Panduan 2 : Pendekatan Pedagogis dalam Merumuskan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
Tulisan ini disusun sebagai lanjutan dari Panduan 1 untuk merumuskan rencana jangka menengah sekolah (RKJM) atau renstra. Pada tahap ini kita akan memetakan posisi tiap standar dalam konteks pedagogis.
Pemetaan ini penting agar pengalokasian sumber daya pada tiap standar dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta terfokus pada upaya untuk mewujudkan tujuan yang diharapkan.
Masalah
Pada kegiatan pengembangan rencana jangka menengah banyak sekolah belum merumuskan peta hubungan antar komponen standar sehingga peta posisi pengaruhnya terhadap peningkatan efektivitas belajar siswa pun kurang jelas.
Dengan memetakan peran tiap standar dalam menunjang peningkatan mutu hasil belajar siswa, maka usaha untuk mengalokasikan sumber daya akan lebih efisien dan efektif.
Konsep
Pengembangan Rencana Kegiatan Jangka Menengah pada prinsipnya merupakan bagian dari peningkatan dan penjaminan mutu yang dirancang untuk dilaksanakan dalam waktu empat tahun.
Melalui proses mendeskripsikan tujuan, indikator mutu dan target mutu lulusan yang terdefinisikan dan terdokumentasikan sekolah dapat menerapkan rencana dalam proses berlandaskan prinsip-pinsip pendidikan.
Secara pedagogis standar kompetensi lulusan dimanifestasikan dalam wujud pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa. Ketiga ranah itu berkembang melalui efektivitas dan efisiensi pembelajaran yang terintegrasi dalam standar isi, proses dan penilaian.
Efektivitas dan efisiensi pembelajaran sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan ilmu tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. Efektivitas tenaga pendidik sangat bergantung pula pada daya dukung tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, dan pengelolaan. Demikianlah semua komponen harus terintegrasi untuk memfasilitasi siswa belajar.
Diagaram di bawah ini mendeskripsikan peta hubungan antar komponen standar dilihat dari dimensi pedagogis dengan menempatkan standar kompetensi lulusan sebagai poros seluruh sistem standar. Proses pembelajaran yang melekat pada standar isi, proses, dan penilaian merupakan komponen yang berpengaruh langsung pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu dalam sistem pedagogis proses pembelajaran merupakan bagian utama dalam sistem penjaminan mutu yang perlu mendapat perhatian agar terjaga kualitasnya. Standar yang lain pada dasarnya harus dapat mendukung agar proses pembelajaran berlangsung efektif.
Gambar
Model Peta Keterkaitan Komponen Pedagogis Dalam Sistem Pengelolaan Sekolah

Diagram di atas mendeskripsikan bahwa komponen yang paling berpengaruh terhadap mutu lulusan adalah isi, proses pembelajaran dan penilaian. Terjaminnya proses pembelajaran bergantung pada mutu pendidik dan efektivitas pembelajaran yang didukung oleh saran-prasarana serta pembiayaan. Standar pengelolaan bagian untuk menetapkan standar pada keseluruhannya.
Sekolah efektif dapat memfasilitasi siswa belajar sehingga menghasilkan lulusan yang sesuai dengan yang sekolah harapkan. Indikator sekolah efektif menurut hasil studi para ahli ialah:
- Mengembangkan harapan siswa yang tinggi dalam belajar.
- Menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
- Mengembangkan hubungan yang konstruktif antara sekolah dengan orang tua siswa.
- Memonitor kemajuan belajar siswa secara berkelanjutan
- Meningkatkan kepemimpinan pembelajaran yang kuat.
- Memiliki dan memusatkan perhatian pada visi-misi.
- Menjamin tersedianya waktu yang memungkinkan daya siswa terpusat pada belajar.
- Mengintegrasikan kerja sama siswadi sekolah dalam dalam kegiatan belajar.
(http://www.mes.org/correlates.html)
Sekolah yang efektif menyediakan ruangan belajar yang memungkinkan :
- membangun iklim belajar yang baik
- mendukung proses pembelajaran utuk memperdalam ilmu pengetahuan
- mengembangkan sikap siswa yang antusias pada kegiatan belajar
- menyediakan tantangan yang kuat agar siswa belajar
- menguatkan inspirasi kepada siswa
Guru mengembangkan :
- komunikasi antar pelajar berdasarkan keragaman pengalaman dan prespektif intelektual
- mengembangkan kemampuan belajar secara individual dan kelompok
- memfasilitasi siswa bertanggung jawab atas belajarnya
- mengembangkan kegiatan reflektif, mengkritisi diri sendiri, dan fleksibel
(http://www.queensu.ca/ctl/goodpractice/effective_teachers.html)
Implementasi
Mengamati pelaksanaan pengembangan program jangka menengah menunjukkan bahwa sekolah mengembangkan rencana jangka menengah tiap standar yang ditempatkan secara mandiri. Tiap standar memiliki keterkaitan yang longgar dengan standar lainnya bahkan terdapat beberapa kasus antara satu standar yang lain sering tidak jelas keterkaitannya.
Kelemahan ini dapat menjadi kendala jika pengembangan pada satu standar dengan yang lainnya tidak terdokumentasikan secara administratif daya tunjangnya pada poros pembaharuan, yaitu meningkatnya mutu lulusan. Hal ini menyebabkan program kurang fokus.
Oleh karena itu struktur yang terintegrasi yang dideskripsikan dalam peta keterkaitan tiap standar dapat membantu sekolah mengaitkan program pada standar yang satu dengan yang lainnya. Di bawah ini dirumuskan secara singkat model keterkaitan yang sudah diurai dalam sebuah matrik dengan contoh isinya.
Rencana Pengembangan pada Tahun 2010-2011:
| No | Program | Tujuan | Target | Kunci Strategi Pembaharuan |
| 1. | Peningkatan efektifitas belajar | Meningkatnya efektivitas belajar secara individual yang kompetitif dan kolaboratif | Mencapai rata-rata hasil belajar di atas 7,5.
Meraih kejuaraan dalam lomba mata pelajaran tingkat kabupaten |
Meningkatkan kompetensi pendidik dalam keterampilan manajemen kelas
Meningkatkan mutu penggunaan model pebelajaran kolaboratif dan kompetitif. |
| 2. | Peningkatan standar kompetensi pendidik | Meningkatnya keterampilan pendidik menerapkan pendekatan pembelajaran kolaboratif dan kompetitif | Seluruh tenaga pendidik terlatih sehingga dapat menghasilkan rata-rata hasil belajar 7,5 serta menghasilkan siswa peraih kejuaraan tingkat kabupaten | Melaksanakan pelatihan teknis pembeljaran kompetitif dan kolaboratif.
Melaksanakan kegiatan penjaminan mutu melalui kerja sama teman sejawat. |
| 3. | Peningkatan standar sarana dan prasarana belajar | Tersedianya sarana penunjang kegiatan kolaboratif dan kompetitif berupa sumber belajar dan jaringan belajar berbasis internet | Terwujud dalam awal tahun pelajaran baru | Pendayagunaan potensi orang tua berada untuk memfasilitasi anaknya belajar berbasis jaringan. |
Dengan memperhatikan model peta keterkaitan standar dilihat dari dimensi pedagogis maka yang diperlukan sekolah adalah mengembangkan peta yang dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk matrik rancangan program. Dalam pengembangan program perlu dipertimbangkan bagaimana siswa dapat belajar dan bagaimana guru mengajar dengan menggunakan metode, materi, alat, sumber belajar yang memenuhi kebutuhan siswa belajar. Masing-masing standar dikembangkan untuk mendukung tercapainya tujuan pemelajaran.
Kesimpulan:
Dalam pengembangan rencana jangka menengah sekolah perlu mengembangkan rencana yang diawali dengan mendeskripsikan tujuan, indikator, dan target yang jelas pada tiap komponen standar dengan mempertimbangkan keterkaitannya dalam menunjang terwujudnya standar kompetensi lulusan. Untuk memudahkan teknis itu maka sekolah perlu menetapkan matrik keterkaitan tiap standar.
Artikel Terkait:
Panduan 4: Penyusunan RKJM Sekolah Melalui Pendekatan Sistem
Panduan 3: Pendekatan Proses dalam Penyusunan RKJM Sekolah
Panduan 1: Merumuskan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
Referensi:
(http://www.mes.org/correlates.html)
(http://www.queensu.ca/ctl/goodpractice/effective_teachers.html)
Tags: pedagogis, pengelolaan sekolah, program pengembangan, RKJM, sekolah efektifOne Comment »
Leave a comment!












artikelmu sangat membantu untuk peningkatan kinerjaku, terus maju” Guru Pembaharu” demi tercapainya pendidikan yang bermutu.