Penguatan Kompetensi dan Kompetisi Siswa Melalui Proses Mengingat dan Memahami
Indikator sekolah yang memenuhi standar nasional pendidikan Indonesia di antaranya memfasilitasi siswa meraih nilai ketuntasan belajar, memperoleh nilai rata-rata ujian di atas standar nasional, meraih peluang melanjutkan pendidikan, meraih penghargaan atau medali tingkat nasional bahkan internasional baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.Memperhatikan kriteria standar seperti itu, maka banyak pemangku jabatan di sekolah menaruh perhatian dan harapan besar terhadap pembinaan siswa memiliki kompetensi yang mendukung prestasi dalam berkompetisi terutama dalam bidang akademik.
Perhatian utama semua sekolah diarahkan pada memperoleh nilai ujian akhir, namun sebagian sekolah unggul mulai mendiversifikasi tujuan dengan target meraih medali dan penghargaan. Artinya sekolah-sekolah mulai mengembangkan dengan lebih sungguh-sungguh membina daya kompetisi siswa.
Banyak sekolah yang telah menilai usahanya cukup untuk membantu siswa, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Peningkatan penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang realistis, yang berkaitan langsung dengan kebutuhan daya saing siswa tidak kunjung membuahkan hasil sehingga banyak yang ragu dapat mencapainya.
Sekolah yang berhasil mengantar siswa meraih prestasi terbaik pada tingkat nasional dan internasional tidaklah banyak. Misalnya, pada tahun 2010, terdapat 109 SMA yang mendapat medali olimpiade MIPA tingkat nasional. Angka itu menjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah SMA sekitar 11.500 sekolah.
Dari 109 sekolah, terdapat 52 sekolah rintisan SMA bertaraf internasional yang secara formal didorong untuk mengembangka prestasi kea rah itu. Jadi, terdapat 57 SMA yang bukan rintisan sekolah bertaraf internasional yang mampu berprestasi memfasilitasi siswanya belajar.
Dari sejumlah sekolah peraih medali sebagian besar adalah sekolah yang biasa meraih prestasi pada tahun sebelumnya. Jadi, sekolah pendatang baru yang berhasil memuncaki prestasi sesuai dengan target perlu berjuang lebih kuat lagi.
Sekolah yang sedang memulai mengembangkan prestasi tinggi dengan dukungan budaya mutu yang masih rendah membutuhkan sumber daya yang besar. Namun, daya yang mereka dapat sediakan sangat terbatas. Itulah sebabnya banyak sekolah yang terjebak dalam kesadaran serba terbatas.
Tulisan ini berusaha untuk menjawab tantangan mengembangkan prestasi siswa dalam kondisi keterbatasan sumber daya, namun tetap dapat memanfaatkan potensi yang ada di sekolah dengan menerapkan multi strategi melalui pengembangan kegiatan belajar yang terintegrasi dengan seluruh kegiatan sekolah dan siswa.
Menguatkan Keyakinan Berprestasi
Keyakinan dapat meraih prestasi adalah kekuatan yang dapat menyalakan harapan terus menyala. Seperti bahan bakar yang menyediakan energy agar mesin tetap hidup. Tenaga yang dihasilkan adalah motivasi yang terus bergerak. Semakin banyak bahan bakar keyakinan yang disalurkan, maka makin besar pula motivasi yang dihasilkan dan makin tinggi tujuan yang ingin dicapai. Keyakinan itu penting untuk melakukan perubahan.
Sebagian besar sekolah mengalami kesulitan memfasilitasi siswa berprestasi karena kepala sekolah tidak yakin bahwa guru dan siswanya dapat berprestasi lebih baik.
Para pendidik pada sekolah yang berprestasi rendah cenderung skeptis karena tidak memiliki keyakinan bahwa siswanya dapat berprestasi tinggi. Oleh karena itu target mutu belajar yang pendidik ekspesikan pada system perencanaan belajarnya rendah. Karena itu strategi belajar, sumber belajar, teknologi belajar, bahkan waktu belajar yang digunakan dari waktu ke waktu cenderung mengikuti tradisi seadanya.
Membangun Tiga Pilar Belajar
Sukses berprestasi siswa itu harus ditopang dengan tiga pilar belajar, yaitu: pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga pilar ini sebagai dasar pengelompokan ranah belajar menurut Taksonomi Bloom.
Bloom menegaskan bahwa dalam ranah kognitif yaitu bagaimana siswa mengembangkan kemampuan intelektual dalam menyerap, mengolah, dan mengkonstruksi informasi meliputi ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sistesis, dan evaluasi.
Sesuai pekembangan kebutuhan belajar siswa maka level kemampuan itu disempurnakan Anderson and Krathwohl ( 2000) menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan berkreasi. Klasifikasi berubah dari kata benda menjadi kata kerja. Perubahan jenis kata ini menjadi kata kerja. Hal itu menunjukkan pergeseran secara filosofis bahwa belajar merupakan proses.
Mengembangkan Prestasi Dalam Pilar Pengetahuan
Kelemahan dalam pengelolaan pembelajaran selama ini, kaidah taksonomi Bloom ditelaah sebagai dasar untuk pengembangan instrument evaluasi, bukan sebagai model tujuan dan proses pembelajaran. Padahal seharusnya berbagai pengelompokan itu telah diterapkan sejak pendidik menentukan rencana pembelajaran, mengelola proses pembelajaran hingga mengelola evaluasi.
Dalam perencanaan belajar sepatutnya pendidik telah memetakan target kompetensi yang diharapkan siswa capai. Idealnya untuk mengembangkan prestasi siswa dikembangkan melalui penguatan keterampilan berpikir. Oleh karena itu dalam rencana pelaksanaan pembelajaran pendidikn seharusnya memetakan strategi pembelajaran itu dalam rangka menguatkan kompetensi siswa melalui proses mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan berkreasi. Namun perlu dipahami pula bahwa dalam pelaksanaanya kemampuan itu tidak selalu diterapkan dalam urutan yang baku sebagaimana digambarkan dalam teori.
Jika guru telah menetapkan dalam rencana pembelajaran, termasuk di dalamnya menentukan strategi membangun pengalaman belajar siswa dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai rencana. Jika proses itu telah dilalui, maka barulah pendidik menetapkan instrumen evaluasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Untuk mengembangkan prestasi siswa maka sekolah-sekolah berkeunggulan memiliki strategi dalam menguatkan berbagai kemampuan intelektual siswa dalam berbagai level sesuai dengan analisis Bloom.
Meningkatkan daya mengingat;
Mengingat atau mengkontruksi ulang informasi yang telah melekat sebelumnya dapat menajadi kekuatan luar biasa jika terlatih secara teratur dan penguatannya dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu. Para penghafal Al-Quran merupakan contoh kedahsyatan potensi otak manusia. Mereka sanggup menghafal seluruh isi Al-Quran tanpa kehilangan potensinya untuk mengembangkan daya ingatnya mengenai yang lain. Sebaliknya hilang ingatan menjadi malapetaka terburuk dalam kehidupan manusia.
Pembelajaran yang mengandalkan daya ingat sering dianggap sebagai pendekatan yang keliru di era informasi yang berkembang sangat cepat seperti sekarang. Pandangan kritis ini tentu bukan hal yang keliru apabila pendidik hanya mengembangkan potensi siswa sebatas daya ingat. Yang tepat adalah daya ingat ini merupakan salah satu komponen yang harus dikuatkan .
Sekolah-sekolah unggul hingga kini pandai mengembangkan kemampuan mengingat melalui kegiatan pengulangan, tambahan waktu untuk belajar, menugaskan siswa menguasi rumus-rumus tertentu. Kunci keberhasilannya adalah pengulangan. Latihan soal yang berulang-ulang merupakan bagian dari pengembangan kapasitas mengingat.
Orang yang memanjatkan doa tertentu sekali pun kalimatnya sangat panjang, namun karena selalu dibaca, berulang-ulang akhirnya dihapal juga. Jadi kunci sukses belajar itu salah satunya adalah pengulangan.
Sayangnya sebagian besar guru mengharapkan siswanya mengembangkan potensinya secara instan. Guru menyampaikan satu dua jam sekali waktu, guru mengharapkan siswanya tahu, mengerti, dan hapal saat itu juga. Ini tentu kekeliruan besar. Yang tepat adalah hebatnya daya ingat manusia datang dari pengulangan. Kecukupannya bergantung pada potensi tiap siswa.
Meningkatkan daya ingat dapat dikembangkan dalam bentuk;
- menghapal bacaan (misalnya bacaan sholat untuk siswa muslim).
- menghapal teks pidato
- menghapal lagu
- menghapal puisi
- menceritakan kembali isi bacaan
- mengungkap kembali gagasan yang orang lain kemukakan
- mengungkapkan kembali isi pidato
- mengulang-ulang rumus tertentu dalam bidang sains.
Jika sekolah mengharapkan memiliki siswa yang kuat pengetahuannya? Doronglah siswa mengulang-ngulang pelajaran itu! Carilah cara agar siswa tidak bosan melakukannya.
Meningkatkan daya Memahami artinya membangun makna dari berbagai fungsi yang dapat disalurkan sebagai informasi secara lisan atau tulisan dalam berbagai aktivitas berpikir, seperti, menafsirkan, membuat contoh, mengklasifikasi, meringkas, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Tahap berpikir yang terbawah adalah mengetahui kemudian memahami, barulah selanjutnya dapat menjelaskan.
Sekolah yang berprestasi mengembangkan presetasi siswa melalui berbagai aktivitas belajar di kelas maupun di luar kelas, memperkenalkan siswa terhadap pengetahuan baru, meningkatkan pemahaman dengan bereksplorasi, mengasah daya ingatnya dengan mengintegrasikan pada bekal keterampilan mengingat, , dan memberikan peluang untuk menjelaskan kembali pengetahuan yang telah dipelajarinya.
Untuk menguatkan pemahaman siswa maka siswa didorong untuk menyimak pelajaran dalam rangka menyerap pengetahuan baru, memperluas pengetahuan melalui membaca, berselancar di internet, dialog dengan teman, diskusi kelompok.
Untuk menguatkan pemahaman pada sekolah-sekolah besar menggunakan strategi mengintegrasikan kompetensi mendengar, membaca dan menulis dengan mengolah kembali ilmu pengetahuan yang telah diserapnya diekspresikan kembali dalam bentuk lisan dan tulisan.
Mengekspesikan kembali dalam bentuk lisan dapat dilakukan seperti dalam bentuk kegiatan berikut:
- menjelaskan kembali secara singkat,
- mempresentasikan hasil belajar dalam forum diskusi
- presentasi di depan guru dan siswa
- menjadi nara sumber bagi siswa
- menjadi tutor untuk angkatan di bawahnya
- memberikan bimbingan belajar.
Mengekspresikan kembali pengetahuan yang telah siswa kuasai dalam bentuk tulisan dapat sekolah kembangkan secara variatif dalam bentuk kegiatan:
- merumuskan penafsiran
- meyusun ulasan
- membuat contoh,
- mengklasifikasi pikiran
- menyajikan ringkasan
- menyimpulkan hasil pebahasan
- membandingkan kekuatan atau kelemahan
- mengulas kekuatan argumendalam bentuk karangan singkat
- menyajikan bahan pada majalah dinding
- menyajikan informasih hasil belajar dalam web atau blog
- menyajikan materi secara ringkas dalam bentuk power point.
- mengembangkan kerangka pikiran
- mengembangkan pemikiran baru dari informasi yang telah dikuasainya.
Seluruh aktivitas pengolahan informasi itu pada prinsipnya merupakan bagian dari pengulangan yang dikombinasikan dengan perluasan dan pendalaman pengetahuan.
Pengulangan atas menjelaskan ilmu yang telah siswa kuasai menjadi strategi yang ampuh untuk meningkatkan pengetahuan siap siswa. Kekuatan itu dikembangkan lebih baik lagi jika mengintegrasikan memahami melalui eksplorasi dan menyatakan kembali.
Jika sekolah mengharapkan memiliki siswa yang kuat pengetahuannya? Doronglah siswa mendengar, membaca untuk memperoleh pengetahuan dan menjelaskan kembali pengetahuannya dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Tulisan lanjutan:
Penguatan Kompetensi dan Daya Kompetisi Siswa…..
Referensi:
- Anderson, L. W. and David R. Krathwohl, D. R., et al (Eds..) (2001) A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Allyn & Bacon. Boston, MA (Pearson Education Group)
- http://www.learningandteaching.info/learning/bloomtax.htm
- http://www.nwlink.com/~donclark/hrd/learning/active.html#seven
- http://en.wikipedia.org/wiki/Authentic_assessment
2 Comments »
2 Pingbacks »
-
[...] Penguatan Daya Kompetisi Siswa Melalui Proses Belajar Mengingat dan Memahami [...]
-
[...] Penguatan Kompetensi dan Daya Kompetisi Siswa Melalui Proses Mengingat dan Memahami. [...]
Leave a comment!













I’d come to okay with you one this subject. Which is not something I usually do! I love reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to comment!
Whats up, perhaps many of our writing may well be down field though well, Previously being perusing about your blog post plus it seems cool. You’ll find it noticeable you’re certain the content and you also look fervent over it. I am just developing a contemporary web pages i morning working to make the application stand out, and give premium quality material. Using gleaned a whole lot checking out this site besides When i watch for more articles and you will be returning very quickly. Thanks a lot.