TOPIK UTAMA »

October 5, 2014 – 10:09 pm | 601

Dalam proses pergeseran dari kurikulum 2006 ke pelaksanaan kerikulum 2013 kepala sekolah memegang peran yang sangat penting. Kepala sekolah dapat menentukan bidang perubahan yang perlu segera perlu penanganan.  Dalam menjalankan peran pimpinan perubahan kepala sekolah …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » PEMBELAJARAN, TOPIK UTAMA

Format Penilaian Otentik

Submitted by on September 4, 2013 – 8:29 am6 Comments | 14,630

Hasil pelaksanaan kegiatan pendampingan terhadap sekolah penyelenggara kurikulum 2013 menunjukkan bahwa sekolah masih sedang mencari bentuk pelaksanaan penilaian otentik yang sesuai dengan target SKL yang sekolah harapkan. Guru-guru pada beberapa SMA yang terpantau belum terbekali dengan  instrumen  yang dapat menilai input, proses, dan output pembelajaran secara komprehensif. Instrumen penilaian komprehensif mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  

Penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.

Penilaian sikap dapat dilaksanakan penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi, pada penilaian diri pendidik menggunakan lembar penilaian diri. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.

Penilaian dalam bentuk  jurnal berupa catatan pendidik yang diperoleh dari kegiatan boservasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati di dalam dan di luar kelas. Muatan jurnal berupa informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.

Penilaan pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian yang dilengkapi pedoman penskoran. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.  Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

Penilaian  kompetensi keterampilan dapat pendidik lakukan melalui penilaian kinerja dalam mendemonstrasikan kompetensi tertentu, tes praktik, proyek, dan portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya yang dinilai dapat berbentuk tindakan nyata peserta didik.

Untuk merealisasikan konsep tersebut para pendidik hendaknya dibekali dengan instrumen penilain otentik yang sederhana, praktis, namun mencakup seluruh dimensi yang perlu guru amati sehingga seusai melaksanakan pembelajaran guru memiliki  hasil penilaian selama proses pembelajaran berlangsung.

Pada pertemuan pertama dihasilkan rancangan instrumen penilaian berikut Daftar Nilai untuk Penilaian Otentik (4773).  Pada diskusi lanjutan  dalam muncul kesadaran bahwa instrumen yang diperlukan tidak cuma untuk penilaian otentik, namun diperlukan pula perangkat untuk menampung nilai hasil tes; seperti hasil ulangan harian ; dan perangkat untuk menghimpun nilai tugas siswa. Menanggapi keperluan itu tersusunlah Perangkat dan Dokumen Penilaian Hasil Belajar (6089) sebaggai bahan mempersiapkan pengisian rapot.

Salam.

6 Comments »

  • Novi Abdullah says:

    sebanyak itu yg dinilai ? bolehkah sebagian saja, karena menyesuaikan materi dan fasilitas di satuan pendidikan ?

  • admin says:

    Ya Bu Novi sebanyak itu yang terindentifikasi dari silabus. Yang diperlukan selanjutnya adalah bagaimana guru dapat menilai secara bertahap dan berkelanjutan. Yang terpenting pada tiap pertemuan terdapat kompetensi yang perlu dinilai guru. Bolehkah yang dinilai sebagaian saja? Boleh saja, pilihannya adalah kurang dari kriteria standar nasional, memenuhi, atau mau melebihi. Yang penting sekolah telah menentukan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu dimiliki siswa atau lulusannya. Pada sekolah yang saranannya terbatas, maka koponen yang dinilai pun perlu menyesuaikan dengan sarana dan kompetensi guru-gurunya. Contoh perangkat contoh di atas disiapkan untuk sekolah pengguna komputer yang memadai. Salam.

  • joko daryanto says:

    Terima kasih banyak. Bapak telah sangat membantu. Satu pertanyaan saya: Kenapa pada Instrument penilaian hasil pendampingan 23, pada kolom nilai pengetahuan (E.6,7) tidak muncul angka/nilai. Yang muncul rumusnya saja. Terima kasih.

  • admin says:

    Terima kasih atas koreksinya Pak joko, nanti saya lihat lagi.

  • Defi says:

    Trims untuk infonya…

  • hasmardedi says:

    terimakasih admin, sangat membantu kami yang berada di daerah perbatasan…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments