaiknya. Sekolah merupakan perpaduan orang-orang khas yang datang dari lingkungan sosial dan ekonomi yang berbeda, jadi konteks sekolah selalu berbeda.
Latar belakang pendidikan orang tua siswa, mata pencaharian, kemampuan ekonomi, keyakinan hidup, cita-cita, dan persepsi masyarakat terhadap pendidikan juga berbeda. Itulah sebabnya tiap sekolah selalu memiliki keunikan dan mencapai prestasi yang berbeda-beda. Program pembinaan dapat sama, sumber daya sama melimpahnya, namun hasilnya masih ditentukan oleh daya integrasi orang-orang dalam kebersamaannya menwujudkan tujuan.
Meluasnya konteks sekolah yang dibangun melalui hubungan antar siswa dalam ruang lingkup dunia, hubungan dan kerja sama dengan guru, kolaborasi lintas daerah, bahkan kolaborasi dan kompetisi tingkat dunia berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Extensive evidence exists that engagement and motivation are critical elements in student success and learning (Theresa M. Akey, Ph.D. 2006)
Dari pemikiran itu ada dua hal yang dapat dijadikan argumen untuk mendukung pentingnya kerja sama sister school, yaitu membangun kultur berbasis internasional dan mengembangkan konteks sekolah dalam rangka membangun perluasan wawasan siswa dan motivasi siswa belajar terutama dalam memperluas tantangan wacana kehidupan global serta untuk lebih memahami tentang apa yang bangsa lain pelajari serta telah menghasilkan apa saja.
Patut disyukuri dengan adanya standar sekolah bertaraf internasional harus ditandai dengan keberhasilannya dalam melakukan kerja sama sister school dalam taraf global telah menimbulkan gelombang perluasan orientasi kerja sama sekolah.
Catatan Sekolah Yang Sukses Mengembangkan Sister School
SMAN 1 Subang mulai tanggal 1 s.d. 14 desember 2009 mengutus 2 orang guru SMA Negeri 1 Subang untuk mengikuti faculty exchange programme sebagai bentuk tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani oleh Kepala SMA N 1 Subang dan President of Davao Doctor’s College di Davao City the Philippine. Keberadaan tim di Davao City mendapat dukungan penuh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City. Program ini dijembatani oleh SEAMOLEC dan Konjen RI. MoU ditandatangani oleh DR. Gatot Hari Prijanto sebagai direktur SEAMOLEC dan Malik Partawana sebagai Konjen di Davao City. Program ini adalah program magang untuk mata pelajaran Biologi, Kimia dan Bahasa Inggris serta bencmarking dalam peningkatan mutu manajemen.
Kerja sama yang dilakukan oleh SMAN 1 Subang bukan merupakan kegiatan yang pertama. Sekolah ini sukses pula menjalin kerja sama dengan Korea dan Singapura. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa sehingga koloborasi ini membuka cakrawala baru dalam membung kultur belajar yang berbasis kerja sama global.
SMAN 3 Malang sebagaimana dideskripsikan oleh Hariyanto telah menjalin kerjasama dengan menuai sukses melaksanakan kegiatan menjalin sister school antara SMA Negeri 3 Malang dengan River Valley High School-Singapore sejak ditandatangani MoU oleh kedua kepala sekolah pada bulan Mei. Bentuk kerjasama, meliputi exchange program akademik dan non akademik sehingga setiap tahun kedua sekolah saling mengirim 30 siswa dan 4 guru ke masing-masing sekolah selama 1-2 minggu.
SMAN 15 Surabaya sukses menjalin kerja sama dengan Singapura dan Jerman. Pada tahun lalu sekolah ini telah mengirimkan 5 orang utusan mengikuti kegiatan Super Camp di Jerman. Pada tahun ini mengirim 3 orang utusan ke Thailand. Biaya kegiatan ini ditanggung oleh Pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman pada tahun ini mengirim satu tenaga ahli Bahasa Jerman untuk mendampingi guru Bahasa Jerman dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Hikmah dari meningkatnya kerjasama ini adalah efektivitas kerjasama dengan Jerman semakin kuat, bahkan sekolah ini dapat meraih juara 3 olimpiade Bahasa Jerman di tanah air. Tahun ini Kepala Sekolah berangkat ke Jerman atas undangan Pemerintah Jerman.
Kerjasama sekolah ini juga dikembangkan dengan Australia Barat yang diprakarsai oleh Pemerintah Jawa Timur. Dengan Australia telah dijalin kerjasama pertukaran guru. Dalam dua tahun terakhir sekolah ini telah mengirimkan 2 orang guru Bahasa Indonesia ke Australia.
Kerjasama dengan Australia juga dikembangkan oleh Pemerintah Jawa Tengah. Buah kerjasama itu terlihat dari sejumlah sekolah terkemuka telah berangkat ke Australia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan sekolah-sekolah yang dimitrakan. Namun hingga saat ini belum seluruh sekolah dapat menindaklanjuti kerjasama bilateral ini dengan bentuk kegiatan yang lebih kongkrit yang dapat berpengaruh pada pengembangan kultur dan konteks sekolah yang mampu mendongkrak kemampuan belajar siswa.
SMAN 1 Singaraja, Kepala sekolah Nyoman Darta menyatakan bahwa sebanyak 20 siswa dari Singapura tahun ini belajar di Singaraja . Ini merupakan tindak lanjut kerjasama antar sekolah internasional. Kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari. Dalam masa yang singkat ini diharapkan kedua belah pihak akan mendapatkan pengalaman baru.
Para siswa dari Singapura akan berbaur dengan siswa lainnya dan mengikuti kegiatan proses belajar mengajar, termasuk pelajaran seni seperti melukis, menari dan menabuh. Diharapkan pula kerja sama ini akan menguatkan rasa percaya diri siswa Singaraja 1 dan tentunya memberi manfaat untuk siswa dari Singapura yaitu bertambah luasnya pergaulan internasional serta semakin memperkuat kompetensi dalam berkomunikasi secara langsung menggunakan bahasa inggris.
Pertukaran pelajar ini juga akan memberikan pengalaman khusus kepada siswa dari Singapura yaitu tentang adat istiadat dan seni di Bali, serta menikmati pengalaman belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan bersama dengan para siswa di Bali.
SMAN 4 Denpasar, Dengan kecerdikan yang unggul memanfaatkan sumber daya Bali, SMAN 4 Denpasar sanggup membangun keunggulan melalui kegiatan sister school dengan mitra terbanyak di bandingkan dengan sekolah lain, juga paling efektif dalam melakukan kerja sama yang produktif. Kerja sama dilakukan dengan Australia, Singapura, Korea, dan Jepang. Posisi saat ini SMAN 4 Denpasar diminati untuk menjadi mitra oleh sekolah-sekolah dari negara lain. Hal ini terkait dengan banyaknya manfaat yang diperoleh pihak sekolah dari luar negeri dari kerja sama dengan sekolah ini. Pada umumnya ketertarikan sekolah mitra yaitu pada sosio-kultural bali dan keharmonisan kerjasama antara guru dengan siswa dalam meningkatkan produktivitas belajar siswa.
SMA Khadijah Surabaya, sukses menjalin kerja sama dengan salah satu sekolah di Malayasia, pada saat ini sedang dilaksanakan pertukaran pelajar dan guru. Sebanyak 22 orang siswa dibimbing 3 orang guru di Malayasia.
Kegiatan pertukaran pelajar dengan sekolah mitra di Malayasia bertujuan untuk mengembangkan wawasan keislaman sehingga diharapkan potensi diri siswa semakin meningkat sesuai dengan kebutuhan hidup secara global dengan didukung keterampilan berbahasa Inggris yang baik.
Jumlah pelajar dan pendidik yang mengikuti program ditentukan pihak Malayasia. Peminat dari sekolah lebih banyak sehingga sekolah perlu melaksanakan seleksi. Program ini telah berjalan selama dua tahun dan telah meningkatkan kompetisi belajar siswa. Karena itu minat mengikuti program ini tidak ditentukan oleh biaya namun lebih ditentukan oleh prestasi siswa. Biaya perjalanan ditanggung oleh orang tua siswa dan sekolah.
SMAN 1 Bogor. Program Sister School dilakukan melalui program pertukaran guru dan pelajar melalui lembaga AFS (American Field Service), sebanyak 2 Guru Bahasa Inggris dikirim ke Jepang dan Korea dalam program pertukaran budaya dan 1 guru geografi ke Korea dalam program pembelajaran Geografi, untuk pertukaran siswa juga dilakukan pelaksanaan AFS dilaksanakan sejak tahun 1990 dengan negara Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Switzerland, dan Italia dengan tujuan pengenalan bahasa dan budaya, dengan mengirim rata-rata 5 orang siswa per tahun.
SMAN 1 Tarakan Kalimantan Timur telah mengubah visi nasional ke internasional sejak tahun 2007. Salah satu strategi dalam mewujukan visi adalah melakukan kerja dengan sekolah-sekolah di luar negeri yaitu dengan Unity Secondary School di Singapore, Beijing Language School di Cina, juga dengan salah satu sekolah di Australia.
Di dalam negeri sekolah ini menjalin hubungan baik dengan Semesta Boarding School (International School) di Semarang, SMAN 3 Malang, SMA 5 Denpasar, SMAN 1 Pinrang, dan SMAN 3 Bekasi.
Kegiatan itu didukung dengan meningkatnya aktivitas warga sekolah belajar bahasa Inggris. Produk dari kerja sama adalah terlaksananya kunjungan 5 orang guru mendampingi siswa ke Unity Secondary Schoool. Satu orang guru mendampingi siswa dalam summer camp di Cina, dan 1 orang guru juga mendapat beasiswa Endeavour Excecutive Award dari Pemerintah Australia dan mengikuti pengembangan profesi di Australia selama 2,5 bulan.
Pengaruh pada peningkatan penggunaan bahasa Inggris di kalangan siswa juga luar biasa. Produk belajar yang dapat siswa tunjukkan bukan hanya komunikasi lisan namun mampu membangun web www.sman1-trk.com selain berbahasa Indonesia juga berbahasa Inggris.
Selain sekolah-sekolahdi atas masih banyak sekolah lain yang telah mengembangkan kegiatannya. Namun tidak sedikit sekolah yang telah menandatangani MOU tetapi belum bisa melanjutkan ke dalam bentuk kegiatan nyata karena masih terhambat dengan belum efektifnya komunikasi.
Mediasi
Dari beberapa catatan di atas, dapat diperoleh informasi bahwa sekolah dapat menjalin kerjasama dengan memanfaatkan peluang yang difasilitasi oleh pihak lain, seperti Depdiknas, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta orang tua siswa. Secara umum agenda kegiatan kerjasama meliputi kegiatan kunjungan kepala sekolah, pertukaran guru dan pertukaran siswa. Peluang itu diperoleh karena tingkat kesiapan guru dan siswa untuk melakukan kerja sama telah terlatih karena sekolah-sekolah itu telah berpengalaman banyak dalam menjalin kerja sama dengan sekolah mintranya di dalam negeri.
Refleksi Pengembangan Kerjasama
Dari sejumlah model kerjasama yang dikembangkan belum tampak perkembangan kesiapan sekolah dalam menunjukan kehandalan dan keyakinan diri untuk menjadi rujukan mutu belajar mengajar bagi negara-negara lain.
Hal tersebut terkait dengan kondisi psikologis para pendidik yang memandang bahwa kualitas pendidikan bangsa kita belum dapat setaraf dengan kinerja guru-guru dari negara lain. Kondisi ini tidak berkorelasi dengan rasa percaya diri siswa Indonesia yang menunjukan penampilan kompetitif dengan siswa dari negara lain pada ajang kompetisi internasional. Seharusnya para pendidik lebih memahami tentang apa kekurangan yang dimiliknya namun mengetahui pula keunggulan spesifik yang menjadi ciri khas yang dikuasainnya, sehingga memiliki keunggulan kompetitif terhadap pendidik dari negara lain.
Beberapa model unik yang dapat dijadikan contoh keunggulan ditunjukan dengan keunikan sekolah di dalam sistem pengembangan disiplin siswa, seperti di SMA Taruna Nusantara sehingga menjadi rujukan mutu bagi bangsa lain. SMA 4 Denpasar Bali mampu mengembangkan model belajar berbasis lingkungan sehingga kultur sawah dan ladang menjadi lingkungan belajar yang unik dan menarik perhatian bangsa-bangsa lain. Fenomena yang menarik dialami guru SMA 1 Subang (Ibu Rika) yang telah memenangkan predikat guru terbaik yang menerapkan model pembelajaran berbasis jaringan pada pertemuan guru sedunia di Korea tahun ini.
Dari seluruh agenda kerjasama itu, unsur wisata menjadi salah satu agenda penting dalam setiap kegiatan, sehingga semestinya setiap daerah dapat mengintegrasikan kerjsama sister school sebagai potensi untuk meningkatkan kepariwisataan. Contoh yang sangat terkenal dari upaya meningkatkan kerjasama siswa agar meramaikan kunjungan wisata dilakukan oleh SMA 4 Denpasar dengan Australia, Korea dan Jepang. Begitu juga kerjasama yang dikembangkan oleh sekolah di Washington DC dengan Tokyo. Selain berdampak pada meningkatnya pertukaran siswa, juga berdampak pada kunjungan orang tua siswa, sehingga meningkatkan potensi pariwisata.
Kendala
Sebagian besar sekolah masih mengalami kesulitan untuk membangun jaringan kerjasama, sehingga belum dapat melaksanakan kegiatan sister school. Sekolah-sekolah pada kelompok ini terkendala oleh minimnya pengalaman membangun kerjasama dengan sekolah-sekolah mitra dinegerinya sendiri, keterbatasan penguasaan Bahasa Inggris, keterbatasan kerjasama melalui jaringan teknologi informasi dan komunikasi serta kelemahan pada pengembangan sistem.
Referensi :
http://www.mdrc.org/publications/419/full.pdf
http://www.sedl.org/change/school/culture.html
Tags: Sister Schools25 Comments »
Leave a comment!










Terimakasih. Model sister school yang telah di-share sangat membantu kami dalam mengembangkan sister school yang sudah terlaksana di SMA Negeri 3 Malang. Bentuk kerjasama selama ini di sekolah kami adalah exchange programme, yaitu student exchange dan teacher exchange secara simultan (baca laporan kami: http://psb-sman3malang.com/mod/forum/discuss.php?d=22) dengan kegiatan akademik dan non akademik (baca worksheet/handout kami: http://psb-sman3malang.com/mod/forum/discuss.php?d=29). Kami tertarik dengan bentuk dan model seperti yang SMA 4 Denpasar dan SMA Taruna Nusantara terapkan, mudah-mudahan secara MoU prinsip kita adalah kesetaraan dan saling menguntungkan, tetapi secara informal kita juga menjadi rujukan pembelajaran sekolah-sekolah di negara lain.
Mudah-mudahan
Hariyanto
SMAN 3 Malang
Terima kasih share tentang model Sister School menjadi informasi yang berharga buat kami dalam mengembangkan sister school luar negeri bagi SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading. Untuk sister school dalam negeri kami sudah menjalin dengan tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 3 Bandung, SMA Negeri 3 Palembang, dan SMA Islam Al Azhar Bumi Serpong Damai. Namun ada satu pertanyaan yang belum saya temukan jawaban dalam tulisan tersebut adalah: apakah sekolah luar negeri yang menjadi sister school sudah termasuk negara OECD ? Terima kasih
Wassalam
Dwiyono
SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading
Yth Bpk DWIYONO
Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD – Organisation for Economic Co-operation and Development) merupakan sebuah organisasi internasional dengan anggota tiga puluh negara, yaitu:
Anggota pendiri (1961):
Amerika Serikat*
Austria*
Belanda*
Belgia*
Britania Raya*
Denmark*
Republik Irlandia*
Islandia*
Italia*
Jerman*
Kanada*
Luksemburg*
Norwegia*
Perancis*
Portugal*
Spanyol*
Swedia*
Swiss*
Turki
Yunani*
Bergabung kemudian (menurut urutan tahun bergabung):
Jepang* (1964)
Finlandia* (1969)
Australia* (1971)
Selandia Baru* (1973)
Mexico(1994)
Republik Ceko* (1995)
Korea Selatan* (1996)
Hungaria (1996)
Polandia (1996)
Slovakia (2000)
Untuk menjadi sister school sekolah-sekolah RSBI adalah negara-negara OECD atau negara maju lainnya, contohnya Singapura, bukan termasuk negara OECD, tapi negara itu termasuk negara maju.
Demikian sekedar share, semoga bermanfaat.
Hariyanto
SMAN 3 Malang
Apa yang ditulis Pak Rahmat tentang manfaat kemitraan adalah benar. Kultur memang sedikit demi sedikit berubah setelah adanya kemitraan tersebut walaupun memang kemajuannya tidak dalam angka yang signifikan. Tapi sesedikit apapun perubahan ke arah perbaikan tetap kami anggap sebagai sebuah langkah maju. SMA 1 Subang memang sedang mulai bebenah tapi tidak sehebat seperti yang digambarkan dalam tulisan ini. Selain itu “kesuksesan” saya bukanlah di ajang kompetisi dunia tapi di ajang kompetisi tingkat negara-negara Asia Pasifik (APEC) di Korea Selatan. Mudah-mudah bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain bahwa dari satu impian kita bisa meraihnya melalui komitmen dan kerja keras. Terima kasih.
Salam kenal,
sy ingin banyak tahu dari A-Z ttg pengelolaan SBi dan RSBI (yg sebenarnya apa bedanya?).mohon dapat dikirm info. TQ sebelumnya.Termasuk info ttg sister school, walaupun sekolah sy senidir sudah langganan siswanya ikut AFS sejak 99 dan saat ini kami punya sister school dg salah satu sekolah di Jepang, dan baru sj kami tanda tangani dg Goethe Institute utk eprtukaran pelajar ke Jerman. selama ini kami hanya pasif menerima tawaran, belum aktif menginisiasi utk dibentuknya hubungan. mohon infonya.
Terima kasih atas perkenalannya, semoga pertemuan pada dunia maya ini membawa manfaat. Beberapa informasi tentang SBI kami telah tersedia, namun kami dedikasikan usaha penyajian informasi didedikasikan pada peningkatan mutu dan penjaminan mutu pengelolaan dan pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah. SBI dan sekolah lain dalam hal mutu tidak berbeda jauh, yang lain hanya targetnya, jadi sukses sekolah Ibu salah dalam sistem school, bisa jadi belum dapat diwujudkan oleh sekolah yang telah RSBI. Selamat.
terima kasih untuk informasinya yang sangat berharga. apakah sister school bisa dilakukan oleh sekolah berkonsep alam?
