TOPIK UTAMA »

July 18, 2014 – 5:18 pm | 130

Menyongsong pelaksanaan tahun pelajaran baru serta memperhatikan pelaksanaan penilaian prestasi kerja yang meliputi Sasaran Kerja Pengawai (SKP) dan penilaian perilaku kerja yang efektif berlaku mulai tahun 2014 pasti akan menimbulkan konsekuensi baru dalam pelaksanaan tugas, …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » SUPERVISI, TOPIK UTAMA

Pengawasan Akademik Perlu Lebih Transformatif

Submitted by on June 15, 2013 – 2:31 pmNo Comment | 358

Pelaksanaan supervisi akademik sebagai bagian penting tugas pengawas sekolah pada saat ini menghadapi tantangan untuk berubah sehubungan dengan kurikulum sekolah sedang dalam proses perubahan. Sebagai salah salah satu pilar penjamin mutu penerapan kurikulum 2013, pengawasan akademik  jelas tujuannya bukan untuk  menilai unjuk kerja guru, namun bagaimana pengawas dapat membantu guru mengelola pembelajaran supaya lebih efektif, membantu guru mengembangkan kemampuan profesinya dengan cara memecahkan masalah, dan melakukan perbaikan proses pelaksanaan pembelajaran.

Namun demikian, seperti yang diungkapkan oleh Sergovanni (1987) kegiatan menilai kinerja guru  tidak bisa dihindarkan dalam prosesnya. Pernyataan ini untuk menegaskan bahwa penilaian kinerja merupakan tahap antara untuk memetakan masalah yang guru hadapi dalam melaksanakan pembelajaran sehingga dapat dirumuskan pemecahannya agara sesuai dengan fakta yang guru perlukan.

Supervisi akademik pada dasarnya, selain dapat memetakan masalah sehingga dengan dasar itu pengawas dapat menentukan bantuan yang paling guru perlukan, juga dapat memetakan keunggulan yang dapat guru wujudkan. Berdasarkan data yang terhimpun pengawas dapat merekomendasikan jenis dan level latihan yang guru perlukan agar dapat meningkatkan kompetensinya.

Dalam menghadapi tantangan perubahan kurikulum  agar dapat berperan sebagai penjamin mutu pelaksanaan pembelajaran pengawas perlu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan serta bersikap  terbuka terhadap perubahan. Pengetahuan yang pengawas perlukan adalah mengenali fakta tentang pelaksanaan tugas yang telah pengawas lakukan dalam memerankan diri sebagai pengawas pelaksanaan KTSP.

Pertanyaan terbuka untuk mengeksplorasi informasi yang perlu di antaranya:

  1. Apa yang sesungguhnya pengawas programkan dalam pelaksanaan pengawasan akademik pada pelaksanaan kurikulum 2013?
  2. Apakah pengawas telah bekerja sesuai dengan program pengawasan akademik yang disusunnya?
  3. Apakan berhasil atau belum berhasil mewujudkan target dalam programnya?
  4. Mengapa berhasil atau mengapa belum berhasil?

Informasi yang dapat digali dengan empat pertanyaan terbuka dapat membantu pengawas untuk mengidentifikasi fakta tentang pelaksanaan tugas pengawas dalam usaha membantu guru meningkatkan motivasinya, meningkatkan efektivitas merencanakan pembelajaran terutama dalam menyusun silabus, RPP, materi pelajaran, dan sistem penilaian untuk mewujudkan target kompetensi lulusan yang menjadi target mutu tiap satuan pendidikan.

Menyinggung keberhasilan pengawas pada umumnya dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik sebagai realisasi tugas utamanya jelas dapat dinyatakan belum mencapai efektivitas yang diharapkan. Sumber permasalahannya cukup kompleks. Menurut sebagian pengawas bahwa pengawas belum memiliki kapasitas dan kapabelitas yang memenuhi kebutuhan guru dalam mengembangkan silabus dan RPP sebagaimana yang ditetapkan dalam standar. Pengakuan ini mengemuka karena dalam pelaksanaan KTSP pengawas menilai pemerintah belum memberikan bekal pengetahuan  dan keterampilan yang cukup. Pengawas kurang terlatih sehingga tidak dapat mengawal peningkatan mutu kurikulum secara efekttif.

Kondisi nyata menunjukkan pengawas berlum berperan optimal untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan silabus, rpp, menyusun materi pelajaran, bahkan dalam menjamin penilaian yang menyeimbangkan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Persoalan ini tentuk bukan hanya karena kurang berdayanya pengawas, namun lebih besar karena pemerintah telah menetapkan target dalam perancangan kurikulum dalam bentuk silabus dan RPP, materi pelajaran, dan sistem penilaian kepada satuan pendidikan. Tugas itu secara faktual belum dapat diwujudkan oleh kekuatan sinergis guru-kepala sekolah dan pengawas. Oleh karena itu, jika dilihat dari fakta ini, memang seharusya KTSP diganti. Dan, kini menyusun silabus dan materi pelajaran diambil alih Kemendikbud. Guru mendapat kapling utuk menentukan RPP dan perangkat penilaiannya.

Fakta lain menunjukkan bahwa rendahnya mutu hasil belajar siswa yang dapat dunia pendidikan wujudkan tampak nyata pada hasil uji siswa Indonesia bidang sains dan matematika tingkat internasional yang tidak berkembang selama pelaksanaan KTSP tidak berkembang. Data hasil uji menunjukkan bahwa hasil kreativitas siswa Indonesia jauh di bawah Cina, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura. Padahal dengan anak-anak bangsa sekawasan ini  generasi muda Indonesia harus bersaing.

Sumber masalah utamanya dapat kita duga yaitu pelaksanaan pembelajaran kurang efektif. Salah satu akar dari masalah itu, superivisi akademik yang seharusnya dapat berfungsi sebagai penjamin mutu, tidak dalam kondisi seperti yang diharapkan. Oleh karena itu meningkatnya efektivitas pengawasan bidang akademik merupakan bagian penting yang tidak dapoat ditawar-tarwar. Harus. Pengawas harus melakukan agar sistem penjaminan mutu pembelajaran dapat direalisasikan dengan baik.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments