Pengembangan Kurikulum: Mendefinisikan Mutu Lulusan
Pendidik perlu memperhatian berbagai kaidah sebelum melakukan perbaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seuai dengan situasi dan kondisi lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terdapat beberapa hal penting lain yang perlu diperhatikan sebelum menentapkan berbagai indikator belajar. Jika kita pandang indikator itu mencerminkan mutu, maka maka mutu itu harus cukup untuk dapat mewujudkan kompetensi lulusan yang pendidik harapkan pada mata pelajaran yang dibinanya.
Apabila mutu lulusan jelas, maka untuk dapat berhasil mewujudkannya perlu dipikirkan cara untuk mencapainya. Oleh karena itu wajar apabila dalam menentukan indikator guru harus memperhatikan komponen penentu keberhasilan yang lainnya. Ada pun yang harus menjadi bahan pertimbangan guru adalah:
1) Standar kompetensi lulusan pada Standar Nasional Pendidikan
2) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
3) Visi-misi sekolah
4) Target kebijakan mutu sekolah dalam standar isi, proses, dan penilaian,
5) Tujuan pendidikan tiap mata pelajaran.
6) Ruang lingkup materi pada tiap mata pelajaran
7) Deskripsi profil lulusan yang pendidik harapkan dapat terwujud pada tiap mata pelajaran.
Semua hal di atas penting karena pada hakekatnya mutu lulusan itu sangat bergantung pada mutu pelayanan belajar pada tiap mata pelajaran. Pada tiap mata pelajaran guru berkontribusi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sesuai dengan amanat UU Sistem Pendidikan Nomor 20 Th. 2003 dalam mendukung tercapainya tujuan maka sekolah, salah satu pemangku kepentingannya guru, wajib mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pernyataan itu mengindikasikan pentingnya memfasilitasi siswa mengembangkan dirinya, bukan guru kemangkan. Itu berarti pula bahwa pendidikan berpusat pada siswa.
Berdasarkan itu, maka ukuran sekolah yang bermutu apabila sekolah memenuhi target dalam mewujudkan suasana dan proses pembelajaran, serta mewujudkan mutu lulusan sesuai dengan target yang ditetapkan. Jadi prinsip utama menerapkan standar adalah (1) sekolah memiliki target yang terukur (2) sekolah mengukur kinerja pencapaian targetnya.
Membangun profil mutu lulusan merupakan komponen pekerjaan penting di sekolah agar setiap pendidik dan siswa mendapatkan arah pengembangan yang jelas. Pada sekolah yang tidak mendefinisikan mutu lulusan dengan baik, menyebabkan pendidik dan siswa mengembangkan target seadanya. Akibat dari cita-cita yang kurang jelas juga berpengaruh pada daya juang warga sekolah. Pada sekolah-sekolah seperti ini kultur kompetitif tidak terbentuk. Sebaliknya pada sekolah yang telah memiliki target mutu yang jelas, guru-gurunya menyatakan bahwa betapa mereka merasa dikejar target, namun sangat puas jika melihat peta prestasi yang mereka wujudkan jauh lebih baik daripada sekolah lain. Ada kebanggaan pada mereka, sementara pada kelompok yang tidak jelas cita-citanya ditemukan banyak keluh kesah.
Dengan demikian definisi mutu lusan yang jelas membantu semua pihak menentukan arah dan mengukur harapannya sesuai dengan kemampuan masing-masing, pada tiap mata pelajaran. Penentuan target mutu lulusan dapat dijabarkan dari standar nasional yang dipadukan dengan cita-cita sekolah. Permendiknas 78 tahun 2009 bisa menjadi model yang sekolah tentukan :
|
No |
Indikator Operasional |
Target Mutu Lulusan |
| 1. | Mencapai target kriteria ketuntasan minimal (KKM) | Standar KKM 7,5. |
| 2. | Mencapai target rata-rata nilai UN | Standar nilai rata-rata UN 75 |
| 3. | Mencapai target kelulusan UN | Standar jumlah lulus UN 100% |
| 4. | Mencapai target masuk Perguruan Tinggi | Target siswa yang diterima di perguruan tinggi tekemuka minimal 80%. |
| 5. | Memiliki kompetensi yang setara dengan sekolah negara-negara maju | Materi pelajaran yang siswa kuasai setara sekolah unggul di kabupaten kota, provinsi, nasional, internasional, Cambrige. ☻Menjadi pengguna TIK yang setara dengan lulusan dari negara maju |
| 6. | Memiliki daya saing komparatif dalam menampilkan keunggulan lokal pada tingkat nasional dan internasional | Lulusan/siswa menampilkan karya-karya kreasinya lokal di forum local, nasional, regional, dan internasional☻ |
| 7. | Memenangi kompetisi local, nasional, regional, dan internasional | Meraih prestasi pada kompetisi lokal, nasional, regionalMeraih prestasi yang mendapat penghargaan lokal, nasional, regional, dan internasional.☻ |
| 8. | Berperan aktif menjaga kelangsungan hidup sesuai perkembangan dunia | Memiliki pengalaman bekerja sama internasional dalam pertukuran informasi budaya dan kegiatan ekstra kurikuler atau kegiatan sosial melalui tatap muka atau bermedia dengan mitra kerja pada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional. ☻ |
| 9. | Memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris | Meraih rata-rata siswa memiliki nilai Toefle 7,5 pada skala based internet. |
| 10. | Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi dalam pembelajaran | Seluruh siswa menggunakan internet sebagai sumber belajar. |
| 11. | Memiliki keterampilan untuk bersaing memperoleh pekerjaan pada level nasional dan internasional | Selurun siswa dapat menyajikan informasi dan berinteraksi melalui website. |
☻Pilih target sesuai dengan kondisi siswa, daya dukung sekolah, dan daya dukung masyarakat.
Target mutu lulusan ditetapkan berdasarkan visi-misi sekolah dengan mempertimbangkan sumber daya yang sekolah miliki serta kepentingan siswa untuk melanjutkan pendidikan dan kepentingan siswa agar memiliki daya sing pada ruang lingkup nasional dan global. Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah mempertimbangkan batas minimal standar nasional.
SKL seperti contoh di atas perlu menjadi dasar untuk menentukan target minimal pada tiap mata pelajaran. Oleh karena itu, target mutu lulusan menjadi target akademik serta menjadi sasaran yang menjadi dasar bagi berkembangnya suasana dan proses pembelajaran yang efektif.
Tags: KTSP, SKLOne Comment »
Leave a comment!














I’d be inclined to play ball with you on this. Which is not something I typically do! I love reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to speak my mind!