TOPIK UTAMA »

December 21, 2014 – 8:14 am | One Comment | 49

Perhatian para pemangku kebijakan terhadap penilaian prestasi kerja pengawas belum sebesar perhatian terhadap penilaian prestasi kerja guru dan guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Hal tersebut boleh jadi merupakan konsekuensi dari jumlah guru …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » SISWA, TOPIK UTAMA

Pengembangan Indikator Hasil Belajar, Materi Pelajaran, dan Keterampilan Belajar Berbasis TIK

Submitted by on August 26, 2012 – 9:40 pmOne Comment | 2,586

Senin, 27 Agustus 2012. Dialog interaktif  dengan dewan pendidik SMAN 5 Bekasi dengan topik “Pengembangan Materi Pelajaran dan Penilaian Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK)” merupakan bahan pembahasan yang amat strategis ketika hal ini jadi bahan kajian pada awal tahun pelajaran.  Hasil pembahasan dapat menjadi masukan berharga bagi Tim Pengembang Sekolah(TPS) untuk melaksanakan perbaikan program tahunan maupun rencana pembelajaran serta dokumen satu KTSP.

Mengintegrasikan pembaharuan mutu sekolah dengan peningkatan pendayagunaan TIK secara berkelanjutan semakin penting karena TIK dapat membantu mempercepat dan membuka peluang baru dalam pengembangan sekolah. Kegiatan ini berada dalam momentum yang tepat mengingat dua hal. Pertama peran TIK dalam kehidupan yang mengglobal semakin penting. Kemajuan dan perkembangan sekolah semakin tidak dapat dipisahkan dari dukungan TIK. Kedua, percepatan pengembangan saat ini sedang dipicu dengan tantangan yang dihadapi guru-guru yang tidak dapat mengelak dari proses  uji kompetensi dan pengukuran kinerja yang diintegrasikan pada jejaring  TIK.

Momentum ini dapat menjadi catatan sejarah tersendiri karena seluruh guru tak dapat menghindari penggunaan komputer. Perubahan ini dipastikan tidak akan surut mengingat perluasan akses internet yang terintegrasi dengan penggunaan handphone semakin diterima luas oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh penjuru negeri. Oleh karena itu, usaha meningkatkan berkah ini semestinya dipercepat melalui partisipasi guru secara nyata dalam membelajarkan diri untuk perbaikan pelayanan belajar kepada siswa agar dapat meningkatkan daya kompetisi sumber daya manusia dalam konteks global.

Fokus pada Keterampilan Mutu Lulusan Sebagai Tujuan

Kompetisi antar Negara dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia semakin ketat. ilmu pengetahuan menjadi modal persaingan yang tidak ternilai harganya. Gugatan Apple terhadap Samsung membuktikan bahwa kekayaan ilmu pengetahuan menjadi bagian kekayaan strategis. Dewan juri dalam persidangan memutuskan Apple memenangkan gugatan.

Jika dilihat dari sisi lain persaingan antar negara memiliki hubungan kausal dengan daya kompetisi dalam berbagai bidang lainnya. Kekayanaan intelektual bangsa-bangsa terlihat dari daya kompetesi para pelajarnya dalam bidang sains, matematika, maupun kapasitas intelektual yang mendukung persaingan dalam bidang olah raga dan seni. Korea Selatan merupakan salah satu Negara terkemuka dalam berbagai bidang perlombaan, di samping Finlandia, China. Apabila para pelajar Indonesia menunjukkan daya kompetisi dalam ajang internasional, maka hal itu menunjukkan cerahnya masa depan Indonesia.

Hasil kajian tim reformasi pendidikan di Amerika menyatakan bahwa indikator keunggulan yang tersusun dalam Keterampilan Abad 21 (154). Jika membandingkan SKL (137) dengan struktur keterampilan 21, keduanya memiliki kandungan yang secara umum memiliki kandungan yang sama, namun dengan struktur berbeda. Kecuali itu, dilihat dari dimensi Indonesia, kelebihannya adalah terdapat unsur  pengembangan prilaku sesuai dengan agama.

Kesamaan dari reformasi standar pendidikan di seluruh negara adalah focus pada kompetensi sebagai poros pembaharan pendidikan melalui pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang berstandar. Seperti yang disarankan oleh Prof. Edward Sallis, definisikan mutu dengan jelas. Definisi mutu lulusan yang jelas akan membantu mengarahkan bagaimana menentukan strategi untuk mencapainya.

Pemetaaan Kompetensi Lulusan

Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat bergantung pada proses pembelajaran.  Untuk menjaga agar pembelajaran berjalan efektif diperlukan daya dukung kurikulum dan sistem penilaian  yang memenuhi kebutuhan siswa belajar, kompetensi guru, dan suasana belajar di sekolah. Proses pembelajaran yang terarah  memerlukan sistem pemetanaan kompetensi yang ditetapakan sebagai target keberhasilan dalam perencanaan belajar.

Dalam pelaksanaan pemantauan terhadap struktur kurikulum yang sekolah kembangkan. Sekolah belum cermat dalam memperhatikan kesesuaian rencana pembelajaran dengan kebutuhan siswa belajar dalam agar mengembangkan daya kreativitasnya untuk menyelesaikan masalah pada masa hidupnya  sekarang maupun pada masa depan. Kelemahan ini terlihat pada cara merumuskan indikator hasil belajar yang dirumuskan di banyak sekolah belum didasari dengan hasil analisis kebutuhan meningkatkan keterampilan hidup. Orientasi pengembangan masih menekankan pada peningkatan daya kognitif. Penguasaan ilmu pengetahuan menjadi  pemuncak indikator keberhasilan belajar. Realitas ini tentu tidak sesuai dengan kecendrungan peradaban yang lebih menghargai karya sebagai produk penguasaan ilmu pengetahuan.

Untuk medorong perubahan maka  prinsip utama adalah pentingnya sekolah memetaan kopetensi yang akan sekolah kembangkan dalam tiap mata pelajaran. Pemetaan ini untuk memastikan bahwa sejumalah kompetensi dalam penguasaan ilmu pengetahuan, menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan keteramilan berpikir, meningkatkan keterampilan menggunakan teknologi informasi, berkomunikasi, berkolaborasi, dan pengembangan karakter dipastikan menjadi input yang bermakna dala pengembangan rancangan kompetensi yang sekolah kembangkan dalam perencanaan pembelajaran.

Untuk kepetingan itu, maka proses pemetaan dapat dimulai dari pemetaan komptensi pada tiap mata pelajaran dengan menggunakan model Format Peta Sebaran Kompetensi (193).

Pemetaan ini memerlukan waktu khusus untuk menimbang kesesuaian materi dalam perencanaan pembelajaran dengan kebutuhan belajar siswa. Mengingat banyaknya indikator hasil belajar yang dapat dipilih maka sebaiknya sekolah menentukan prioritas yang hendak dikembangkan serta disesuaikan dengan kemampuan para guru untuk menwujudkannya.

Dalam format tertuang  kompetensi dasar keimanan dan ketakwaan, keterampilan kognitif, keterampilan interpersonal, keterampilan mengatur diri sendiri, keterampilan kerja sama, dan penguatan karakter. Keseluruhan keterampilan itu pada prinsipnya meliputi penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan berpikir,  keterampilan mengatur diri dan  bekerja sama, beromunikasi, dan keterampilan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Guna merealisasikan konsep ke dalam pelaksanaan program pembelajaran disarankan sekolah untuk menyediakan waktu khusus menganalisis dan mereviu silabus dan RPP. Berdasarkan kajian itu, selanjutnya sekolah perlu meninjau ulang ketepatan program tahunan maupun dokumen satu untuk menunjang ketercapaian tujuan program pada tahun pelajaran ini.

Tiga  “R” dan Empat “C”

Basis pelayanan pendidikan di atas pada dasarnya bertumpu pada tiga layanan dasar yaitu reading, writing, dan arithmetic atau popular dinyatakan dalam pendidikan Indonesia dengan istilah calistung. Penguatan kemampuan membaca dan menulis dalam sistem pendidikan Indonesia masih lebih sering menjadi wacana. Realita menunjukkan bahwa kebiasa membaca dan menulis masih sering menjadi bahan perbincangan daripada bahan perbaikan. Oleh karena itu, sangatlah beralasan bahwasalah satu strategi utama untuk  perbaikan mutu pendidikan adalah melalui peningakatan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung atau penguasaan matematika.

Efektivitas membaca, menulis, dan berhitung pada prinsipnya dikembangkan sebagai dasar untuk meningkatkan empat kompetensi utama “4C” yaitu  Critical thinking and problem solving,  Communication,  Collaboration,  Creativity and innovation. Kapasitas diri siswa tidak hanya dikembangkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, namun melalui keterampilan belajar. Kapasitas diri siswa dikembangkan melalui latihan berpikir kritis dan memecahkan masalah, berkomunikasi melalui peningkatan pembelajaran interaktif, meningkatkan kapasitas kerja sama, dan berpikir kreatif untuk menghasilkan karya yang selalu terbarukan atau inovatif.

Pengembangan Kompetensi Bidang TIK  dan Supervisi Pembelajaran

Kompetensi siswa seperti apa yang sekolah harapkan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi? Apakah guru-guru memiliki kemampuan professional yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan keterampilan siswa? Dua pertanyaan ini sering tidak dijawab secara simultan sehingga perumusan kompetensi yang harus dikuasi siswa dengan usaha pengembangan kompetensi guru dalam bidang TIK sering tidak sinkron.

Dalam rangka meningkatkan mutu pemenuhan standar kompetensi dalam bidang TIK sekolah perlu mendefiniskan indikator kompetensi yang diharapkannya. Kecakapan yang diharapkan perlu dipetakan dan diintegrasikan dalam  indikator hasil belajar dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, keterampilan penggunaan TIK perlu dideskripsikan dan diintegrasikan dalam perencanaan pembelajaran.

Untuk menjamin bahwa setiap indikator yang ditetapkan dalam perencanaan pembelajar benar-benar dapat direalisasikan dalam proses pembelajaran,  diperlukan perangkat pendukung yaitu pelaksanaan supervisi pembelajaran dengan menggunaan instrument yang mengukur keterlaksanaan rencana. Di samping terdapat instrument pengukuran, dalam hal ini diperlukan program dan pelaksana supervisi untuk memastikan bahwa setiap target keberhasil pengembangan  komeptensi bidang TIK diperlukan tim  pelaksana monitoring atau supervisor.

Program Tahunan Sekolah

Dengan menggunakan pendekatan berpikir secara  induktif maka pada prinsipnya  peningkatan standar lulusan memerlukan definisi indikator hasil belajar yang terukur yang dikembangkan dalam rencana pembelajaran berdasarkan analisis konteks. Untuk menjamin rencana pembelajaran dapat direalisasikan dalam pelaksanaan diperlukan dukungan pengembangan profesi guru sehingga kompetensi guru sesuai dengankebutuhan pelaksanaankurikulum.  Di samping itu, diperlukan pula daya dukung sistem penilaian proses pembelajaran dan hasil belajar .

Supervisi pembelajaran yang mengukur pemenuhan prosedur pembelajaran dan penilaian, memantau keterpenuhan syarat kompetensi guru untuk melakukan tugas secara efekif sehingga menunjang tercapainya tujuan pembelajaran, merupakan bagian penting yang perlu dikembangkan secara terprogram dan dievaluasi secara berkala.

Dengan demikian indikator mutu lulusan yang telah ditetapkan dalam  sistem perencanaan sekolah perlu dijamin dapat direalisasikan. Karena itu,  adanya program, melaksanakan monitoring pelaksanaan program, menilai hasil dan mengevaluasi program merupkan komponen yang tidak mungkin diabaikan dalam sistem pengelolaan sekolah. Kesempurnaannya ditunjukkan dengan adanya dokumen, bukti pelaksanaan, dan hasil pengukuran yang telah dibandingkan dengan target dalam rencana. Jika sebanding maka pengelolaan dapat dinyatakan efektif (Rahmat)

Pengembangan Materi Pembelajaran dan Penilaian Berbasis TIK (414)

One Comment »

  • Sahman says:

    Sangat setuju, seyogyanya materi ini dikirimkan ke media yang “pasti” dibaca oleh para “Kepala Sekolah” dan para “Guru”. Mantap sekali, trims.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments