TOPIK UTAMA »

October 5, 2014 – 10:09 pm | 736

Dalam proses pergeseran dari kurikulum 2006 ke pelaksanaan kerikulum 2013 kepala sekolah memegang peran yang sangat penting. Kepala sekolah dapat menentukan bidang perubahan yang perlu segera perlu penanganan.  Dalam menjalankan peran pimpinan perubahan kepala sekolah …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » SUPERVISI, Uncategorized

Perangkat Supervisi Akademik

Submitted by on September 11, 2011 – 4:25 am8 Comments | 11,448

Supervisi akademik secara umum diganakan sebagai istilah untuk memantau perkembangan belajar siswa dalam merencanakan, pelaksanakan, dan mengevaluasi kemajuan belajar. Pengawasan dilakukan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa mengoptimalkan potensi dirinya dalam meraih target akademis mereka.

Untuk mendapatkan prestasi yang terbaik, siswa perlu didorang untuk  menyadari adanya prosedur standar yang harus mereka lalui dan ada target yang harus mereka capai sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL). Oleh karena itu, sasaran esensial dari supervisi akademik adalah siswa. Namun, dalam pengaturan kegiatan supervisi akademik Indonesia guru yang  yang berkaitan dengan rancangan pemanfaatan  sumber daya yang siswa miliki  serta memenuhi standar prosedur pembelajaran.

Karena efektifnya pelaksanaan pembelajaran diukur dengan kemampuan siswa mencapai target sesuai dengan SKL. Sekali pun yang wajib dipantau  adalah prilaku profesinal guru dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,  namun perlu efektivitas hasilnya harus dilihat dari prilaku siswa belajar dan hasil belajar yang siswa capai.  Permikiran ini menegaskan bahwa supervisi akademik baru dinyatakan akuntabel jika pemantau melihat proses siswa belajar dalam kelas dan hasil belajarnya.

Apa beda antara supervisi manajerial dengan supervisi akademik?

Pertanyaan ini penting untuk memperjelas kedudukan keduanya dalam sistem peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan karena ada pandangan sebagian orang bahwa pengawasan manajerial  mencakup aspek-aspek yang berkaitan dengan sistem manjemen yang meliputi standar pengelolaan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana, dan pembiayaan. Pengawasan akademik berkaitan dengan standar SKL, isi, proses, dan penilaian.

Kita mengetahui bahwa fungsi manajemen sekolah  mencakup seluruh standar. Peningkatan mutu dalam 8 SNP bagaikan dua sisi mata uang. Dilihat dari fungsi manajemen harus berjalan  fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Di sisi lain terdapat berbagai esensi peningkatan seperti pemilihan materi pelajaran, tingkat keterampilan, aspek pedagogis, aspek profesional pendidik, hingga kepribadian siswa.

Dengan demikian supervisi akademik lebih menekankan perhatian pada bagaimana seluruh sumber daya sekolah dikerahkan untuk memfasilitasi guru mengajar dan siswa belajar. Supervisi manajerial lebih memfokuskan perhatian pada bagaimana hail itu direncanakan, dilaksanakan sehingga setiap langkah kegiatan mengarah pada pencapaian tujuan.

Kondisi Nyata

Hasil pemantauan  kinerja sekolah baik melalui kegiatan  evaluasi, supervisi, pelaksanaan Evaluasi Diri Sekolah (EDS), maupun akreditasi; secara umum menunjukkan bahwa instrumen supervisi akademik yang sekolah gunakan kurang relevan dengan berbagai indikator pemenuhan SNP.

Sebagian sekolah memilih instrumen yang dikembangkan jauh sebelum SNP ditetapkan. Instrumen memuat komponen yang tidak ditinjau ulang tiap tahun sesuai dengan prinsip pencapaian program yang dinamis dan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam pengunaan instrumen, penilaian kurang fokus pada analisis dampak positif belajar siswa. Padahal sebaik-baiknya guru mengajar adalah yang memberikan manfaat terbanyak kepada siswa dalam meraih target tujuan pembelajaran. Jadi setiap tindakan profesional guru dalam kelas harus diuji dengan seberapa besar maslahatnya teradap perbaikan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa.

Beberapa sekolah-sekolah yang unggul menetapkan target belajar meningkatkan melek  Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Keterampilan mendayagunakan sumber belajar dari dunia internasional yang berbahasa Inggris menjadi ciri khasnya. Mengembangkan  kolaborasi internasional, seperti mengerjakan proyek bersama siswa dari berbagai sekolah dari berbagai penjuru dunia telah terkembangkan. Realita ini sungguh menajubkan.

Pada sekolah yang berkeunggulan seperti ini sangat kuat dalam mengembangkan  indikator kreatif, kolaboratif, dan inovatif belajar. Lembaga juga mendorong  pembelajaran juga belaku proses pembelajaran yang bersiklus eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Namun pada beberapa sekolah yang dalam kondisinya seperti ini belum memiliki sistem supervisi yang menunjang perkembangan tersebut.

Pemantauan yang berulang dan mencakup ruang lingkup wilayah yang luas di negeri ini, belum ditemukan insturmen supervisi yang digunakan oleh sekolah dalam melaksanakan supervisi akdemis yang mecakup berbagai indikator di atas. Data dari lapangan mengindikasikan bahwa bahwa supervisi akademik yang memenuhi standar akademik taraf internasional masih perlu  mendapat perhatian para pembina sekolah.

Bantuan teknis untuk meningkatakan efektivitas penjaminan mutu melalui supervisi akademis  masih diperlukan sekolah agar berdampak terhadap proses perbaikan mutu.  banyak sekolah yang belum memiliki dokumen hasil supervisi kepala sekolah yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan perbaikan mutu akademik. Pemantauan langsung ke dalam kelas untuk melihat proses belajar yang sesungguhnya belum menjadi tradisi sekolah yang baru sebagai dampak dari penerapan standar.

Hasil refleksi supervisi akademik masih berkutat pada aspek teknis yang dasar yang harus dipenuhi guru dalam kelas. Belum mengukur dan membedakan tingkat profesionalisme guru yang sesuai dengan kebutuhan mutu keinternasionalan. Salah satu penyebab masalah ini adalah supervisi hanya dikerjakan kepala sekolah untuk memenuhi syarat formalitas pemenuhan bukti fisik.

Tantangan besar dalam  pelaksanaan supervisi akademik bisa kita pilah dalam dua hal. Pertama kesesuaian materi yang diangkat dalam instrumen dengan kriteria standar yang rendah. Kedua dalam operasional yang diangkat dalam dokumen dengan menggunakan informasi bukan dari proses yang seharusnya, malainkan dari proses penyediaan bukti fisik.

Semoga dengan akan berprosesnya penilaian kinerja guru yang berkaitan dengan penilaian angka kreditnya pelaksanaan supervisi akademik akan semakin baik karena terintegrasi dengan program tersebut.

Solusi Alternatif

Dalam jangka waktu dekat permasalah pertama dapat dipecahkan dengan memperbaharui instrumen supervisi akademik yang disesuaikan dengan berbagai kriteria SNP. Kedua, mengingat keterbatasan waktu kepala sekolah, maka suspervisi akademik dapat ditingkatkan melalui pembentukan tim penjaminan mutu sekolah yang dikolaborasikan dengan pelaksanaan tugas pengawas. Ada pun peran supervisor diarahkan pada penyediaan layanan seperti di bawah ini.

  1. Menyediakan pelayanan pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan belajar individu dan khusus untuk mereka yang terkait dengan rencana pembelajaran, kesetaranan dan keragaman yang dapat mereka refleksikan.
  2. Memberikan umpan balik terstruktur untu guru dan  siswa dalam meningkatkan kemajuan akademis dan kinerja pemenuhan SKL.
  3. Menggunakan hasil tinjauan dan catatan supervisi manajerial maupun akademik  digunakan untuk  bimbingan dan latihan lanjutan dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru dan prestasi belajar siswa.
  4. Melaksanan transaksi dengan guru tentang jenis dukungan yang tepat  dalam rangka meningkatkan kinerja belajar siswa dalam membantu membangun karakter, pengetahuan, keterampilan menggunakan pengetahuan, dan mengembangkan daya kolaborasi.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan supervisi akademis oleh sekolah atau pengawas, GP melampirkan beberapa perangkat administrasi berikut:

Semoga perangkat tersebut bermanfaat untuk bahan perbaikan teman-teman dalam melaksanakan tugas.

Salam

Published on: Sep 11, 2011

8 Comments »

  • faisyah noor says:

    pa minta contoh silabus yang berkarakter dong

  • admin says:

    Gunakan Ibu yang sudah ada di tangan Ibu. Tambahkan dalam indikator pembelajaran dengan target prilaku karakter. Contoh: Siswa dapat “menegakkan kejujuran dengan menyerakan tugas hasil karya sendiri”. Dengan tambahan itu berarti silabus dan RPP sudah menegakkan karakter. Pernyataan itu perlu dilindaklanjuti dengan jujur dalam proses belajar, dan guru menyiapka penllaian kejujuarn dalam proses penilaian. Selesai. Contoh yang Ibu perlukan untuk jenjang apa?

  • Novi says:

    Pak, ada yg mengatakan karakter sebaiknya tdk dimasukkan dlm indikator, cukup di kegiatan pembelajaran. Karena bila dimasukkan dlm indikator, maka harus ada jg alat penilaian yg mengukur karakter ybs, dan jg indikator harus dapat di ukur….Juknis tentang karakter ini dalam PBM sebenarnya seperti apa ?
    Thanks for tulisan Bapak, ijin untuk ikut menikmati, semoga menjadi amal kebaikan Bapak. Amiin

  • isa says:

    terima kasih.  
    informasi ini sangat bermanfaat bagi kami. …..

  • ita octavia says:

    Pak,tlng beri contoh penilaian hasil belajar berkarakter…trmksh

  • elan suherlan says:

    alhamdulilah, termakasih pak atas segala informasinya…insya alloh akan bermanfaat bagi kita-kita..dan semoga bapak selalu sehat dan bisa trus update informasi dan data terbaru sebagai “suplemen” tambahan bagi kita,…

  • nailyKhusna says:

    pak,, tolong beri contoh instrumen supervisi guru bahasa inggris.. 

  • Sangkut,S.Pd says:

    Terima kasih , semoga bermanfaat

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments