TOPIK UTAMA »

April 7, 2014 – 8:40 pm | 146

Salah satu kewajiban sekolah dalam merumuskan dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2013, seperti pada KTSP 2006, adalah merumuskan visi-misi-dan-tujuan.  Mengapa  kewajiban merumusan tujuan sekolah begitu penting?
Sejak dulu,  seluruh warga sekolah bahwa merumuskan tujuan lembaga …

Read the full story »
BERITA
PEMBELAJARAN
PENGELOLAAN
DAYA INSANI
SUPERVISI
Home » GURU, TOPIK UTAMA

Pengalaman Siswa SD Belajar di Houston USA

Submitted by on August 22, 2012 – 9:43 pmNo Comment | 492

Seorang anak kelas 4 sekolah dasar menceritakan pengalaman singkat  belajar di Amerika. Belajar dalam waktu satu semester karena mengikuti ayahnya tugas belajar di sana.Ia mengikuti pelajaran di  Outley Elementary School, Houston. Senang dan ingin kembali ke sana. Ketika ditanya kesannya. Ia kini telah ia tinggalkan dan kembali ke tempat dulu ia bersekolah di Indonesia.

Houston, menurut ceritanya, menerapkan wajib belajar sampai sekolah lanjutan tingkat atas. Kewajiban itu pemerintah setempat terapkan kepada siapa pun, tidak peduli warga Amerika atau bukan. Yang berperan utama mengawasi pelaksanaan aturan ini adalah polisi. Jadi, jika ada seseorang siswa atau seseorang tidak bersekolah maka polisi mendatangi orang tuanya. Jika absen beberapa hari, maka diberikan teguran. Jika tidak menyekolahkan, maka orang tuanya diperintahkan untuk menyekolahkan anaknya.

Setiap warga masyarakat wajib mendaftarkan anaknya tidak di sembarang sekolah. Pemerintah yang menentukan seseorang di mana harus bersekolah. Yang pasti seseorang bersekolah di tempat yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Karena itu, lalu lintas di Houston tidak dibuat hiruk pikuk dengan siswa yang menggunakan kendaraan ke berbagai penjuru. Berbeda dengan di Indonesia, masyarakat merdeka untuk menyekolahkan anaknya di sekolah pilihan di mana pun.

Peraturan di sana bisa ditegakkan karena semua sekolah berstandar dalam memberika pelayanan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan sama baiknya di sekolah mana pun.

Pada saat mendaftar di sekolah orang tua ditanya pula mengantar anaknya ke sekolah dengan cara  bagaimana. Pilihan ada tiga, menggunakan bus, mobil pribadi, atau berjalan kaki. Jika telah menentukan salah satu dari ketiganya sekolah mengawasi pelaksanaan sesuai dengan pilihan orang tua. Jika sekolah mendapatkan orang tua siswa tidak konsisten terhadap pilihannya tanpa melapor maka orang tua kena teguran keras.

Guru di  Outley Elementary School pasti selalu datang di sekolah lebih pagi daripada para siswa. Begitu diceritakan. Guru kelas menyambut setiap siswa yang datang. Mengucapan selamat datang, dan ngasih tossss… seperti pergaulan anak-anak sehingga komunikasi dirasakan siswa sangat akrab. Siswa yang menggunakan bus atau kendaraan pribadi disambut guru di samping mobil. Guru yang membukakan pintu mobil sehingga para siswa sangat dihargai guru-gurunya. Anak ini sangat terkesan dengan perlakuan guru yang berbeda di sini.

Siswa yang datang terlebih dahulu di halaman sekolah diberi contoh untuk memanfaatkan waktu untuk membaca. Jadi, di sela waktu menunggu siswa datang di sekolah, pasti…guru membaca buku, menjadi contoh bagaimana membaca. Oleh karena itu, pada setiap hari guru membagikan buku untuk dibaca para siswa. Ketika masuk kelas guru pasti menanyakan pendapat mereka tentang isi bacaan. Guru tidak bertanya tentang informasi apa yang siswa dapat, melainkan pemikiran apa yang siswa dapat setelah membaca.

Kesan tentang kuatnya guru mendorong siswa biasa membaca sangat mendalam. Betapa banyak waktu yang siswa gunakan untuk membaca merupakan bagian terpenting dari proses pembelajaran. Menggali pemikiran baru menjadi produk dari setiap kegiatan belajar.

Pekerjaan rumah sangat banyak. Guru memberikan pekerjaan rumah setiap hari Senin. Siswa akan dapat mengerjakan tugasnya setelah mengikuti proses belajar dalam minggu itu. Dengan demikian PR menjadi pendongkrak kegiatan siswa belajar. PR yang diberikan meliputi semua pelajaran yang wajib dikerjakan secara bertahap. Pekerjaan siswa dikumpulkan tiap hari Jumat. Pada hari Senin berikutnya guru memberikan kembali hasil PR minggu sebelumnya bersamaan dengan PR baru.

Sekolah dasar ini memiliki visi membangun komitmen bersama mencapai puncak baru dalam meraih keberhasilan. Untuk mencapai visi tersebut dikembangkan nilai dasar saling membantu antar sesama, munujukkan sikap antusias, menerima orang lain, memperhatikan diri sendiri dan sesama, serta  mempercayai dan dapat dipercaya.

Nilai-nilai dasar itu  sungguh-sungguh diterapkan. Karena itu, tak ada sikap saling berolok-olok antara siswa. Jika ada temannya yang tidak bisa, dibantu. Jika ada yang salah maka teman-teman dan gurunya antusias memberikan perhatian. Jika ada yang jatuh, semua teman-temannya menolong.

Anak ini sangat merindukan interaksi sosial yang didambakannya. Ia rindu dengan sikap teman-temannya yang penolong. Ia rindu dengan sikap yang mencemoohkan ketidakmampuan teman, bahkan mentertawakan teman ketika melalukan kesalahan.

Karena itu, ia minta kepada orang tuanya ingin belajar di Amerika saja. Ia ingat dengan aktivitas pagi yang ceria menyanyikan beberapa lagu gembira dan berolah raga bersama. Melalui kegiatan penuh keriangan mereka memulai belajar banyak membaca dengan sedikit mendengarkan.

GP

 

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Facebook Comments