Pengembangan Profesi Untuk Pembelajaran Berbasis TIK
Tujuan institusional SMA ialah mempersiapkan siswa untuk hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jejang yang lebih tinggi. Kompetensi lulusannya menunjukkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian yang mantap dan mandiri, berakhlak, berketerampilan. Setiap indikator mutu pada kompetensi yang hendak sekolah wujudkan menjadi bagian dari sasaran peningkatan mutu. Pengembangan kegiatan pembinaan selalu mengarah pada bagaimana siswa memperoleh pengetahuan sebagai dasar untuk meningkatkan daya saing agar dapat melanjutkan pendidikan dan bersamaan dengan itu mereka juga memperoleh keterampilan yang berguna untuk meningkatkan mutu hidupnya.
Poros utama yang menjadi penggerak peningkatan mutu kompetensi siswa di sekolah ialah mewujudkan tujuan institusi melalui peningkatan efektivitas suasana dan proses pembelajaran. Karena yang paling bertanggung jawab dalam melaksanakan poros kegiatan itu, yang menyebabkan roda sekolah bergerak dinamis ialah guru, maka peningkatan mutu guru menjadi fokus yang yang utama. Pembelajaran yang efektif, kreatif dan inovatif bergantung pada seberapa kuat guru menguasai pengetahuan dan keterampilan terbaiknya.
Dalam era teknologi informasi dan komunikasi faktor lain yang sangat berpengaruh signifikan ialah seberapa tinggi guru menguasai pengetahuan dan keterampilan menerapkan tenologi informasi dan komunikasi. Guru yang tidak mengintegrasikan diri dengan teknologi bekerja lamban, sedangkan guru yang bersinergi dengan TIK kecerdasannya dan kapasitas kerjanya akan jauh lebih besar.
Pengelolaan Pembelajaran dan Pebelajaran
Pada Sistem pembelajaran terdapat dua bidang yang perlu dibedakan. Pertama mengenai bagaimana pendidik mengelola pembelajaran. Pada komponen ini pendidik hendaknya memahami dan dapat menerapkan fungsi-fungsi manajemen. Tujuannya bagaimana guru meningkatkan kesiapan melalui penyusunan rencana, mendisain pelaksanaan, dan mengembangkan sistem evaluasi dalam membantu siswa meningkatkan keunggulannya. Teknologi informasi dan komunikasi mendukung pelaksanaan tugas guru dari sisi dukungan administrasi akademik.
Sekolah dapat memfasilitasi guru mencapai tujuan mengajar dan bagaimana guru mengembangkan sistem perencaan KTSP, mendokumentasikan KTSP; menetapkan tujuan, indikator, target dan kriteria kinerja belajar mengajar; mengelola kelas, mengelola administrasi pembelajaran dengan dukungan sistem administrasi yang kuat. Tekonologi infomasi dan komunikasi meningkatkan keunggulan dalam mengembangkan sistem informasi manajemen pembelajaran sehingga memfasilitasi guru dan siswa mewujudkan berbagai keunggulan yang diharapkannya.
Teknologi informasi dan komunikasi terkait erat pada bagaimana merekam, mendokumentasikan, dan menyediakan informasi sebagai bahan pengambilan keputusan dalam menetapkan kebijakan sekolah.
Komponen kedua adalah terkait dengan pengelolaan kegiatan siswa belajar. Guru harus mengerti bagaimana siswa memahami cara siswa belajar sehingga dapat belajar. Memahami tipe belajar siswa. Memahami bahwa belajar itu sebagai proses. Memahami apa yang menjadi perhatian siswa. Memahami bagaimana siswa memahami materi pelajaran. Memahami bagaimana motivasi belajar dapat berkembang, memahami bagaimana motivasi belajar dapat dikembangkan pada saat perkembangan pada diri siswa bermasalah sehingga siswa kehilangan gairah belajarnya.
Pada bidang ini guru perlu meningkatkan pemahaman tentang penggunaan teknologi informsi dan komunikasi sebagai sumber informasi dalam meningkatkan pemahaman terhadap peserta didik, meningkatkan pemahaman tentang pengembangan motivasi, meningkatkan pemahaman tentang strategi pembelajaran, dan terampil menggunakan teknologi sebagai alat untuk menggerakan siswa belajar mengembangkan kapasitas dirinya melalui kolaborasi yang terintegrasi dengan teknologi.
Teknologi digunakan sebagai media belajar, memfasilitasi guru mengembangkan alat peraga, meningkatkan keterampilan dalam menggunakan animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa dari hal yang abstrak menjadi visual, dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil belajar, meningkatkan interaksi belajar, dan memamerkan produk belajar yang pada akhirnya meningkatkan kebanggaan siswa serta meningkatkan akuntabilitas pendidik dalam meningkatkan kapasitas pribadi siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah sekolah tetapkan.
Semakin berkembang teknologi informasi dan komunikasi semakin besar pula peluang mengembangkan metode mengajar, semakin variatif strategi yang dapat guru kembangkan. Yang lebih penting lagi, dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi guru dapat mengintegrasikan seluruh potensi dan peluang belajar siswa pada setiap saat mana pun bergantung pada minat siswa dan dari mana pun. Teknologi informasi dan komunikasi telah dapat siswa akses dari komputer dan hand phone sehingga peluang belajar menjadi tanpa batas.
Pengembangan Profesi Pendidik
Sebagai konsekuensi dari adanya dua bidang yang perlu guru tangani secara simultan yaitu mengelola pembelajaran sebagai proses manajemen dan mengembangkan proses belajar sebagai kegiatan pedagogis, maka idealnya pengembangan kompetensi guru dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi diarahkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan itu. Dalam bidang manajemen guru perlu difasilitasi untuk mengembangkan fungsi-fungsi perencanaan, pelaksanaan program, dan memonitor program untuk memahami tingkat keberhasilannya.
Sebagai guru yang memfasilitasi siswa belajar teknologi harus dapat menjadi alat untuk meningkatkan motivasi siswa belajar, mengubah potensi siswa menjadi prestasi, memamerkan hasil belajar untuk membangun semangat baru sehingga tumbuh daya kreasi dan inovasinya. Mendorong siswa belajar bagaimana cara belajar.
Kinerja dalam kedua bidang bagimana perencanaan dikembangkan, proses yang termonitor dan evaluasi yang terkelola sehingga data keseluruhannya terekam. Sebuah tantangan .
http://www.project2061.org/publications/sfaa/online/chap13.htm
http://www.bucks.edu/~specpop/studyskills.htm#time














Facebook Comments