Tentu Bu Endah. Tiap sekolah memiliki sumber daya yang berbeda, keunggulan dan kelemahan yang berlainan. Sekolah yang mengintegrasikan lingkungan menjadi sistem kelas besar (sekolah alam) sehingga membuat siswa belajar secara efektif merupakan keunggulan. Jika hal itu menarik dan bernilai dalam pendidikan, serta menadi ciri khas yang membuat sekolah lain terkesima melihatnya, maka sister school menjadi salah satu jawaban untuk mempelajarinya. Antara dua sekolah atau lebih saling berbagi pengalaman terbaik.
Terimakasih info tentang siter school. Saat ini sekolah kami sangat butuh informasi tentang sekolah mitra, kami sangat tertarik dengan sister school dengan sekolah yang berbasiskan Islam karena sekolah kami ada dilingkungan pesantren. Sekoalah kami sangat butuh informasi tentang sekolah yang berbasiskan Islam.mohon infonya.
Pak Ikhsan, ada banyak sekolah yang berprestasi yang berbasis Islam, seperti, SMA Khadijah Surabaya, SMA Muhamadiyah Gresik, SMA2 Muhamadiyah Sidoardjo, Al-Azhar Jakarta, SMA 2 Muhamadiyah Yogyakarta, SMA Assalam Surakarta, dan ….banyak lagi.
Saya dari SMK dengan kompetensi keahlian TI, butuh informasi, bagaimana cara menjalin kerjasama dengan sekolah berbasis Teknologi informasi.
terima kasih
Coba pak Heri buka tulisan tentang Membangun Jejaring Internasional Melalui Web Globalgateway pada artikel yang telah kami sajikan, SMAN 3 berhasil mewujudkannya. Salam.
Sekolah kami, Madrasah Aliyah Bali Bina Insani, ingin juga mengikuti program sister school karena sangat menarik dan bermanfaat tampaknya.
Sebagai Madrash Aliyah yang berada di Bali memiliki peluang besar untuk melakukan sister shool dengan banyak sekolah nasional maupun internasional, berpengantar bahasa Inggris atau Arab. Selamat mengembangkan kerja sama yang dapat menberikan rohmat bagi seru sekalian manusia.
I’d have to give green light with you here. Which is not something I typically do! I really like reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!
Kami menyukai hampir seluruh artikel di guru pembaharu.com. Sangat bermanfat bagi pengembangan pendidikan di sekolah kami, terutama artikel mengenai RSBI dan menjalin jejaring sister school di luar negeri. Kami berminat menjalin sister school dengan secondary school di Singapura. Ada yang bisa membantu bagaimana memulainya? Dengan latar belakang sekolah berbasis pariwisata dan budaya, sekolah kami SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berdiri sejak 1946 ingin maju bersama dengan sekolah lain di Indonesia. Terima kasih bantuannya
Bu Dewi, sister school itu prosesnya seperti kita menjalin hubungan antar dua pribadi. Memerlukan saling mengenal diri, memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing. Memahami karakter kepribadian masing-masing sehinga diketahui kegiatan apa yang dapat dilakukan bersama untuk mendapatkan masalahat besar bagi kepentingan bersama. Untuk itu diperlukan pertemuan awal, saling mengenal, saling menunjukkan kekuatan untuk saling membantu. Dalam hal yang terakhir itu, kita perlu menyajikan informasi untuk menarik minat sekola di Singapura agar mau diajak kekerja sama. Tunjukkan apa yang telah dan sedang kita lakukan, misalnya dalam bidang pariwisata dan budaya, sehingga bermanfaat atau menarik perhatian mereka. Sebaiknya di web Saraswati disajikan profil yang menarik sehingga mereka lebih mengenal kita. Salam,
Salam,
Kami dari SMK Kehutanan ingin melaksanakan kegiatan Sister School ini.Mohon infonya pak, mengenai link link sekolah yang ada keterkaitan dengan Kehutanan. Terimaksaih sebelumnya
Bu Rika, ada banyak cara untuk membangun hungan dengan sekolah unggul. Antara sekolah di dalam negeri tidak telalu sulit karena tak hambatan jarak dan birokrasi untuk bertemu. Namun dengan sekolah di luar negeri ada beberapa kendala membangun komunikasi yang harus dapat dilalui. Teknik yang dapat ditempuh di antaranya, (1) memanfaatkan sister city yang telah dibangun beberapa kota dengan mitra di luar, termasuk memanfaatkan hubungan GtoG (misalnya antar departemen (2) membangun hubungan yang difasilitasi oleh orang yang pernah tinggal di negara lain (3) mengubungi kedutaan (4) melalui komunikasi berbasis IT. Semua memerlukan informasi sebagai modal pertukaran sebelum mempertukarkan hal lain, jadi buatkan SIM keunggulan sekolah untuk ditawarkan dan menjadi daya tarik bagi orang lain. Lihat http://www.globalgatway atau Iearn, di sini dapat dilihat model kerja sama dalam hubungan sister school. Salam
Yang ikut banyak loh sekolah2 R-SBI kaya SMAN 1 Probolinggo dengan Singapore (Emaar International school etc.)
pengen deh ikut serta. sma 70 mana nih ada gak ya?
Salam kenal buat para guru dan para pendidik. Perkenalkan nama saya Stephanus, asal Bandung, kini bermukim di Singapore sejak tahun 2008, saya sangat tertarik dengan pembahasan tentang sister school ini karena company saya membantu beberapa sekolah di Indonesia yang mencari sister school di Singapore. Silakan kunjungi website saya http://m.wix.com/stephanustw/revivalnetwork dan klik di bagian other service foto-foto kegiatan yang pernah kami lakukan bersama SMAN 5 Bandung, SMPN 2 Lampung, dan sekarang kami sedang mengembangkan ke sekolah2 di Indonesia lainnya.
Saya berlatar belakang sebagai guru dan dosen di berbagai sekolah di Bandung sebelum migrasi ke Singapore, silakan dipelajari di http://m.wix.com/stephanustw/revivalnetwork di bagian about us dan untuk sekolah2 yang berminat untuk sister school di Singapore boleha kirimkan profil sekolahnya dan kebutuhan serta tujuan kenapa ingin mendapat sister school ke email saya, dengan senang hati saya akan membantu mewujudkannya.
Regards
Stephanus
Menambahkan email saya sebelumnya, di dalam sister school yang paling penting adalah bagaimana pihak sekolah di Indonesia mampu menonjolkan keunggulan sekolahnya yang tidak ada di LN, jadi idenya harus ada kerjasama dari kedua belah pihak, dimana pihak sekolah LN mau belajar hal2 yang tidak ada di negaranya sedangkan dari Indonesia bisa belajar apa yang tidak ada di dalam negri. Untuk Asia Tenggara, saya kira Singapore masih merupakan negara yang dianggap cukup maju di dunia pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya enquiry yang masuk sampai saat ini tentang study tour, study banding, student exchange, sister school, dll.
Regards
Stephanus
staephanusTW@gmail.com
http://m.wix.com/stephanustw/revivalnetwork#!about-us
Kami dari Smk Negeri 1 sukabumi (kelompok teknologi dan industri) sangat menginginkan menjalin sister school. Ada yang bisa membantu, kerjasama apa saja yang mungkin dilakukan?
Salam kenal buat para guru dan para pendidik. Perkenalkan nama saya Stephanus, asal Bandung, kini bermukim di Singapore sejak tahun 2008, saya sangat tertarik dengan pembahasan tentang sister school ini karena company saya membantu beberapa sekolah di Indonesia yang mencari sister school di Singapore. Silakan kunjungi website saya http://m.wix.com/stephanustw/revivalnetwork ….begitu Bu Sinta dalam kolom komentar di Sinta di artikel Sister School Sebagai Unjuk Kinerja Pendidikan Bertaraf Internasional…..coba searching dulu…