Program dan Instrumen Supervisi Manajerial Kurikulum 2013

Kebijakan nasional pendidikan tentang supervisi manajerial pada awal pelaksanaan kurikulum 2013  belum mendapatkan porsi perhatian yang seimbang dibanding dengan perhatian terhadap supervisi akademik. Dalam pelatihan kepala sekolah dan pengawas materi supervisi manajerial tidak terwadahi sehingga sukses implementasi kurikulum  dapat terkendala karena sistem manajerial sekolah tidak dapat mendukung perkembangan bidang akademik.

Para perancang kebijakan pelatihan untuk mengimplementasikan kurikulum mamandang bahwa yang terpenting meningkatkan kopetensi kepala sekolah dan pengawas dalam pengawasan akademik. Karena bidang ini yang akan menjamin terpenuhinya harapan atas pelaksanaan krukulum 2013 yaitu meningkatnya  kompetensi lulusan karena perbikan proses pembelajaran  melalui supervisi akademik. Dasar pemikirannya, bidang supervisi akademik pada penerapan kurikulum sebelumnya hanya disadari penting, namun peleksanaannya tidak berjalan efektif.

Berkat pelatihan yang telah dilaksanakan, peningkatan konsentrasi para pemangku kewenangan di sekolah terhadap perubahan pada standar isi, proses, penilaian berkembang baik. Isu pernyetaraan pengembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan; pendekatan saintifik, dan penilaian autentik menjadi topik pembicaraan yang sangat serius di sekolah. Begitu juga dengan tematik terpadu di SD maupun peminatan di SMA_SMK. Seluruh sumber daya dan pikiran diarahkan pada penjaminan  keberhasilan itu semua. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi pertanda baik bahwa ada perbaikan proses dalam peningkatan mutu pendidikan di tanah air.

Namun di balik dinamika perkembangan itu, muncul permasalahan baru. Pergeseran perubahan proses pada level satuan pendidikan tidak secepat perubahan pada manajemen kelas. Keterlambatan perkembangan pada level manajemen sekolah jelas dapat memperlambat perbaikan pada bidang akademik. Data yang terhimpun dari dinamika implementasi kurikulum menunjukkan bahwa sebagian besar kepala sekolah menyentuh perubahan sistem manajemen sekolah untuk  menunjang pelaksanaan bidang akademik.

Perubahan administrasi kelembagaan sekolah tertinggal dengan perubahan bidang akademik  sehingga dokumen penunjang satuan pendidikan belum mendukung pembaharuan dalam bidang pembelajaran. Kondisi ini dapat dilihat pada lambatnya pembaharuan program jangka menengah dan tahunan.  Pembaharuan visi-misi, walau pun, bisa tetap memepertahankan rumusan sebelumnya, namun target pencapaian tujuan lembaga seperti pada target mutu lulusan pada tingkat satuan pendidikan semestinya sudah dirumuskan ulang.

Dengan adanya pergeseran pada pendekatan tematik terpadu di Sekolah Dasar, setiap satuan pendidikan memerlukan pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran, penilaian, pengelolaan nilai pada level guru perlu mendapat dukungan sistem administrasi pada tingkat satuan pendidikan yang terpadu pula. Demikian pula dengan berjalannya proses penilaian autentik pada jenjang pendidikan menengah. Keterpaduan semestinya segera tercermin dalam rancangan leger, rapot, dan buku induk siswa. Kita memaklumi bahwa semua memerlukan waktu dan proses untuk berubah, namun ketika itu luput dari perhatian kepala sekolah, maka perbaikan tertib administrasi sekolah akan menjadi titik lemah yang berpotensi menghambat perbaikan mutu.

Dengan tertinggal pergeseran pada level  satuan pendidikan dengan perubahan pada  manajemen kelas, maka kepala sekolah yang seharusnya menjadi imam perubahan kurikulum tidak berfungsi optimal. Apabila hal tersebut tidak segera berubah, maka kepala sekolah yang seharusnya menjadi orang paling penting dan paling berpengaruh di sekolah karena manjadi pemegang keputusan, akan lebih banyak mendelegasikan kewenangannya kepada para guru. Alasannya sederhana, karena ia masih kurang memahami apa yang seharusnya ia kerjakan.

Berdasarwan gambaran itu, maka pengawas sebagai pilar penjamin mutu pemenuhan standar bidang akademik dan manajerial, perlu lebih memperhatikan tugasnya dalam mendorong kepala sekolah memperkuat sistem  manajerial sekolah dalam memenuhi standar pengelolaan. Penguatan dokumen dan pengaturan pengelolaan pada tingkat satuan pendidikan penting untuk menopang kemajuan dalam bidang akademik.

Untuk kebutuhan pelaksanaan supervisi manajerial di bawah ini disajikan model program pelaksanaan supervisi manajerial yang disertai dengan instrumen yang  dapat pengawas gunakan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan kurikulum 2013.

Demikian matri yang dapat GP sajikan. Atas perhatian teman-teman saya haturkan terima kasih.

Admin

Bagikan artikel ini:

7 thoughts on “Program dan Instrumen Supervisi Manajerial Kurikulum 2013

  1. jainudin usman

    Aswrwb. Mohon ijin download model program supervisi akademikdan manajerialnya buat teman2 pengawas di kotim kalteng, semoga tambah amal jariahnya
    wassalam
    jainudin usman

  2. Miming Karmilah

    Assalamualaikum…..terimakasih pa informasinya,izinkan copy ya pa, semoga tambah ilmunya…Amien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Top