TOPIK UTAMA »

August 16, 2014 – 5:47 am | 488

Terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam perumusan perencanaan pembelajaran pada pelaksanaan  kurikulum 2013. Pertama merancang kompetensi yang seimbang antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang hendak diwujudkan. Kejelasan kompetensi akan sangat membantu dalam merancang materi …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » SEKOLAH, Uncategorized

Sekolah Efektif

Submitted by on March 11, 2012 – 3:30 pmNo Comment | 1,009

Efektivitas dapat diukur dengan indikator peningkatan produktivitas sekolah seperti tingkat kehadiran guru dan siswa, kerja sama tim, dan tingkat partisipasi dalam pengambilan keputusan (1994: 7).  Menurut Abin Syamsudin, sekolah efektif  adalah satuan pendidikan yang menunjukan suatu ukuran tingkat kesesuaian antara hasil  yang dicapai (achievements, observed outputs) dengan hasil yang ditetapkan terlebih dahulu (1999:19).

Sekolah efektif merupakan perpaduan dari (1)  karakter kepemimpinan pembelajaran yang kuat, (2)   terpusat jelas pada hasil belajar, (3) memiliki harapan yang tinggi, (4) memiliki lingkungan aman dan kondusif, dan (5) terpantaunya hasil pencapaian belajar secara berkelanjutan  pada suatu sekolah (Turney, at all.1992: 5)

Sekolah efektif dinyatakan Hatton dan Smith dalam tulisannya yang berjudul Perspectives on Effectives Schools (1992:1) berkarakteristik  (1) memiliki kepemimpinan pengajaran yang kuat (2) terpusat pada produk belajar (3)  harapan siswa yang tinggi (4) lingkungan yang aman dan sesuai dengan harapan  (5) memiliki kekerapan dalam memonitor tingkat pencapaian hasil.

Dijelaskan Abin Syamsudin dalam skema model analisis posisi internal organisasi maka efektivitas merupakan posisi output dibanding dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Lihat ukuran efektivitas pada skema analisis posisi internal organisasi di bawah ini:

Selain efektivitas, terdapat efisensi, produktivitas, apresiasi, relevansi, dan aspirasi di samping adanya batas pemenuhan standar untuk menyatakan ukuran dalam sebuah organisasi.

Penyelenggaraan proses pengelolaan sekolah yang efektif berkembang dari mulai merumuskan tujuan yang diharapkan dapat dicapai,  mendeskripsikan profil siswa yang diharapkan dapat dibangun, serta merumuskan tahap-tahap kegiatan yang harus berproses yang jelas, terarah, dan terukur sehingga akhirnya diperoleh peta mutu produk kinerja sekolah.

Kejelasan arah menggambarkan pemenuhan standar yang berarti  berkembangnya proses konservasi untuk memproteksi ketangguhan, keamanan, serta daya tahan kepemimpinan yang bertumpu pada disiplin, perhatian, standar, kepemimpinan yang saling berpengaruh terhadap perubahan Wilson (2004:1)

Dari uraian singkat di atas kita memperoleh gambaran  bahwa sekolah yang efektif  adalah sekolah yang mewujudkan kinerja dengan tujuh karakter berkut:

  1. Fokus mewujudkan tujuan dengan jelas dengan standar yang tinggi
  2. Menentukan target dalam perencanaan sebagai dasar untuk menentukan ukuran keberhasilan atau kriteria keberhasilan.
  3. Pengelolaan terpusat pada psroduk belajar siswa.
  4. Memiliki kepemimpinan pembelajaran yang kuat, berdisiplin, bepengaruh dalam melakukan  perubahan.
  5. Sekolah aman, nyaman,  dan kondusif.
  6. Memantau perkembangan pencapaian berlajar secara berkala dan berkelanjutan.
  7. Mengembangkan kebijakan partisipasi seluruh pemangku kepentingan.

Skema efektif menjadi salah satu ukuran kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan dalam pemenuhan keterlaksanaan kegiatan maupun hasil kegiatan. Pernyataan ini jika dikaitkan dengan sistem pengelolaan sekolah, maka seorang kepala sekolah memiliki kewajiban untuk:

  1. Memahami masalah berupa kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi yang diharapkan.
  2. Menentukan tujuan pada setiap program  pemecahan masalah yang dihadapi sekolah.
  3. Menentukan indiakator dan kriteria keberhasilan dalam proses dan hasil pelaksanaan program.
  4. Menentukan alat ukur untuk memetakan keberhasilan program.
  5. Memilih strategi yang paling efektif dalam mewujudkan tujuan.
  6. Menerapkan strategi.
  7. Memantau, mensupervisi, dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil dengan menggunakan instrumen yang sudah dirumuskan.
  8. Melaksanakan refleksi pencapaian kinerja dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Dari delapan tindakan yang banyak sekolah abaikan, berdasarkan hasil pemantauan adalah ;

Sekolah kurang fokus  menentukan target keberhasilan hal ini terbukti dalam menentukan setiap program sekolah belum memiliki indiakator dan target keberhasilan  yang sinergis dengan target pengembangan kompetensi lulusan.

Sekolah kurang menghargai fungsi kontrol  terutama terlihat dari apa yang diukur keberhasilan dalam supervisi bukan target mutu keunggulan yang sekolah cita-citakan, bahkan sebagian sekolah membiarkan guru bertindak bebas sesuai selera pribadinya tanpa kendali profesional oleh kepsek.

Mentapkan target mutu dan mengukur keberhasilan merupakan komponen utama yang menjadi perlu menjadi penanda kepala sekolah menerapkan standar dengan sungguh-sungguh atau hanya sekedar formalitas yang hanya terdengar dalam pernyataan, namun sulit dipotret dalam tindakan nyata yang terlihat dan jelas maslahatnya bagi perubahan mutu sekolah menjadi lebih baik.

Referensi:

Hatton dan Smith (1992) Perspectives on Effectives Schools.  http://eric.uoregon.edu/ publications/digests/digest129.html

Syamsudin, Abin (1998) Analisis Posisi Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Turney, C. et al. (1992). The School Manager. Australia: Allen & Unwin.

Wilson, Noel (2004)  Educational Standards and the Problem of Error,, The Flinders University of South Australia, http.//cpaa. asu.edu/epaa /v6n 10/c6.htm,2004) http://eric.uoregon.edu/trends_issues/edgov/selected_abstracts/board_super_relations.html

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments