Topik Utama »

May 7, 2013 – 10:18 am | 7 Comments | 1,795

Tulisan ini disusun sebagai bahan pelatihan kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan, merealisasikan rencana, memantau keterlaksanaan rencana dan pencapaian hasil, serta melaksanakan tindaklanjut perbaikan  melalui pelatihan perbaikan dokumen RKJM dan RKAS.
Ketangguhan utama kepala sekolah ada pada …

Read the full story »
Info

Merefleksikan realita dengan stuktur yang cerdas

Pembelajaran

Berilmu, terampil belajar, dan memecahkan masalah..

Pengelolaan

Realistis, konsisten, persisten dan bekelanjutan.

Daya Insani

Menciptakan ide, metode, layanan, dan produk baru.

Supervisi

Membantu kepala sekolah dan guru mewujudkan tujuan .

Home » Pembelajaran

Pengajaran Bilingual : Strategi Peningkatan Mutu

Submitted by on February 11, 2009 – 3:24 amOne Comment | 247

Pada umumnya pengajaran bilingual di Indonesia menggunakan satu orang guru yang menggunakan dua bahasa sekaligus. Hanya terdapat sedikit kelas yang ditangani oleh dua orang guru, sebagaimana halnya di Amerika dimana seorang guru sepenuhnya berbahasa Inggris dan guru lain menggunakan bahasa ibu.

Model komposisi yang sangat populer dalam pengelolaan kelas bilingual adalah komposisi 90/10 yaitu pada tahap awal dengan perbandingan 90% bahasa Indonesia dan 10% berhasa Inggris. Kemudian bertahap pada model 50/50 dimana siswa menerima pembelajaran dalam dua bahasa sepanjang waktu. Selanjutnya komposisi ditingkatkan menjadi 25/75 yaitu 25% dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris 75%. Komposisi model populer ini dapat ditetapkan secara bervariasi karena bergantung pada potensi sumber daya tiap sekolah. Persentase itu dapat dihitung dari jumlah materi yang disampaikan dalam kedua bahasa.

Sekalipun menjadi bahan kontroversi dan banyak yang menentang, namun hasil riset menunjukkan bahwa model pengajaran bilingual berdampak positif terhadap peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan berbahasa siswa. Hanya saja hasil riset itu menyatakan bahwa keberhasilan itu merupakan dampak dari terpenuhinya sejumlah variabel pendukung, seperti dinyatakan oleh Rennie, Jeanne (1994) yaitu faktor demografi, karakter siswa, dan sumber daya pendidikan yang mendukung berbagai komponen di bawah ini.

  • Supportive whole-school contexts (Lucas, Henz, & Donato, 1990; Tikunoff et al., 1991).
  • High expectations for language minority students, as evidenced by active learning environments that are academically challenging (Collier, 1992; Lucas, Henze, & Donato, 1990; Pease-Alvarez, Garcia, & Espinosa, 1991).
  • Intensive staff development programs designed to assist all teachers (not just ESL or bilingual education teachers) in providing effective instruction to language minority students (Lucas, Henze, & Donato, 1990; Tikunoff et al., 1991).
  • Expert instructional leaders and teachers (Lucas, Henze, and Donato, 1990; Pease-Alvarez, Garcia, & Espinosa, 1991; Tikunoff et al., 1991)
  • Emphasis on functional communication between teacher and students and among fellow students (Garcia, 1991).
  • Organization of the instruction of basic skills and academic content around thematic units (Garcia, 1991)
  • Frequent student interaction through the use of collaborative learning techniques (Garcia, 1991).
  • Teachers with a high commitment to the educational success of all their students (Garcia, 1991).
  • Principals supportive of their instructional staff and of teacher autonomy while maintaining an awareness of district policies on curriculum and academic accountability (Garcia, 1991).
  • Involvement of majority and minority parents in formal parent support activities (Garcia, 1991).
  • L. M. Baca dan H. T. Cervantes (1991) berpendapat bahwa dalam penyelenggaraan pengajaran bilingual perlu memperhatikan level keterampilan berbahasa siswa. Dari sejumlah pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah harus memenuhi sejumlah karakteristik penyelenggara pengajaran bilingual yang meliputi suasana, kultur, pengembangan kompetensi, konsultan pembelajaran, komunikasi guru dan siswa yang efektif, pengorganisasian materi pelajaran, frekuensi interaksi dalam dua bahasa, komitmen guru, komitmen kepala sekolah dalam mendukung efektivitas kerja guru dan dalam meningkatkan akuntabilitas pembelajaran, serta dukungan orang tua siswa.

    Referensi :

    Baca, Leonard M and Cervantes, Hermes T. 1991. Bilingual Special Education ERIC Clearinghouse on Handicapped and Gifted Children Reston VA. http://www.ericdigests.org/pre-9219/education.htm

    Stephen Krashen. 1997. Why Bilingual Education? ERIC Digest. http://www.ericdigests.org/1997-3/bilingual.html

    One Comment »

    • Tracey Leuga says:

      I’d be inclined to make a deal with you on this. Which is not something I usually do! I really like reading a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to speak my mind!

    Leave a comment!

    Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

    Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

    You can use these tags:
    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


    Facebook Comments