Pengajaran Bilingual : Strategi Peningkatan Mutu
Pada umumnya pengajaran bilingual di Indonesia menggunakan satu orang guru yang menggunakan dua bahasa sekaligus. Hanya terdapat sedikit kelas yang ditangani oleh dua orang guru, sebagaimana halnya di Amerika dimana seorang guru sepenuhnya berbahasa Inggris dan guru lain menggunakan bahasa ibu.
Model komposisi yang sangat populer dalam pengelolaan kelas bilingual adalah komposisi 90/10 yaitu pada tahap awal dengan perbandingan 90% bahasa Indonesia dan 10% berhasa Inggris. Kemudian bertahap pada model 50/50 dimana siswa menerima pembelajaran dalam dua bahasa sepanjang waktu. Selanjutnya komposisi ditingkatkan menjadi 25/75 yaitu 25% dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris 75%. Komposisi model populer ini dapat ditetapkan secara bervariasi karena bergantung pada potensi sumber daya tiap sekolah. Persentase itu dapat dihitung dari jumlah materi yang disampaikan dalam kedua bahasa.
Sekalipun menjadi bahan kontroversi dan banyak yang menentang, namun hasil riset menunjukkan bahwa model pengajaran bilingual berdampak positif terhadap peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan berbahasa siswa. Hanya saja hasil riset itu menyatakan bahwa keberhasilan itu merupakan dampak dari terpenuhinya sejumlah variabel pendukung, seperti dinyatakan oleh Rennie, Jeanne (1994) yaitu faktor demografi, karakter siswa, dan sumber daya pendidikan yang mendukung berbagai komponen di bawah ini.
L. M. Baca dan H. T. Cervantes (1991) berpendapat bahwa dalam penyelenggaraan pengajaran bilingual perlu memperhatikan level keterampilan berbahasa siswa. Dari sejumlah pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah harus memenuhi sejumlah karakteristik penyelenggara pengajaran bilingual yang meliputi suasana, kultur, pengembangan kompetensi, konsultan pembelajaran, komunikasi guru dan siswa yang efektif, pengorganisasian materi pelajaran, frekuensi interaksi dalam dua bahasa, komitmen guru, komitmen kepala sekolah dalam mendukung efektivitas kerja guru dan dalam meningkatkan akuntabilitas pembelajaran, serta dukungan orang tua siswa.
Referensi :
Baca, Leonard M and Cervantes, Hermes T. 1991. Bilingual Special Education ERIC Clearinghouse on Handicapped and Gifted Children Reston VA. http://www.ericdigests.org/pre-9219/education.htm
Stephen Krashen. 1997. Why Bilingual Education? ERIC Digest. http://www.ericdigests.org/1997-3/bilingual.html
One Comment »
Leave a comment!














I’d be inclined to make a deal with you on this. Which is not something I usually do! I really like reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to speak my mind!