Topik Utama »

May 7, 2013 – 10:18 am | 7 Comments | 1,759

Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pembelajaran

Penguatan Kompetensi dan Kompetisi Siswa Melalui Proses Analisis dan Sintesis

Submitted by on September 8, 2010 – 12:50 am2 Comments | 1,093

Berpikir analisis dan sintesis merupakan proses berpikir yang kompleks karena dalam proses ini terdapat banyak unsur yang harus siswa perhatikan. Semakin banyak unsur yang menjadi bagian dari system yang menjadi bahan kajian, semakin kompleks pula cara berpikir yang digunakan.

Menganalisis adalah memeriksa atau mengurai informasi ke menjadi berbagai komponen bagian dengan cara melihat motif atau penyebabnya. Menganalisis berarti mengindentifikasi unsur, mengidentifikasi komponen pendukung yang dapat menunjang generalisasi (Wikipedia)

Kegiatan menganalisis yang dapat siswa lakukan adalah:

  • Mengalisis elemen atau komponen
  • Menganalisis hubungan.
  • Menganalisis prinsip-prinsip organisasi.

Menganasilisis elemen atau komponen bertujuan untuk mengembangkan kecakapan berpikir melalui proses mengenali elemen. Dengan menggunakan pemahamannya siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir  kritisnya dalam  mengenali masalah dan menemukan cara untuk menyelesaikan masalah. Proses ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut dengan melakukan rekayasa terhadap komponen, struktur komponen, atau struktur organisasi sehingga dapat mengembangkan inovasi dan kreativitas.

Dilihat dari dimensi penaran, menganalisis merupakan  proses mengembangkan potensi berpikir sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya dalam hal berikut:

  • Mengumpulkan data
  • Mengenali data-data.
  • Mengenali keberadaan sesuatu melalui kegiatan eksplorasi elemen, mengenali hubungan antar elemen dan struktur organisasi antar elemen.
  • Mendeskripsikan data dengan menggunakan bahasa yang jelas, tepat, serta membedakan yang seharusnya dibedakan.
  • Membentuk komposisi baru dengan menggunakan komponen yang ada.
  • Menambahkan komponen baru dalam satu struktur.
  • Merekonstruksi keberadaan sesuatu yang telah berubah dari posisi semula.
  • Mengubah susunan organisasi komponen
  • Mengenali masalah.
  • Menemukan cara mengatasi masalah
  • Membaca data untuk mendukung argumen.
  • Mengembangkan kesimpulan
  • Menguji kekuatan argument pendukung kesimpulan.

Melalui proses analisis  diharapka siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk melakukan rekayasa dalam mengenali masalah dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan perbaikan kehidupan sehari-hari, mengenali keberadaan sesuatu dengan tepat dan merespon berbagai pefomena dengan respon yang tepat pula.

Peningkatan kemampuan menganalisis akan berguna untuk mengenali apa yang harus ada dan terpenuhi pada sesuatu. Misalnya, komponen apa saja yang harus terpenuhi dalam suatu kegiatan jika prosesnya dinyatakan bermutu. Siswaa dapat melakukan pengujian tentang keterpenuhan komponen dari suatu kegiatan.

Dengan melakukan kegiatan tersebut siswa dapat menilai bahwa sesuatu itu memenuhi persyaratan atau tidak. Dalam bidang sains kegiatan menganalisis merupakan bagian yang sangat penting. Untuk kepentingan itu maka siswa perlu dilatih dalam hal mengklasifikasikan, membandingkan, membedakan, menyamakan pada komponen, hubungan antar- komponen, dan pengorganisasian komponen.

Kegiatan yang terkait erat dengan analisis adalah proses sintesis yaitu menyusun informasi yang telah terurai dalam komponen-komponen.  Komponen yang terurai siap disusun dalam kombinasi bentuk yang berbeda-beda sehingga dapat menghasilkan berbagai produk belajar yang baru  sebagai hasil merekayasa produk belajar sebelumnya.

Dalam klasifikasi menganalisis dalam ranah kognitif hasil penyempurnaan tedapat pula proses sistesis. Proses berpikir sintesis mengacu pada kombinasi dari dua entitas atau komponen yang secara bersama-sama membentuk sesuatu yang baru. Proses berpikir sintesis bermakna menggabungkan dua komponen baru atau lebih sehingga struktur, hubungan, atau komponen-komponen itu membentuk wujud baru.

Beragam proses sintesis membuka peluang kepada siswa untuk mengkombinasikan berbagai komponen yang diintegrasikan dalam berbagai hal baru. Dalam pembelajaran kegiatan ini dapat diintegrasikan dengan proses analisis sehingga komponen-komponen yang terurai, data yang tersebar, benda-benda yang berdiri sendiri dapat dikembangkan dalam berbagai produk belajar sehingga membentuk hal baru. Kegiatan sintesis dapa diimplementasikan dalam aktivitas berikut:

  • Mengembangkan ragam produk teknologi komunikasi dan informasi yang uni.
  • Mengembangkan berbagai proposal kegiatan yang mengandung komponen terbaru atau belum pernah dilaksanakan sebelumnya (tidak harus selalu diikuti dengan implementasi program)
  • Mengubah konsep yang abstrak ke dalam kegiatan yang kongkrit seperti membangung cita-cita bangun sosial yang ideal ke dalam bentuk kegiatan nyata.
  • Menata taman halaman yang dibangun dari berbagai komponen tanaman hias sehingga menjadi taman yang selalu terbarukan.
  • Mengembangkan lagu dengan menggunakan ragam kesenian daerah dengan dukungan teknologi.
  • Menyusun ide-ide yang terpisah dari berbagai pendapat orang sehingga menjadi sebuah tulisan yang menarik.
  • Menghimpun perkembangan sesuatu dari berita media masa sehingga menjadi pernyataan untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada masa berikutnya.
  • Mengkoleksi kata-kata mutiara dari seratur orang terkenal di dunia sehingga menjadi satuan tulisan.
  • Mengembangkan karya-karya unik dari barang yang tidak berguna.
  • Mendisain kegiatan kolaborasi tim virtual siswa  di berbagai belahan dunia seperti dalam mengemas pendapat melalui diskusi berbasis internet.
  • Menghimpun berbagai peristiwa sehari-hari dari berbagai fenomena sosial sehingga menjadi rekomendasi kepada pihak pemerintah.

Berbagai model kegiatan di atas, dapat sekolah pilih untuk dikembangkan yang secara integratif dengan proses belajar yang sebelumnya telah penulis sajikan yaitu penguatan mengingat, memahami, dan menerapkan sehingga menjadi rangkaian kegiatan yang terstruktur dan bersistem yang terintegrasi dalam kehidupan individu dan sosial siswa di sekolah, dalam lingkungan pelajar, serta  linggungan sosial yang luas hingga global.

Tulisan Yang Terkait:

Referensi:

  • Anderson, L. W. and David R. Krathwohl, D. R., et al (Eds..) (2001) A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Allyn & Bacon. Boston, MA (Pearson Education Group)
  • http://www.learningandteaching.info/learning/bloomtax.htm
  • http://www.nwlink.com/~donclark/hrd/learning/active.html#seven
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Authentic_assessment
  • htp://dspace.mit.edu/bitstream/handle/1721.1/29544/39926160.pdf?sequence=1
Tags:

2 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments