TOPIK UTAMA »

October 28, 2014 – 12:51 am | 1,762

Proses penilaian prestasi kerja guru maupun kepala sekolah seharusnya sudah  dimulai pada bulan Januari  bersamaan dengan menetapkan SKP. Pelaksanaan penilaian kuantitas, kualitas, waktu dan biaya seharusnya tuntas pada bulan Desember 2014. Namun demikian, kita dapat …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » SUPERVISI, Uncategorized

Peran Pengawas: Memfasilitasi Sekolah Meraih Keunggulan

Submitted by on March 19, 2011 – 7:07 am4 Comments | 1,058

Di negara mana pun pengawas sekolah memerankan tugas yang sangat penting dalam memastikan bahwa implementasi kebijakan mengarah pada tujuan yang diharapkan.  Kepastian bahwa pelaksanaan program manajerial dan akademik benar-benar berproses sesuai dengan standar yang telah digariskan. Pembuktian bahwa proses berjalan sebagaimana yang diinginkan memerlukan data empirik yang diperoleh dari realita yang ada di sekolah.

Pekerjaan pengawas itu ilmiah karenanya pekerjaannya berlandaskan ilmu pengetahuan dan berpijak data yang valid. Atas dasar kecendrungan itu,  pada saat ini pengawas sekolah berkembang ke dalam berbagai tipe, seperti, pengawas ilmiah, klinis, pembina hubungan antar manusia, pembina kolaboratif kolegial, sebagai teman sejawat, sebagai pelatih, sebagai mentor atau pembimbing, pengembang kultur, pengawas ekologi juga pengawas pengembang mutu sumber daya manusia.[1]

Semua peran itu bertujuan untuk membaharui pembelajaran, meningkatkan kepuasan guru atau kepala sekolah, meningkatkan kreasi komunitas pembelajar, memperluas pengalaman belajar siswa dalam kelas, menganalisis serta membangun kultur, mengembangkan penerapan bahasa dalam pembelajaran, dan melakukan pembaharuan strategi pembelajaran sejalan dengan perkembangan teknologi, dan meningkatkan kecerdasan sekolah agar adaptif dan bertransformasi terhadap pekembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tantangan kompetisi antar bangsa.

Peran pengawasan sekolah pada saat ini tidak hanya dilakukan oleh pengawas, namun terdapat pihak lain yang turut bertanggung jawab terhadap fungsi pengawasan sekolah, yaitu, guru senior atau teman sejawa, trainer atau pelatih, mentor, kepala sekolah, pemerintah pusat, dan tentu saja pengawas. Para pemeran terutama bekerja untuk penjaminan mutu yang melibatkan pihak internal dan eksternal.

Memfasilitasi Sekolah Meraih Keunggulan Mutu

Tugas utama pengawasan sekolah adalah untuk meningkatkan keyakinan dan motivasi warga sekolah agar dapat mewujudkan keunggulan pengelolaan dan pembelajaran. Keunggulan sekolah harus ditunjang dengan efektifnya kepemimpinan kepala sekolah, menorong pengawas agar lebih visioner,  Meningkatkan daya kepemiminan sehingga kepala sekolah menjadi lebih dominan tetapi tidak mendominasi, meningkatkan efektivitas komunikasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan pekerjaan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Semua karakter keunggulan itu dinyatakan efektif jika berpengaruh terhadap kegiatan mengajar dan belajar sehingga meningkatkan mutu mutu lulusan.

Peran terpenting pengawas adalah meningkatkan motivasi, meningkatkan keyakinan dapat meraih target tertinggi, meningkatkan pemahaman mengenai peta posisi kinerja melalui pengukuran terhadap target, membekali  guru dengan ilmu pengetahuan  serta keterampilan terbaik. Mengasah keteramplan guru dalam teknis operasional penunaian tugas mendidik, mengajar, dan melatih. Memastikan pendidik memenuhi standar prosedur pembelajaran. Pendidik yang efektif dapat meningkatkan kecakapan berpikir, mengelola data da informasi, serta menggunakan informasi dalam menghasilkan berbagai karya inovatif.

Kewajiban pengawas sebagai pembina, pembimbing, dan pelatih adalah mengembangkan kapasitas dirinya melalui proses belajar tanpa henti. Pengawas wajib menambah ilmu pengetahuan dan terampil memantau dan menilai proses dan produk kepemimpinan dan pengajaran.

Hasil kegiatan menilai dan memantau adalah terhimpunya informasi data yang mendeskripsikan perbedaan antara apa yang sebaiknya kepala sekolah dan guru kerjakan serta apa yang sesungguhnya kepala sekolah dan guru lakukan. Pengawas juga perlu memahami benar target yang sesungguhnya kepala sekolah dan guru-guru tetapkan. Dengan membandingkan antara yang kepala sekolah dan guru raih dengan apa yang seharusnya mereka capai maka pengawas akan mengenali keunggulan dan kelemahan pelaksanaan tugas kepala sekolah dan guru dalam mewujudkan target lembaga. Pengenalan terhadap itu, akan meningkatkan pemahaman pengawas mengenai masalah yang harus dipecahkan di sekolah.

Merumuskan pernyataan masalah, menghimpun informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, mengeksplorasi berbagai alternatif pemecahan masalah, menerapkan starategi pemecahan masalah merupakan bagian substansial pelaksanaan tugas seorang pengawas di sekolah. Di sinilah letak kebebasan pengawas menafsirkan kondisi nyata sekolah dilihat dari sisi pandang seorang pembinaan, pembimbing, dan pelatih. Harga pengawas sekolah di mata kepala sekolah dan guru ditentukan oleh seberapa banyak dan seberapa baik pengawas mampu merumuskan masalah dan berinovasi memecahkan masalah sehingga membantu kepala sekolah dan guru meningkatkan efektivitas kerjanya.

Objek pekerjaan pengawas dalam peningkatan dan penjaminan mutu dapat digambarkan dalam diagram  di bawah ini.

Diagram di atas mendeskripsikan bahwa tugas pengawas pada dasarnya adalah mengembangkan budaya mutu. Ruang lingkup pekerjaannya adalah meningkatkan dan melakukan penjaminan mutu. Langkah penting berikutnya adalah melakukan pemantauan dan penilaian sebagai bagian untuk mengidentifikasi dan merumuskan pernyataan masalah.

Berdasarkan masalah yang dipahaminya pengawas sekolah melakukan pembinaanan, mengarahkan pengembangan program dan memantau keterlaksanaan program manajerial dan akademik. Langkah strategis selanjutnya dalam penerapan standar adalah mengukur dan menilai mutu lulusan sebagai indikator mutu utama.

Edward Salis menyatakan bahwa pembaharuan mutu memerlukan perubahan budaya (p.26).[2] Pada sistem pengelolaan sekolah budaya mutu terepleksikan dalam  nilai-nilai yang berkenaan dengan tujuan dan harapan yang tinggi, kekompakan bekerja, orientasi pada hasil pekerjaan yang terbaik, semangat berkolaborasi, dan nilai-nilai kompetitif pada aktivitas sehari-hari maupun dalam atribut-abtribut fisik sekolah.

Pengawas profesional berperan sebagai penggerak dalam meningkatkan mutu dan menguatkan penjaminan untuk memastikan bahwa tujuan sekolah dapat diwujudkan. Kriteria utamanya ada pada prestasi siswa.

Membangun budaya mutu perlu waktu dan proses. Di samping itu memerlukan pengetahuan dan keterampilan mendiagnosis proses dan hasil yang tidak memenuhi kriteria. Karena itu perbaikan proses  dan mengasah keterampilan untuk menghasilkan produk yang bermutu memerlukan ketelatenan dan pembaharuan yang terus menerus.

Membangun budaya mutu memerlukan waktu dan proses, memerlukan pelaksana yang memahami tugasnya, yang mampu berkolaborasi dan berkomunikasi sehingga menempatkan diri di tengah dinamika pekerjaan, dan memerlukan pengungkit motivasi pada saat semua orang menyerah dengan permasalah yang rumit.  Merayakan setiap mutu yang dicapai merupakan hal penting dalam rangka membangun budaya kerja yang bebas dari kesalahan seperti pada kaizen atau zero defect. Dalam kondisi tertentu, diperlukan ada pihak yang tepat memberikan penghargaan terhadap orang yang dapat mewujudkan target mutu sekecil apa pun. Peran ini pun dapat pengawas lakukan dalam melaksanakan tugas di sekolah.

Referensi :

[1] http://media.wiley.com/product_data/excerpt/53/04711516/0471151653.pdf

[2] Edward Sallis. 2002. Total Quality Management in Education, Third Edition, Taylor & Francis e-Library


4 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments